Menuju konten utama

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunah dan Artinya

Bacaan doa buka puasa Ramadhan yang akrab di Indonesia berbunyi, "Allâhumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa-Allah". Doa ini diucapkan setelah seorang muslim membatalkan puasanya, atau setelah berbuka.

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunah dan Artinya
Ilustrasi makanan yang banyak mengandung gula. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Terdapat ragam doa buka puasa Ramadan sesuai sunah Nabi Muhammad saw. Di Indonesia, doa yang umum dibaca adalah "Allâhumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa-Allah". Doa ini diucapkan setelah seorang muslim membatalkan puasanya, atau setelah berbuka.

Buka puasa menjadi waktu seorang muslim membatalkan puasa yang sudah dikerjakan sejak terbitnya fajar (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu magrib). Buka puasa menjadi momen yang paling ditunggu oleh umat Islam setelah seharian menahan makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan.

Keindahan berbuka ini dilukiskan oleh Nabi Muhammad saw., "Bagi orang yang menjalankan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya".

Doa Buka Puasa Ramadan dan Artinya

Terdapat ragam doa buka puasa Ramadan. Salah satunya, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, secara lengkap berbunyi sebagai berikut:

"Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husein bin Waqid. Kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al-Muqaffa‘, ia berkata bahwa aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, ‘Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, insyâ Allah’,” (H.R. Abu Dawud).

Doa tersebut dicantumkan dalam Tuntunan Ibadah pada bulan Ramadhan di Masa Darurat COVID-19 (2020) oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (hlm. 31--32).

Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘urūqu wa tsabatal-ajru insya Allah

Artinya, "Hilanglah rasa haus dan basahlah urat-urat (badan) dan insya Allah mendapatkan pahala

Selain itu, terdapat doa lain yang bersumber dari riwayat Imam Bukhari dan Muslim, yang diterangkan oleh yekh M Khatib As-Syarbini, berbunyi, "Allâhumma laka shumtu, wa ‘alâ rizqika afthartu."

Sejumlah ulama Mazhab Syafi’i kemudian menggabungkan doa riwayat Imam Bukhari dan Muslim ini dengan doa riwayat Abu Dawud menjadi satu sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ

Artinya, "Duhai Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaAllah Ta'ala."

Sunah-sunah Dalam Berbuka

Terdapat beberapa hal yang dianjurkan ketika seseorang berbuka puasa Ramadan sebagai berikut.

1. Menyegerakan Berbuka

Menyegerakan berbuka ketika azan magrib sudah berkumandang termasuk dalam amalan yang dianjurkan, seperti yang diriwayatkan Sahl bin Sa‘ad, bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Orang akan selalu baik (sehat) apabila ia menyegerakan berbuka.”

2. Berbuka dengan Kurma atau Air (Makanan Manis)

Diriwayatkan Anas bin Malik, bahwa Nabi Muhammad saw. berbuka dengan kurma basah (ruthab) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada. beliau berbuka dengan kurma kering (tamr). Jika kurma basah dan kering tidak ada, Nabi berbuka dengan seteguk air. (H.R. Abu Daud).

3. Tidak Berlebihan dalam Berbuka

Pada dasarnya, berpuasa adalah mengendalikan hasrat, termasuk makan dan minum. Oleh karenanya, menyantap makanan hingga sangat kenyang (berlebihan) justru akan mengurangi esensi puasa.

Rujukannya adalah larangan untuk makan terlalu kenyang, seperti Firman Allah dalam Surah al-A'raf:31, "Makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Baca juga artikel terkait DOA BUKA PUASA atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus