Atlet Asing Bicara Soal Tantangan di Superliga Badminton 2019

Oleh: Oryza Aditama - 18 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
"Saya begitu semangat karena ini pertama kalinya ke Bandung, dan tentu berharap untuk hasil yang terbaik," tutur Zhang Beiwen, tunggal putri asal Amerika Serikat milik PB Berkat Abadi.
tirto.id - Sejumlah pemain asing yang turut menjadi pilar klub Indonesia di ajang Djarum Superliga Badminton 2019, menyampaikan antusiasme untuk kejuaraan tersebut. Mereka adalah Zhang Beiwen (Berkat Abadi), Lee Yong Dae (Musica), Michelle Li (Djarum Kudus).

Zhang Beiwen (Berkat Abadi)
Zhang Beiwen merupakan salah satu atlet asing andalan milik skuat tim Berkat Abadi. Tunggal putri asal Amerika Serikat yang kini menduduki peringkat 12 dunia tersebut, mengaku sangat bersemangat di Superliga 2019.

Meski mengungkapkan baru pertama kali ke Bandung, namun sejatinya pebulu tangkis berusia 28 tahun tersebut sudah pernah mengikuti gelaran Superliga Badminton pada edisi 2017 lalu. Bahkan kala itu ia mampu mengantarkan tim putri Berkat Abadi, meraih posisi runner-up di kejuaraan ini.

"Saya begitu semangat karena ini pertama kalinya ke Bandung, dan tentu berharap untuk hasil yang terbaik," tutur Zhang di sela konferensi pers jelang Superliga Badminton 2019, Minggu (17/2/2019). Sebagaimana dilansir oleh Antara.

Beberapa hari sebelumnya, pemain yang pernah merebut gelar juara di ajang India Open 2018 tersebut pun mengaku senang kembali mendapatkan kepercayaan untuk memperkuat PB Berkat Abadi di ajang Superliga tahun ini.

“Saya senang bisa kembali mendapatkan kepercayaan untuk memperkuat tim ini. Semoga saya bisa menyumbangkan poin setiap kali diturunkan,” ujar Zhang, seperti dikutip dari djarumbadminton.com.

Lee Yong Dae (Musica)
Hal senada juga diutarakan oleh Lee Yong Dae asal Korea yang tampil untuk sang juara bertahan sektor beregu putra, Musica. Pebulu tangkis spesialis sektor ganda tersebut, mengaku senang tiap kali berlaga di Indonesia. Pemain senior yang kini telah menginjak usia 30 tahun itu, tercatat sudah tiga kali ikut berpartisipasi di kejuaraan ini.

"Selalu ada perasaan senang saat main di Indonesia. Ini sudah ketiga kalinya main (di Djarum Superliga Badminton). Saya ingin memberikan kontribusi terbaik untuk tim," tutur Lee Yong Dae.

Michelle Li (Djarum Kudus)
Lain lagi dengan pemain asing sektor tunggal putri milik Djarum Kudus, Michelle Li. Pebulu tangkis peringkat 13 dunia asal Kanada tersebut, tercatat baru pertama kali terjun di ajang Superliga pada tahun ini. Meski demikian ia memiliki hubungan yang erat dengan klub asal Jawa Tengah itu.

"Saya ingin bermain bagus untuk Djarum. Djarum menurut saya sangat kuat, sudah banyak wajah-wajah familiar yang saya kenal sejak lama dan kepengurusan mereka sangat baik," terang Michelle.

"Main di PB Djarum adalah sesuatu yang spesial buat saya, karena dulu saya latihan di PB Djarum. Saya latihan di PB Djarum waktu usia 14 tahun,” tambahnnya.



Djarum Superliga Badminton 2019 merupakan kejuaraan bulu tangkis antar klub yang digelar mulai hari ini, Senin (18/2) sampai Minggu (24/2) di GOR Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat. Kompetisi berhadiah total 300.000 dolar AS tersebut menggunakan format pertandingan beregu putra dan putri, layaknya Piala Thomas-Uber.

Sementara seluruh rangkaian laga di kejuaraan ini dapat disaksikan secara langsung melalui live streaming di djarumbadminton.com.

Baca juga artikel terkait SUPERLIGA BADMINTON 2019 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight