Asupan Nutrisi untuk Menunda Menopause Dini

Oleh: Yulaika Ramadhani - 25 Mei 2017
Dibaca Normal 2 menit
Perempuan yang mendapatkan asupan kalsium tinggi cenderung lebih sedikit mengalami menopause dini dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi kalsium.
tirto.id - Laki-laki itu memegang erat tangan Nicole (30) ketika dokter menyatakan bahwa istrinya tersebut tengah mengalami fluktuasi fungsi ovarium. Istilah selanjutnya yang dokter gunakan untuk menyebut keadaan Nicole adalah ‘keadaan tidak subur’ untuk memperhalus istilah menopause. Keadaan yang bagi kebanyakan perempuan sangat menakutkan.

Begitu halnya dengan Nicole, terlebih lagi tubuhnya disimpulkan telah mengalami menopause bahkan ketika umurnya baru menginjak 30 tahun.

“Ini tidak mungkin terjadi. Ibu saya mengalami menopause pada usia 50 tahun. Pasti ada beberapa kesalahan,” ceritanya di Early Menopause Support Group.

Kenyataan tersebut datang bahkan sebelum Nicole dan suaminya memutuskan untuk mencoba hamil. Perkataan dokter itu seakan-akan memaksa mereka berdua menyerah.

“Tiba-tiba ‘tugas’ [hamil] itu rasanya tidak mungkin lagi,” cerita Nicole.

Gejala yang Nicole tidak sadari adalah hilangnya libido. Ia hanya heran ketika minat seksnya berkurang. Awalnya, ia hanya berpikir bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh perubahan tingkat estrogen. Ia tersadar ada sesuatu yang salah saat siklus menstruasinya yang tidak teratur jadi berhenti sama sekali.

Cerita Nicole terjadi pada banyak perempuan. Menopause telah banyak dibahas, baik dalam pembahasan ilmiah sampai obrolan suami-suami yang ingin tahu mengenai obat dan suplemen untuk mengatasi keadaan yang timbul akibat menopause.

Seorang dokter spesialis kandungan bernama Ali Baziad dalam bukunya Menopause dan Andropause menyatakan jada 15,5 juta perempuan Indonesia berusia lebih 50 tahun di tahun 2000 yang telah memasuki menopause. Diperkirakan pada 2020 akan ada 30,3 juta perempuan di kelompok usia ini yang memasuki masa menopause.

Sementara itu, tulisan Agoestina yang dimuat dalam European Menopause Journal menunjukkan rata-rata perempuan mengalami menopause pada umur 48-49 tahun. Kesimpulan itu diperolehnya setelah meneliti 1.025 perempuan usia 40-55 tahun di Bandung. Maka, dengan bertambahnya populasi perempuan usia di atas 50 tahun, berarti semakin bertambah juga perempuan yang akan melewati fase menopause.

Selain itu, ada juga menopause yang dialami perempuan yang berumur kurang dari 40 tahun. Kasus seperti dialami Nicole ini disebut menopause prematur atau menopause dini. Jika kejadiannya terjadi spontan, sebutannya lain lagi: sebagai ovarium prematur.

Australian Menopause Society menyatakan kira-kira ada 1 dari 100 perempuan yang mengalami ovarium prematur dan 8 dari 100 perempuan mengalami menopause dini. Menopause dini ditandai penghentian masa menstruasi disertai gejala hot flushes atau sensasi panas pada tubuh, serta peningkatan kadar hormon gonadotropin.

Faktor-faktor yang menyebabkan menopause dini adalah kelainan genetik, penyakit autoimun, gangguan gizi berat, penyakit menahun, dan penyakit yang merusak jaringan kedua ovarium. Menopause dini tersebut akan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, osteoporosis, dan penurunan kognitif dini.

INFOGRAFIK Gizi Menopause,

Pencegahan

Telah lama kita tahu bahwa susu mempunyai fungsi penting dalam pertumbuhan dan pertahanan tulang. Penemuan baru menunjukkan susu juga dapat memberi efek positif pada hormon kesuburan.

Sebuah penelitian di Harvard University menunjukkan perempuan yang mendapatkan asupan kalsium tinggi cenderung tak mengalami menopause dini dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi kalsium.

Alexandra Purdue-Smithe, seorang peneliti biostatistik dan epidemologi, dalam The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa telah ditemukan fungsi vitamin D dan kalsium dalam proses penundaan menopause.

"Tidak ada penelitian sebelumnya yang secara eksplisit menilai bagaimana asupan vitamin D dan kalsium terkait dengan risiko awal menopause. Dengan menyesuaikan berbagai faktor, kami menemukan vitamin D dari sumber makanan seperti susu dan ikan berlemak dikaitkan dengan tingkat menopause dini, 17 persen lebih rendah dibanding mereka yang tidak mendapatkan kalsium," kata Alexandra Purdue-Smithe.

Kalsium tinggi juga terdapat di sayuran hijau seperti kangkung dan brokoli serta ikan yang memiliki lemak sehat, kuning telur, dan keju.

Penelitian berjudul "Vitamin D and Calcium Intake and Risk of Early Menopause" ini menunjukkan kekurangan vitamin D dikaitkan dengan kondisi hormonal lainnya, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan endometriosis.

Alexandra Purdue-Smithe juga menyatakan bahwa kalsium dapat meningkatkan produksi hormon yang memperlambat penuaan ovarium serta memperlambat wanita kehilangan sel telurnya. Hal ini penting karena menopause terjadi ketika wanita tak lagi memiliki sel telur. Kesuburan akan menurus drastis selama 10 tahun menjelang menopause sehingga menopause dini dapat memiliki implikasi psikis.

National Health and Medical Research Council of Australia merekomendasikan untuk mengkonsumsi kalsium sebanyak 1.000 mg setiap harinya untuk perempuan di atas usia 19 tahun. Konsumsi ini meningkat setelah umur 50 tahun ke atas, yaitu sebanyak 1.300 mg setiap harinya. Rekomendasi ini terkait dengan kebutuhan kalsium untuk mencegah osteoporosis.

Terpenuhinya asupan kalsium dan perbaikan pola makan serta pola hidup adalah hal penting bagi perempuan. Selain mencegah menopause dini, hal ini juga ditujukan untuk menekan potensi peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler, osteoporosis, dan penurunan kognitif dini. Bagi yang menghindari konsumsi susu, terdapat sumber makanan lain selain susu yang juga mengandung kalsium tinggi, seperti kangkung, brokoli, keju, ikan sarden, salmon dan telur.

Baca juga artikel terkait PEREMPUAN atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Yulaika Ramadhani
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Maulida Sri Handayani