Bacaan Doa Puasa Hari Ke-28 Ramadhan: Arab-Latin dan Terjemahan

Kontributor: Beni Jo, tirto.id - 29 Apr 2022 09:00 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Doa puasa hari ke-28 beserta arti dan terjemahannya. Berikut selengkapnya.
tirto.id - Bagaimana bacaan doa puasa hari ke-28 Ramadhan?

Memasuki hari ke-28 bisa bermakna bahwa bulan Ramadan tinggal menyisakan sekitar 2 sampai 3 hari lagi. Arti lainnya, waktu untuk melakukan ibadah selama bulan mulia ini semakin sempit.

Maka itu, umat muslim sangat dianjurkan memaksimalkan kesempatan yang masih tersisa dengan cara semakin memperbanyak ibadah ketika memasuki hari-hari terakhir Ramadan. Hal ini karena ada banyak keutamaan menjalankan ibadah selama Ramadhan.

Berdasarkan salah satu riwayat hadis Ibnu Majah, dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni."

Dalam hadis lain, Abu Hurairah juga berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Apabila Ramadhan telah tiba maka pintu-pintu surga akan dibuka, lalu pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan pun akan dirantai," (HR Muslim)."

Mengutip laman Suara Muhammadiyah, puasa Ramadhan tidak hanya sebatas menjalankan sebuah kewajiban dari Allah SWT. Namun, puasa Ramadhan juga bisa membebaskan diri seorang muslim dari kepentingan yang bersifat duniawi, tepatnya, yang selama ini telah menjauhkan manusia dari Allah SWT.

Oleh sebab itu, puasa yang sudah dijalankan selama sebulan penuh diharapkan bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama menjalani bulan-bulan berikutnya usai bulan Ramadan berakhir.

Selain itu, mengutip situs NU Online, dituliskan bahwa ibadah puasa Ramadan akan mengarahkan manusia menjadi pribadi yang mencintai terhadap kebenaran dan kesucian jiwanya.

Secara tidak langsung, melalui puasa Ramadhan, umat muslim diarahkan untuk lebih cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dengan cara menjalankan perintah-Nya.

Doa Puasa Ramadhan Hari ke-28 Bulan Ramadhan

Berikut adalah doa puasa hari ke-28 selama bulan ramadan dalam bentuk bahasa Arab, latin, dan terjemahannya.

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ

Latin: Allaahumma waffir hadzdzii minan nawaafili wa akrimnii fiihi biihdhaaril masaaili wa qarrib fiihi wasiilatii ilayka min baynil wasaaili yaa man laa yasyghaluhu ilhaahul mulihhiina.

Terjemahan: "Ya Allah, sempurnakanlah hidupku dengan melaksanakan amalan-amalan Sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah aku kepada-Mu dengan berbagai jalan, Wahai Yang tidak sibuk dengan rintihan orang yang meminta."

Cara Agar Ramadan Lebih Produktif


Beberapa cara di bawah ini dapat dilakukan agar ramadan menjadi lebih produktif. Menurut Abdul Mu’ti dalam "Ramadhan Yang Produktif" dikutip laman Suara Muhammadiyah, salah satu cara ialah dengan berpuasa yang disertai iman serta ikhlas.

Selain itu, yakni melalui tadarus (memperbanyak membaca Al-Qur'an), memahami, dan mengamalkannya. Berikutnya adalah bersedekah.

Dalam melakukan sedekah, bisa diwujudkan dengan santunan atau pelayanan sosial bagi kaum tidak mampu, anak yatim, atau fakir miskin. Sedekah juga bisa memberikan ketenangan dan mencegah musibah.

Cara lainnya adalah dengan melakukan kegiatan yang bersifat sosial alias menjaga persaudaraan.

Melalui bulan Ramadan, beberapa acara keluarga juga bakal dilakukan secara bersama. Seperti buka, sahur, atau tarawih. Artinya, kebersamaan dalam keluarga bisa didapatkan lewat kegiatan-kegiatan tersebut.

Dan terakhir yaitu tentang pendidikan. Selama bulan yang penuh berkah ini, berbagai ceramah agama bisa diikuti, baik secara langsung di masjid/mushola atau dengan daring/online.



Baca juga artikel terkait DOA PUASA atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yulaika Ramadhani
DarkLight