Bacaan Doa Ketika Menerima Zakat Fitrah, Latin, & Terjemahan

Oleh: Abdul Hadi - 19 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Bacaan doa mustahik ketika menerima zakat fitrah menandakan upaya membalas kebaikan muzakki.
tirto.id - Zakat fitrah adalah zakat yang wajib untuk setiap jiwa muslim, baik lelaki maupun perempuan, baik dewasa maupun anak-anak, dilakukan sebagai pembersih dari hal-hal yang mengotori puasa, dan dibayarkan menjelang salat Idul Fitri. Dalam praktiknya, penerima zakat (mustahik) dapat mendoakan pemberi zakat (muzakki) dengan doa khusus.

8 Golongan Mustahik (yang Berhak Menerima Zakat)


Mustahik (penerima zakat) dapat dibedakan menjadi 8 golongan. Mereka adalah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta dan usaha yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam pandangan mazhab Syafi'i, fakir dibedakan dengan miskin, kedudukannya ada di bawah kategori miskin. Fakir adalah orang yang mungkin saja memiliki harta dan usaha, tetapi kurang dari setengah kebutuhannya.

Miskin adalah orang yang penghidupannya tidak cukup. Orang miskin ada di atas fakir. Ia bisa memenuhi lebih dari setengah kebutuhan, tetapi belum mencukupi.

Amil atau pengurus zakat adalah panitia yang akan mengurusi proses terselenggaranya zakat tersebut, yang menyalurkan zakat dari muzakki ke mustahiq.

Mualaf adalah orang yang ada harapan untuk masuk Islam atau orang yang baru masuk Islam/

Riqab atau budak/hamba sahaya, pada masa kini cenderung tidak ada lagi. Namun, istilah ini dapat dikaitkan dengan upaya melepaskan para muslim yang ditawan oleh pihak lain.

Gharim atau orang yang berutang. Gharim yang berhak menerima zakat adalah mereka yang berutang untuk kepentingan yang diperbolehkan syariat, dan tidak mampu membayar.

Fi Sabilillah, dapat dimaknai bukan cuma sebagai orang yang berperang secara fisik untuk Islam, tetapi juga mereka yang berbuat demi kemaslahatan umat.

Ibnu Sabil, atau orang yang sedang dalam perjalanan yang tidak bertujuan untuk maksiat, tetapi tidak dapat kembali ke kampung halaman.

Doa Mustahik Ketika Menerima Zakat

Bagi penerima zakat (mustahik), setelah menerima bagiannya, dianjurkan melafalkan doa untuk kebaikan pemberi zakat (muzakki). Meski zakat fitrah merupakan kewajiban seorang muslim, ia adalah amal baik kepada orang lain. Oleh karenanya, penerima kebaikan sebaiknya membalas kebaikan tersebut, sekurang-kurangnya dengan doa.

Hal ini ditulis oleh Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani dalam Nihayatuz Zain (2002) sebagaimana dikutip NU Online, "Seyogianya orang yang menerima zakat mendoakan mereka yang menyerahkan zakatnya. Dengan kata lain, siapa saja yang berbuat kebaikan kepadamu, maka balaslah ia dengan kebaikan serupa. Jika kalian tidak sanggup, maka doakanlah ia dengan sungguh-sungguh hingga terwujud pembalasan kebaikan yang setara,” (hHlm. 177).

Anjuran berdoa tersebut didasari oleh hadis Nabi Muhammad saw., “Barangsiapa diperlakukan baik (oleh seorang), hendaknya ia membalasnya. Apabila ia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya. Jika ia memujinya, maka ia telah berterima kasih kepadanya; namun jika menyembunyikannya, berarti ia telah mengingkarinyA,” (H.R. Bukhari).

Doa bagi yang menerima zakat kepada pemberi zakat adalah sebagai berikut:

طَهَّرَ اللهُ قَلْبَكَ فِي قُلُوْبِ الأَبْرَارِ وَزَكَّى عَمَلَكَ فِي عَمَلِ الأَخْيَارِ وَصَلَّى عَلَى رُوْحِكَ فِي أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ

Bacaan latinnya: "Thahharallāhu qalbaka fī qulūbil abrār, wa zakkā ‘amalaka fī ‘amalil akhyār, wa shallā ‘alā rūhika fī arwāhis syuhadā’."

Artinya, “Semoga Allah menyucikan hatimu pada hati para hamba-Nya yang abrar. Semoga Allah bersihkan amalmu pada amal para hamba-Nya yang akhyar. Semoga Allah bersalawat untuk rohmu pada roh para hamba-Nya yang syahid.”

Doa lain yang dapat dilafalkan juga sebagai berikut:

أجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ, وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ, وَاجْعَلْهُ لَكَ طَهُوْرًا

Bacaan latinnya: "Ajarokallahu fiimaa a'athoita wa baaraka laka fiimaa abkoita waj'alhu laka thohuuro."

“Mudah-mudahan Allah memberi pahala atas apa yang engkau berikan, memberikan berkah atas apa yang masih ada di tanganmu dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Kebaikan doa ini berbuah pahala di sisi Allah SWT sebagaimana hadis yang diriwayatkan Ummu Darda' bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, "Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: 'Amin'. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi." (H.R. Muslim).

Baca juga artikel terkait ZAKAT FITRAH atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight