Bacaan Surat Ad Dhuha: Terjemahan, Arab, Latin, & Isi Kandungan

Kontributor: Beni Jo, tirto.id - 24 Agu 2022 14:05 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Surat Ad Dhuha banyak dibaca saat salat tarawih dan duha. Berikut ini surat Ad Dhuha latin, Arab, terjemahan, dan isi kandungan.
tirto.id - Surat ad Dhuha adalah surah yang terdiri dari 11 ayat. Surat ini banyak dibaca ketika salat tarawih dan duha yang merupakan ibadah salat yang diwasiatkan Nabi Muhammad kepada Abu Hurairah.

Surah ad-Duha adalah surah yang ke-93 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong tergolong Makkiyah karena diturunkan di Kota Mekkah. Surah ad-Duha terdiri dari 11 ayat. Surah in sering dibaca dalam saat berjamaah, demikian pula jika seseorang mengerjakan salat duha.

Nama ad-Duha dalam surah ini diambil dari sumpah Allah pada ayat pertama, "demi waktu duha", yaitu waktu ketika matahari sudah naik sekitar sepenggalah. Surah ini diturunkan setelah beberapa waktu Nabi Muhammad tidak mendapatkan wahyu dari Allah. Hal ini membuat kaum kafir Mekah menghina beliau dengan ucapan semacam "Muhammad sudah tidak dipedulikan Tuhannya".

Diriwayatkan oleh Al Aswad bin Qais, bahwa Jundub bin Sufyan mengisahkan, seorang dari kaum kafir tersebut, Ummu Jamil binti Harb, istri Abu Lahab, berkata kepada Muhammad, "Wahai Muhammad, aku benar-benar berharap setanmu telah meninggalkanmu. Sebab, aku tidak lagi melihatnya sejak dua hari atau tiga hari ini." (H.R. Bukhari 4569).

Sebagai jawaban atas ucapan itu, diturunkanlah Surah ad-Duha yang menegaskan, Allah sama sekali tidak meninggalkan atau memurkai Muhammad. Sebaliknya, Allah selalu menjaga beliau tanpa terputus.

Dalam Surah ad Duha juga diterangkan larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta. Terdapat pula perintah Allah agar selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikan-Nya.

Surah ad-Duha biasa dipakai orang untuk melaksanakan salat, baik berjamaah maupun sendiri. Apalagi pada bulan Ramadan, surah ini juga biasa dibaca pada salat tarawih.

Selain itu, ketika mengerjakan salat sunah duha pada waktu matahari terbit hingga menjelang masuknya duhur, surah ad-Duha juga dibaca pada rakaat pertama setelah membaca Al-Fatihah.

Mengerjakan salat duha memiliki beberapa kemuliaan, di antaranya dapat diketahui dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, "Rasulullah saw, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal: pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat duha (setiap hari), ketiga salat witir sebelum tidur."

Selain itu, dalam hadis lain juga disebutkan bahwa, "Barang siapa menjaga salat duha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan."



Bacaan Surah ad-Duha


Berikut bacaan Surah ad-Duha dalam bentuk tulisan bahasa Arab, latin, beserta terjemahannya.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالضُّحٰىۙ - ١

waḍ-ḍuḥā

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ - ٢

wal-laili iżā sajā

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ - ٣

mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ - ٤

wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ - ٥

wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fa tarḍā

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ - ٦

a lam yajidka yatīman fa āwā

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ - ٧

wa wajadaka ḍāllan fa hadā

وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ - ٨

wa wajadaka 'ā`ilan fa agnā

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ - ٩

fa ammal-yatīma fa lā taq-har

وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ - ١٠

wa ammas-sā`ila fa lā tan-har

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ - ١١

wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ

Terjemahan Surah ad Dhuha


Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),

dan demi malam apabila telah sunyi,

Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,

dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.

Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),

dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,

dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).

Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).


Iman Kepada Kitab Allah

Iman kepada kitab-kitab Allah swt merupakan rukun iman yang ketiga, yang memiliki makna percaya dan meyakini bahwa Allah swt mempunyai kitab yang telah diturunkan kepada para rasul-Nya agar menjadi pedoman hidup bagi umatnya.

Hukum beriman kepada kitab-kitab Allah swt adalah fardhu’ain yakni kewajiban atau sesuatu yang punya hukum wajib bagi setiap orang yang beragama Islam.

Iman kepada kitab-kitab Allah swt menjadi landasan bagi agama kita. Karena, dengan mengimani kitab-kitab Allah, selain percaya akan keagungannya, kita juga percaya atas semua perintah, larangan, serta ajarannya yang diturunkan kepada nabi-nabinya. Adapun, cakupan iman kepada kitab Allah swt meliputi empat perkara. Antara lain:

1. Iman bahwasanya kitab-kitab tersebut turun dari Allah swt.

2. Iman dengan nama-nama yang kita ketahui dari kitab-kitab tersebut, seperti al-Qur`an yang Allah swt turunkan kepada Muhammad saw, Taurat kepada Musa a.s, Injil kepada Isa a.s, dan lain sebagainya.

3. Pembenaran terhadap berita-berita yang shahih, seperti berita-berita yang ada dalam Al-Qur’an dan kitab-kitab suci sebelumnya selama kitab-kitab tersebut belum dirubah atau diselewengkan.

4. Pengamalan terhadap apa -apa yang tidak di-nasakh (dibatalkan) dari kitab-kitab tersebut, menerimanya dan berserah diri dengannya, baik yang diketahui hikmahnya, maupun yang tidak diketahui.”



Baca juga artikel terkait SURAH AD DUHA atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Ibnu Azis & Yulaika Ramadhani
DarkLight