Bacaan Niat Puasa Ramadhan Arab-Latin & Arti dan Waktu Mengucapkan

Oleh: Abdul Hadi - 12 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Niat puasa ramadhan boleh diucapkan dalam hati atau dibaca dengan mengucapkan lafalnya. Waktu berniat puasa Ramadhan: Malam sampai imsak.
tirto.id - Kemenag RI sudah mengumumkan bahwa hasil sidang isbat hari ini menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1442 H jatuh pada tanggal 13 April 2021, Selasa besok.

Dengan demikian, umat Islan di Indonesia bisa mulai melaksanakan ibadah tarawih dan witir pada malam ini, serta makan sahur di waktu Selasa dini hari nanti.

Puasa Ramadhan dianggap tidak sah jika tidak diringi dengan niat. Fungsi niat tersebut ialah untuk menunjukkan kejelasan ibadah puasa dan membedakannya dari ibadah yang lain.

Dalil mengenai keharusan niat ini tertera dalam sabda Nabi Muhammad SAW: "Sesungguhnya amal perbuatan disertai dengan niat-niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang telah mereka niatkan," (H.R. Bukhari).

Berdasarkan hadis di atas, niat puasa dikategorikan sebagai salah satu dari dua rukun puasa yang wajib ditunaikan. Rukun puasa lainnya adalah menahan diri dari pembatal puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Kendati niat boleh cukup diucapkan di dalam hati saja, tetapi ulama mazhab Syafi'i menyatakan bahwa melafalkan (membaca dengan suara) niat puasa Ramadhan juga dianjurkan.

Adapun bacaan niat puasa Ramadhan dalam bahasa arab (huruf arab-latin) beserta artinya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: "Nawaitu shauma ghadin an'adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita'ala."

Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan

Dilansir dari NU Online, berbeda dari puasa-puasa sunah, niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari sampai waktu imsak. Hal ini tergambar dalam sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tak ada puasa baginya.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Lalu, bagaimana jika seseorang lupa berniat pada malamnya, kemudian baru teringat ketika usai terbit fajar, misalnya karena ketiduran?

Jika kasusnya karena terlupa, bukan karena disengaja, maka mengucapkan niat pada pagi harinya sudah mencukupi, demikian menurut mazhab Hanafi.

Namun, patut dicatat bahwa berniat puasa di pagi hari Ramadan merupakan pintu darurat, serta tidak dianjurkan untuk terus-menerus dilakukan.

Niat puasa pada pagi hari juga dimaksudkan sebagai taklid atas ijtihad Abu Hanifah agar tidak mencampurkan ibadah yang rusak, serta sebagai langkah kehati-hatian.

Karena itu, untuk mencegah kelupaan niat, setiap muslim dapat membaca niat puasa Ramadan usai salat Tarawih, baik itu sendiri-sendiri atau bersama-sama. Kebiasaan ini lazim dilakukan berbagai jamaah masjid di Indonesia.


Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2021 atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight