Aturan Parkir Berbayar di UI Bikin Warga Bingung

Oleh: Alfian Putra Abdi - 5 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kepala Humas UI Rifelly Dewi Astuti mengaku belum bisa memberikan informasi terkait nominal tarif dan aturan parkir berbayar di Universitas Indonesia.
tirto.id - Universitas Indonesia (UI) dikabarkan akan menerapkan sistem parkir berbayar. Namun, aturan ini membuat sejumlah warga kebingungan. Salah satunya Adam (24), warga Tanah Baru yang rutin melewati UI sebagai jalur operasional kerjanya.

Ia mengaku kaget saat mengetahui kampus tersebut sudah memasang mesin parkir di pintu masuk Beji, Depok. Ia menduga, masuk UI akan serupa dengan masuk pusat perbelanjaan.

"Kalau dilihat-lihat sih, mesinnya kayak yang di Margo. Masuk harus bayar dong?" ujarnya ketika ditemui di Jalan Palakali, Beji, Depok, Jumat (5/7/2019).

Adam bekerja di salah satu kios gadget di Kelapa Dua, Depok. Untuk menghemat waktu dan jarak tempuh, UI menjadi alternatif rutenya.

"Kalau lewat [Jalan] Nusantara, muter-muter, kan satu arah juga. Sama juga kalau lewat UP. Dekatan lewat sini kemana-mana," ujarnya.

Apabila menerapkan sistem parkir baru, ia berharap UI bisa memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang biasanya hanya numpang lewat saja seperti dirinya, untuk tidak dibebankan biaya.

"Kalau kayak di Mal kan sekali masuk Rp2 ribu tuh. Nah, kalau saya kan bolak-balik, sehari Rp4 ribu cuma untuk numpang lewat doang, " Ujarnya.

Sementara, Aat (34) warga Kelapa Dua, Depok berharap hal yang sama. Ia menyadari tak punya wewenang untuk mengantur UI. Namun, ia berharap ada kebijakan yang bisa meringankan masyarakat yang sudah bertahun-tahun menggunakan UI sebagai jalur alternatif.


"Mudah-mudahan saja enggak bayar. Kan orang lewat sini bukan setahun dua tahun saja. Kalau bisa janganlah [berbayar], " ujarnya ditemui di Pondok Cina, Depok, Jumat.

Menurut Aat, area UI merupakan jalur alternatifnya bekerja. Ia berprofesi sebagai petugas keamanan perumahan di Curug Agung, Tanah Baru, Depok. Adanya rencananya perubahan sistem parkir tersebut, membuat dirinya harus putar otak lagi untuk berangkat kerja.

"Kalau sekarang jadi bayar, yah bingung juga mau lewat mana. Muter dah lewat Lenteng Agung. Kagak mau dah lewat Margonda, macet banget. Enggak efisien waktunya, " tuturnya.

Berdasarkan pantauan wartawan Tirto di lapangan, semua akses pintu masuk UI sudah terpasang mesin parkir yang belum beroperasi.

Setiap pintu pun, terpampang spanduk informasi bertuliskan: “Uji coba dan sosialisasi kebijakan parkir sepeda motor di lingkungan UI. 15-30 Juli 2019. Gratis. Tarif parkir berlaku mulai 1 Agustus 2019. Mahasiswa, dosen, dan teknik diberlakukan tarif khusus.”

Saat dikonfirmasi Tirto mengenai hal tersebut, Kepala Humas UI Rifelly Dewi Astuti mengaku belum bisa memberikan informasi terkait nominal tarif dan aturan terkait lainnya. Sebab, sampai saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) dari rektorat.

"Tunggu saja SK rektornya. Namanya perubahan pasti ada yang pro dan kontra, " ujarnya, Jumat.


Baca juga artikel terkait TARIF PARKIR atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight