Bacaan Dzikir-Doa Setelah Shalat Fardu: Arab, Latin & Terjemahannya

Penulis: Maria Ulfa, tirto.id - 17 Jun 2021 11:55 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Berdoa dan berzikir oleh umat muslim dapat dilakukan setelah melaksanakan salat fardu.
tirto.id - Sebagai umat muslim yang Allah ciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya sudah sepantasnya manusia berzikir dan mengingat kepada Allah SWT.

Berdoa dan berzikir kepada Allah SWT dapat dilakukan kapanpun dan di mana pun. Berdoa dan berzikir dapat dilakukan setelah melaksanakan salat fardu. Dalam pelaksanaannya, salat lima kali dibagi menurut pembagian waktu, yakni subuh, dhuhur, ashar, magrib, dan isya.

Zikir kepada Allah artinya mengingat Allah SWT yaitu dengan cara membaca kalimat-kalimat yang baik seperti membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil.

Selesai berzikir, kemudian lanjutkanlah dengan berdoa kepada Allah SWT dan memohon segala sesuatu yang kita harapkan.

Adab dalam Berdzikir dan Berdoa


Ketika berzikir dan berdoa hendaklah kita perhatikan adan tata caranya supaya doa yang kita panjatkan dapat lebih khusyuk dan dikabulkan oleh Allah SWT.

Adapun adab dan tata cara berzikir dan berdoa seperti dikutip dalam buku Pendidikan Agama Islam antara lain sebagai berikut:

1. Berdoa harus menghadap ke Kiblat.

2. Lakukanlah sesering mungkin berdoa kepada Allah.

3. Hendaknya berdoa sambil mengangkat tangan dengan telapak tangan terbuka ke atas.

4. Berusahalah menangis ketika berdoa.

5. Berdoa harus penuh dengan keyakinan dan kesungguhan.

6. Jangan berdoa dengan suara terlalu keras atau berlebihan.

7. Berdoa dengan rasa takut dan penuh pengharapan.

8. Berdoa hanya untuk kebaikan.

Bacaan Dzikir Setelah Salat Fardu



Setelah mengucapkan salam di akhir salat, hendaknya mengucapkan Allahu Akbar dan Alhamdulillah.
Adapun urut-urutan zikir atau wirid setelah salat adalah sebagai berikut:


1. أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal ‘adziim alladzii laaailaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih.

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung , tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dzat yang maha hidup kekal abadi dan terus menerus mengurus makhluknya tiada henti. Dan aku bertaubat kepada-Nya.

Dibaca sebanyak tiga kali

2. اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Allaahumma antas salaam waminkas salaam wa ilaika ya’uudus salaam fahayyinaa robbanaa bis salaam wa adkhilnal jannata daaros salaam tabaarokta robbanaa wa ta’aalaita yaa dzal jalaali wal ikroom.

Artinya: Ya Allah, engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya darimu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepadamua lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang berkah wahai Tuhan kami dan maha luhur Engkau, Ya Tuhan kami yang Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Dibaca satu kali

3. اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Allahumma la mani a lima a thaita wa la mu’thiya lima mana’ta wa la yanfa’u dzal jadii minkal jaddu, la ilaha illa anta.

Artinya: Ya Allah tidak ada yang menghalangi bagi apa yang telah Engkau berikan dan tidak kepada orang yang kaya di sisi Engkau segala kekayaanya selain dari kebesaran-Mu ya Rabb. Tidak ada Tuhan yang layak disembah selain Engkau.

Dibaca satu kali

4. اَللَّـهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a'inni 'ala dzikrika wasyukrika wa husni 'ibadatika.

Artinya: Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta beribadah kepadaMu dengan baik.

Dibaca satu kali

5. لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laaailaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.

Artinya: Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milikinya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, baik yang hidup atau mati, Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu. Dibaca tiga kali, untuk magrib dan subuh dapat dibaca sebanyak 10 (sepuluh) kali

6. اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

alloohumma ajrinii minannaar

Artinya: Ya Allah, lindungilah aku daripada api neraka

Dibaca tiga kali, untuk magrib dan subuh dapat dibaca sebanyak 7 (tujuh) kali

7. Kemudian dilanjutkan membaca ayat kursi

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal 'aliyyul-'aẓīm

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

8. Membaca surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq, surah An-Nas, dan surah Surat Al-Fatihah.

9. Lalu membaca bacaan tasbih, hamdalah, dan takbir sebanyak 33 kali

Bacaan Tasbih : سُبْحَانَ اللهِ

Subhaanallah

Maha Suci Allah Bacaan

Hamdalah : اَلْحَمْدُلِلهِ

Alhamdulillaah

Segala puji bagi Allah Bacaan

Takbir : اَللهُ اَكْبَرْ

Allaahu Akbar

Allah Maha Besar

10. Dilanjutkan membaca kalimat tauhid.

Kalimat Tauhid: لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ

LaaIlaha Illalloh

Setelah subuh dibaca sebanyak 300 kali, setelah isya 100 kali, setelah zuhur 50 kali, setelah asar 50 kali, dan setelah magrib 100 kali.

11. Terakhir, rangkaian tersebut ditutup dengan membaca doa.


Baca juga artikel terkait PENDIDIKAN AGAMA ISLAM atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Maria Ulfa
Editor: Yulaika Ramadhani

DarkLight