Badai Tropis Ana di Madagaskar Terkini: Jumlah Korban Tewas 46

Penulis: Alexander Haryanto - 26 Jan 2022 13:04 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Total ada 46 orang tewas akibat badai topis Ana yang melanda tiga negara, yakni Madagaskar, Mozambik dan Malawi.
tirto.id - Badai topis Ana menghantam tiga negara, yakni Madagaskar, Mozambik dan Malawi. Akibatnya, bencana itu menewaskan sedikitnya 46 orang.

Seperti dikutip Alarabiya News, badai yang terjadi di pantai timur pulau terbesar di Afrika, Madagaskar itu telah mengakibatkan hujan lebat sehingga membuat banjir dan tanah longsor di ibu kota Antananarivo.

Berdasarkan laporan terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Madagaskar pada hari Selasa, 25 Januari 2022, badai itu telah menyebabkan sedikitnya 39 orang meninggal dunia dan hampir 65.000 orang kehilangan tempat tinggal sejak pekan lalu.

Kepada AFP, Direktur Unit Penyelamatan di Badan Penanggulangan Bencana, John Razafimandimby mengatakan, pihaknya masih dalam proses evakuasi orang-orang di wilayah banjir.

Usai melewati Samudra Hindia, badai tropis Ana itu itu mendarat di daratan Afrika pada hari Senin sehingga mengakibatkan hujan lebat dan angin kencang di distrik tengah dan utara Mozambik.



Menurut keterangan pejabat Mozambik, akibat bencana itu, tiga orang tewas dan sedikitnya 49 orang mengalami luka-luka di Provinsi Zambezia. Bahkan, lebih dari setengah juta orang terkena dampak di Zambezia serta provinsi Nampula dan Sofala. Hal itu disampaikan pemerintah Mozambik dan badan-badan PBB.

Selain itu, ada empat orang tewas di negara tetangga Malawi oleh badai yang menerjang sebagian besar negara itu setelah banjir bandang menaikkan permukaan air. Listrik pun padam karena perusahaan mematikan generatornya.

Ada satu klinik dan 16 ruang kelas sekolah yang hancur dalam semalam, kata Institut Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana.

Perkiraan PBB

Berdasarkan perkiraan PBB, badai tropis Ana itu akan mengakibatkan banjir yang meluas, menggusur orang dan merusak infrastruktur.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan, badai itu berpotensi mempengaruhi "populasi yang sangat rentan yang telah menderita dari bencana alam sebelumnya dan konflik di Mozambik utara."

“Generasi kami bergantung pada ketinggian air, dan saat ini levelnya terlalu tinggi bagi kami untuk menjalankan mesin. Itu terlalu berisiko,” Moses Gwaza, juru bicara Perusahaan Pembangkit Listrik, mengatakan kepada AFP.


Baca juga artikel terkait BADAITOPIS ANA atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight