World Cup 2022

Aturan Adu Penalti Piala Dunia 2022: Imbang, Lanjut Berapa Kali?

Kontributor: Yuda Prinada, tirto.id - 6 Des 2022 08:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Bagaimana aturan adu penalti di Piala Dunia 2022 selama fase gugur dari 16 besar hingga final?
tirto.id - Aturan adu penalti di Piala Dunia 2022 akan diberlakukan jika terjadi hasil imbang sepanjang waktu normal dan babak tambahan. Pemenang adu penalti di fase gugur World Cup 2022 Qatar adalah tim yang mencetak gol paling banyak di babak tos-tosan dan berhak melaju ke fase selanjutnya.

Dikutip dari Express UK, peraturan mengenai adu penalti di pertandingan sepak bola ini sudah berlaku sejak 1978. Sedangkan di Piala Dunia, format adu penalti diterapkan pertama kali pada 1986 yang digelar di Meksiko. Kala itu, Brasil kalah adu penalti 3-4 oleh Prancis.

Di Piala Dunia 2022 Qatar, terdapat aturan penalti sesuai regulasi FIFA. Ketentuan ini hanya berlaku saat ada dua tim yang berlaga di fase knockout alias babak gugur atau fase setelah babak penyisihan grup.


Aturan Adu Penalti di Fase Knockout Piala Dunia 2022

Berdasarkan Regulations FIFA World Cup 2022 (2022: 11-12), laga babak knockout Piala Dunia 2022 akan digelar selama 90 menit dengan pembagian 2x45 menit atau dua babak. Di pertengahan waktu tersebut, ada jeda istirahat selama 15 menit.

Jika sepanjang waktu normal atau 90 menit skor masih sama kuat, maka laga dilanjutkan dengan waktu tambahan. Perpanjangan waktu ini dilakukan sebanyak 2 kali dengan masing-masing babak selama 2x15 menit dan istirahat selama 5 menit saat jeda.

Seandainya skor masih seimbang setelah bertanding total 120 menit, adu penalti akan digelar sebagai penentu akhir. Dengan menggunakan prosedur sesuai Law of the Game, pemenang pertandingan akan ditemukan.

Jumlah semua penendang penalti dihitung berdasarkan pemain yang ada di lapangan. Jika salah satu pemain memperoleh kartu merah dan dikeluarkan, maka jumlah pemain lawannya akan dikurangi 1. Pergantian penjaga gawang diperbolehkan jika diperlukan.


Sebelum babak adu penalti dimulai, dilakukan pelemparan koin koin terlebih dulu untuk menentukan tim mana yang akan menendang bola pertama. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan eksekusi dari masing-masing tim.

Sebelum penalti dilakukan, bola diletakkan di titik putih yang ada di dalam kotak penalti. Secara bergantian dengan pola A-B-A-B, setiap tim akan melakukan tembakan sebanyak 5 kali. Tim yang mampu melesakkan gol lebih banyak dipastikan menjadi pemenang.

Kendati demikian, kemungkinan hasil imbang dalam 5 tendangan itu bisa saja terjadi. Maka, kedua tim harus terus menendang penalti beberapa kali hingga ada salah satu yang lebih unggul. Tim yang unggul gol dalam jumlah tendangan yang sama (mulai tendangan ke-6) langsung menjadi pemenang. Aturan ini dikenal sebagai sudden death.

Jika sampai penendang terakhir dari kedua tim skor masih imbang, maka adu penalti dilanjutkan dengan kembali ke penendang pertama dan seterusnya. Sudden death tetap diterapkan hingga mendapatkan tim pemenang.

Di babak adu penalti, posisi penjaga gawang juga diatur. Situs The Athletic menyebut bahwa kiper wajib berada di garis gawang, bersentuhan, atau berada di belakangnya. Dengan begitu, posisi kiper dilarang berada di depan garis tersebut.

Seandainya penendang gagal lantaran kiper melakukan pelanggaran, tendangan akan diulang. Pengecualian terjadi ketika penjaga gawang melanggar, namun gol tetap tercipta. Otomatis, skor akan dihitung masuk.


Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2022 atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight