Menuju konten utama

Bacaan Talbiyah Labaik Allahuma Labaik: Artinya, Arab, dan Latin

Bacaan talbiyah labaik allahuma labaik artinya cukup mendalam. Baca penjelasannya lengkap termasuk ketahui ketentuan membaca kalimat talbiyah di sini.

Bacaan Talbiyah Labaik Allahuma Labaik: Artinya, Arab, dan Latin
Peziarah Muslim melemparkan batu ke pilar dalam rajam simbolis setan, ritual terakhir haji tahunan, dan hari pertama Idul Adha, di Mina dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Jumat, 31 Juli 2020. (Kementerian Media Saudi melalui AP)

tirto.id - Bacaan talbiyah lengkap bahasa arab-latin adalah “Labbaikallahumma labbaik; Labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk. Laa syarika lak.” Bacaan talbiyah haji dan umrah tidak berbeda dari segi kalimat maupun artinya.

Setelah membaca kalimat talbiyah tiga kali, jemaah haji dan umrah disunnahkan membaca shalawat. Kemudian, jemaah haji maupun umrah juga disunnahkan menutupnya dengan bacaan doa talbiyah.

Dalam artikel ini akan dijabarkan tentang bacaan talbiyah labaik allahuma labaik artinya dan juga dalam tulisan arab serta latin. Termasuk ketentuan membaca kalimat talbiyah tersebut.

Pengertian Kalimat Talbiyah Labaik Allahuma Labbaik

Arti talbiyah menurut bahasa adalah pemenuhan, jawaban, atau pengabulan atas panggilan dengan niat ikhlas. Arti itu selaras dengan makna asal kata talbiyah dalam bahasa Arab, yakni labba. Adapun menurut syariat Islam, talbiyah adalah kalimat yang diucapkan untuk memenuhi panggilan Allah SWT ketika sedang ihram dalam ibadah haji atau umrah.

Mengucapkan bacaan talbiyah termasuk salah satu sunnah dalam ibadah haji dan umrah, dan bahkan diwajibkan oleh sebagian ulama. Menurut Mazhab Syafii dan Mazhab Hanbali, hukum membaca talbiyah adalah sunnah.

Sementara itu, Imam Abu Hanifah berpendapat, membaca talbiyah merupakan syarat sah ihrām. Adapun bagi Mazhab Maliki, hukum membaca talbiyah ialah wajib.

Menukil kitab Al- Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam al-Syafi’i (Damaskus: Dar al-Qalam, 1992) lantunan kalimat tersebut dianjurkan sudah mulai dilantunkan sejak berniat dan keluar dari rumah dalam perjalanan menuju Masjidil Haram di Mekah.

Penulis kitab tadi, Imam Abu Ishak Ibrahim bin Ali bin Yusuf al-Fairuzzabadi al-Syairazi, juga menyebutkan bahwa dalam kondisi perjalanan yang berat semisal menanjak atau menurun, kalimat talbiyah lebih disunnahkan terucap ketimbang kalimat lainnya.

Jemaah calon haji atau umrah yang sudah melaksanakan ihram, disunnahkan mengucap talbiyah dengan suara dikeraskan bagi laki-laki, sementara wanita secara pelan. Ihram sendiri adalah keadaan saat para jemaah mengenakan busana tak berjahit, yakni kain berwarna putih sebelum memasuki miqot (batas wilayah) di tanah halal.

Khusus bagi jemaah haji, talbiyah dibaca terus-menerus sampai selesai melontar jumrah aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Setelah itu, kalimat talbiyah diganti dengan takbir.

Bacaan talbiyah memiliki makna menjawab panggilan Allah SWT untuk melakukan ibadah haji ataupun umroh. Seperti layaknya seorang hamba yang menjawab patuh saat diperintah oleh Pencipta-nya, rangkaian kalimat itu sebagian besar berisi pujian dan ikrar ketaatan, juga ketauhidan.

Bacaan Talbiyah Arab, Latin, dan Artinya

Berikut ini bacaan talbiyah lengkap labaikallah humma labaik arab, tulisan latin, dan artinya:

1. Bacaan talbiyah arab:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

2. Bacaan talbiyah latin:

Labbaika allahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk. Laa syariikalak.

3. Labaik allahuma labaik artinya apa? Berikut arti bacaan talbiyah:

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”

Bacaan Shalawat setelah Talbiyah

Setelah mengucapkan kalimat talbiyah di atas, maka jemaah akan melanjutkan dengan membaca shalawat kepada Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam. Bacaannya seperti umumnya shalawat yakni:

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina Muhammadin

Artinya: “Ya Allah berilah kesejahteraan dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Bacaan Doa Talbiyah

Setelah memuji Allah Subhanahu wata’ala dengan kalimat talbiyah, disambung dengan mengucapkan shalawat pada Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam, sunnah selanjutnya adalah berdo’a untuk diri sendiri. Inti dari do’a berisi permohonan agar Allah Subhanahu wata’ala ridha kepada ibadah yang dilakukan yakni haji atau umroh tersebut.

Berikut bacaan doa setelah talbiyah:

اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَ نَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma inna nas aluka ridhaaka wal jannata wa na’uudzubika min sakhaatika wannaar. Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa adzaabannaar.

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya kami memohon keridhaan dan surgaMu, kami berlindung padaMu dari murkaMu dan neraka. Wahai Tuhan kami, karuniailah kami kebaikan di dunia dan kebaikan pula di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.”

Ketentuan Membaca Kalimat Talbiyah

Pengulangan bacaan talbiyah, sholawat dan do'a tersebut terus dilakukan, baik secara lirih, keras atau dalam hati selama pelaksanaan ibadah haji dan umroh.

Sebenarnya, selama perjalanan dari rumah ke asrama haji, atau saat menuju ke tanah suci (Mekkah) jemaah haji atau umrah diimbau membaca talbiyah. Selain untuk tujuan memantapkan niat, bacaan talbiyah bisa menjadi pelengkap doa dan zikir.

Berdasarkan isi buku Tuntutan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI, berikut waktu membaca kalimat talbiyah saat ibadah haji dan umroh:

  • Talbiyah mulai dibaca setelah niat ihram dari miqat (saat haji atau umroh);
  • Talbiyah kemudian dibaca dalam rangkaian ibadah haji atau umroh berikutnya;
  • Bagi jemaah haji, waktu berakhirnya membaca talbiyah adalah ketika sudah selesai melontar jumrah aqabah pada 10 dzulhijjah (saat itu bacaan talbiyah diganti takbir);
  • Bagi jemaah umroh, waktu berakhirnya membaca talbiyah adalah ketika sudah tiba waktunya akan memulai tawaf.

Baca juga artikel terkait HAJI atau tulisan lainnya dari Cicik Novita

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Addi M Idhom & Ibnu Azis