Australia: Tak Ada Perlakuan Khusus Bagi Remaja Saudi Rahaf Alqunun

Oleh: Yantina Debora - 9 Januari 2019
Remaja Arab Saudi yang ditahan di Bangkok saat ingin mencari suaka ke Australia.
tirto.id - Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton mengungkapkan bahwa tak ada perlakuan khusus dari pemerintah Australia bagi remaja Arab Saudi Rahaf Alqunun (18).

“Tidak ada 'perlakuan khusus' bagi siapa pun dalam situasi ini," ujar Peter Duttin dikutip dari Guardian.

"Tidak ada yang ingin melihat seorang gadis muda dalam kesusahan dan dia sekarang jelas menemukan tempat yang aman di Thailand dan PBB akan menilai kebenaran klaim [yang disampaikan Rahaf] dan apa yang akan terjadi selanjutnya."

Mengutip ABC, Rahaf melarikan diri saat orang tuanya berlibur ke Kuwait. Ia berencana ke Australia namun ia ditahan di Bangkok karena tak memiliki dokumen yang lengkap.

Rahaf menyampaikan tujuannya melarikan diri ke Australia guna mencari suaka menggunakan visa turis. Ia mengaku bahwa keluarganya hendak membunuhnya karena meninggalkan Islam. Ia juga kerap mengalami kekerasan dari keluarganya.

Pejabat otoritas Thailand berusaha untuk memulangkan Rahaf ke kuwait menggunakan Kuwait Airways pada Senin pukul 9.00 waktu setempat.

Namun Rahaf menutup pintu hotel bandara tempat ia menginap dengan meja dan kasur agar pihak otoritas tak mambawanya kembali ke keluarganya.

Terkait pengakuan Rahaf, Direktur Human Rights Watch Australia, Elaine Pearson, mengatakan pengakuan Rahaf harus diperhitungkan.

"Dia adalah wanita muda Saudi yang wajahnya terpampang di seluruh dunia," kata Pearson. "Dia lebih berisiko daripada pengungsi lain, tidak hanya dari keluarganya tetapi ancaman yang dia hadapi online dan dari pemerintahnya sendiri," ujar Elaine.

“Kita semua tahu apa yang mampu dilakukan pemerintah Saudi di luar negeri. Saya berharap, begitu klaimnya dinilai, pemerintah Australia akan bertindak cepat untuk membawanya keluar dari Thailand dan ke tempat yang aman."

Pada Selasa malam (waktu Australia), Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan pihaknya telah meminta pihak berwenang Thailand dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) untuk menilai klaim Rahaf sesegera mungkin.

Baca juga artikel terkait ARAB SAUDI atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora