Bagaimana Cara Mengajarkan Keterampilan Hidup Sesuai Usia Anak?

Oleh: Balqis Fallahnda - 25 November 2020
Dibaca Normal 3 menit
Cara mengajarkan anak keterampilan hidup sejak dini, mulai dari 2 tahun hingga usia remaja atau 11 tahun lebih.
tirto.id - Keterampilan hidup merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekumpulan keterampilan dasar yang diperoleh melalui pembelajaran dan pengalaman hidup langsung yang memungkinkan individu atau kelompok menangani masalah secara efektif dalam menghadapi kehidupannya sehari-hari.

Keterampilan hidup penting dikembangkan sejak usia dini, dalam hal ini orang tua menjadi pihak yang berperan penting dalam mengajarkan berbagai keterampilan hidup pada anak.

Berikut ini cara mengajarkan keterampilan hidup sesuai usia anak seperti dilansir situs Very Well Familly.

Usia 2–4 Tahun (Prasekolah)

Beberapa keterampilan hidup untuk kelompok usia ini dapat berupa keterampilan mandiri, namun sebagian lainnya masih memerlukan bantuan atau pengawasan dari orang tua.

Namun, pada tahap ini sangat penting untuk mengajari mereka, agar anak-anak dapat terus berkembang seiring bertambahnya usia.

1. Membersihkan

Manfaatkan pengetahuan anak untuk menyortir dan mengidentifikasi.

Minta mereka untuk meletakkan mainan mereka di tempat sampah yang sesuai setelah mereka selesai bermain, menyortir buku berdasarkan warna di rak, atau menyusun boneka binatang mereka di tempat tidur menurut ukurannya.

Orang tua juga dapat melibatkan mereka untuk membantu menyortir cucian.

2. Mengetahui Nomor Darurat

Penting untuk mengajarkan pada anak nomor yang dapat dihubungi pada saat keadaan darurat, orang tua dapat memberi contoh kejadian apa yang dapat diklasifikasikan pada keadaan darurat di mana mereka harus menghubungi nomor tersebut.

Ajarkan pada anak untuk mengingat nama alamat lengkap dari rumah dan nama lengkap orang tua mereka.

Selalu usahakan untuk menyimpan nomor tersebut di tempat yang berdekatan dengan mereka seperti pada tas yang dipakai pergi sekolah.

3. Memilih Pakaian

Ajarkan anak cara berpakaian dengan benar, ini dapat dihubungkan dengan cuaca, seperti anak diajarkan untuk memilih pakaian dengan lengan panjang saat musim hujan tiba karena udara cenderung dingin, atau pakaian dengan warna cerah saat musim panas karena mudah menyerap keringat dan tidak membuat gerah.

4. Menyiapkan Meja

Sebelum waktu makan tiba, ajarkan anak untuk berpartisipasi menyiapkan dan menata peralatan makan seperti piring, sendok, garpu, dan cangkir.

Ini juga dapat mengajarkan mereka agar mengenal dan menghafal spasial dan prosedural.


Usia 5–7 Tahun

Anak-anak pada usia ini senang saat mereka seperti melakukan pekerjaan orang dewasa. Orang tua dapat memberikan arahan dan prosedur untuk melakukan berbagai kegiatan tersebut.

1. Melakukan Tugas Pembersihan Dasar

Selain menyeka wastafel dan menyedot debu ringan, orang tua dapat meminta bantuan pada anak untuk memilah sampah dan mendaur ulang.

Mempelajari sampah mana yang dapat didaur ulang dapat diarahkan pada percakapan yang baik tentang perubahan iklim, menjaga lingkungan, dan tidak menghasilkan terlalu banyak limbah.

2. Mempersiapkan dan Menyortir Cucian

Ajari anak cara memisahkan warna terang dan gelap. Minta mereka untuk mengosongkan kantong sebelum memasukkan sesuatu ke dalam mesin cuci, dan bicarakan mengapa satu kaus kaki merah dapat mengubah pakaian warna putih menjadi merah muda.

3. Merapikan tempat tidur

Orang tua dapat mengembangkan rutinitas pagi dengan merapikan tempat tidur sebagai bagian dari persiapan untuk memulai hari.

Melakukan tugas ini secara teratur akan menanamkan kebiasaan seumur hidup yang akan bermanfaat bagi mereka selama sisa hidup mereka.

4. Mengembangkan Keterampilan Memasak

Mengaduk, mencampur, mengguncang, mengocok merupakan aktivitas yang sangat populer di kalangan anak-anak.

Ajak anak berpartisipasi melakukannya saat menyiapkan adonan untuk memasak, misalnya mengocok telur dan memberikan selai pada roti.


Usia 8–10 tahun

Anak dalam kelompok usia ini dapat mengelola sebagian besar tugas yang ramah anak.

Mereka juga dapat mulai melakukan beberapa tugas yang tidak dapat mereka lakukan pada usia enam atau tujuh tahun seperti memasak di atas kompor panas, dengan catatan mereka sudah memiliki pemahaman tentang keamanan.

1. Memasak Hidangan Sederhana

Di usia ini, orang tua mungkin bisa mengajari anak cara memasak hidangan sederhana seperti dadar telur, merebus air untuk membuat pasta, dan membuat pancake.

2. Belajar Berkebun

Berkebun adalah salah satu cara terbaik untuk memadukan kecakapan hidup dengan sains. Misalnya, bicarakan tentang berapa banyak tanaman tomat membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh.

Juga bicarakan tentang berbagai jenis tanah dan apa yang terbaik untuk membantu tanaman tumbuh. Dan pastikan untuk memberitahu mereka tentang hewan merayap yang dapat menyerang kebun dan memakan semuanya.

3. Menggunakan Alat Umum

Palu, obeng, kunci pas sebagian besar alat ini memerlukan koordinasi fisik. Tetapi mereka juga membutuhkan beberapa unsur matematika atau ilmu fisika dalam bentuk sudut, gaya, momentum, dan kecepatan.

Carilah kesempatan bagi anak agar dapat membantu dengan menggunakan alat. Misalnya, minta mereka mengencangkan sekrup pada rak handuk di kamar mandi atau membantu menggantung foto di kamar mereka.


Usia 11+ (Remaja)

Remaja perlu belajar bagaimana bertanggung jawab atas waktu, uang, dan kebersihan pribadi mereka yang diperlukan untuk hidup mandiri suatu hari nanti, seperti menyeimbangkan rekening bank dan melakukan perawatan rumah tangga dasar.

1. Mengelola Uang

Ini adalah matematika, meskipun penting untuk mengajari anak cara agar tidak mengeluarkan uang terlalu banyak, mereka juga perlu mengetahui beberapa keterampilan terkait lainnya.

Ini mungkin menghitung pembayaran bunga pada kartu kredit dan pinjaman, membandingkan harga pembelian, membuat anggaran, dan mengajukan pengembalian pajak.

Orang tua bahkan dapat memberi mereka sejumlah uang yang dapat mereka belanjakan setiap bulan dan mendorong mereka untuk menetapkan anggaran tentang cara membelanjakannya.

2. Belajar Perawatan Rumah Tangga

Pada usia ini, bisakah anak mengganti bola lampu? pompa gas? membuka saluran pembuangan? memotong rumput? Jika belum, saatnya mereka belajar.

Suatu hari anak akan tinggal di asrama atau apartemen saat kuliah atau bekerja dan mereka akan membutuhkan keterampilan dasar ini.

3. Tanggung Jawab Pribadi

Penting bagi anak pada usia ini untuk merasa nyaman melakukan panggilan telepon, mengatur janji temu, memesan makanan, merencanakan makanan, dan memanajemen waktu mereka.

Pada tahap ini anak dapat diajarkan untuk mengetahui tanggung jawab pribadi mereka.

Misalnya, berhentilah membujuk mereka untuk membersihkan kamar dengan reward mereka dapat melakukan FaceTime dengan teman, namun dorong mereka untuk menetapkan jadwal akhir pekan dan menyisakan waktu untuk keduanya.

4. Kebersihan

Pada usia ini ajarkan anak untuk menyadari dan melakukan kebersihan pribadi mereka. Terapkan waktu tertentu untuk mandi pagi dan sore, ini akan membuat mereka lebih disiplin.

Pada usia remaja juga penting untuk membiasakan mereka merawat kulit dengan baik dan menggunakan deodorant, berikan mereka kesempatan untuk memilih produk yang mereka inginkan.


Baca juga artikel terkait PARENTING atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Dhita Koesno
DarkLight