Atasi Macet di Jalur Puncak, Pemerintah Mau Bangun LRT

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 19 November 2019
Selama ini solusi hanya berkisar pada rekayasa jalur dan penambahan lajur ketimbang transportasi massal.
tirto.id - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono menyatakan, penanganan kemacetan di Jalur Puncak akan mengarah pada pembuatan angkutan massal Light Rail Transit (LRT). Ia menjelaskan sebagai rencana ini bersifat jangka panjang.

“Jadi kami punya jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangka pendek rekayasa lalu lintas. Jangka menengahnya membangun alternatif. Jangka panjangnya angkutan massal ke daerah puncak. Kami bangun LRT mulai dari Baranangsiang,” ucap Bambang kepada wartawan saat ditemui di Kemenko Kemaritiman, Selasa (19/11/2019).

Bambang mengatakan lokasi pembangunan LRT ini akan dilakukan di Baranangsiang, Bogor Timur.

Kereta ringan ini akan melalui Gadog, Kabupaten Bogor kemudian akan melaju sampai ke Puncak.

Menurut dia, selama ini solusi hanya berkisar pada rekayasa jalur dan penambahan lajur ketimbang transportasi massal.

“Nanti dari Baranangsiang lewatin Gadog kemudian ke arah Puncak. Kenapa demikian? Karena sampai detik ini kita tidak punya angkutan massal ke puncak,” ucap Bambang.

Solusi pemerintah untuk menyelesaikan masalah kemacetan di Puncak sudah dicoba dengan berbagai cara seperti satu arah atau one way.

Salah satu wacana sempat mengarah pada pembangunan jalur puncak II pada Juli 2019.

Pembangunan ini diwacanakan mampu mengatasi kemacetan karena dapat mengurangi beban jalur puncak utama.

Lalu pada Oktober 2019, pemerintah pernah memberlakukan kanalisasi jalur 2-1. Jalur puncak akan dibagi tiga dengan rincian dua jalur pada arah yang sama dan sisanya di arah sebaliknya.

Namun, upaya ini sempat gagal dalam uji coba dan malah menyebabkan kemacetan panjang.



Baca juga artikel terkait LRT atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight