Asmaul Husna Al Baqi Artinya Yang Maha Kekal dan Dalil di Al Quran

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif - 10 Jun 2022 09:20 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Asmaul Husna Al Baqi artinya Yang Maha Kekal, beserta dalil dan maknanya.
tirto.id - Asmaul Husna Al Baqi artinya Yang Maha Kekal. Allah swt. memiliki 99 nama yang baik atau disebut dengan “Asmaul Husna.” Umat Islam sebaiknya mengetahui, paham, dan mengamalkan Asmaul Husna di kehidupan sehari-hari dalam bentuk perilaku, sifat, maupun wirid.

Hal ini dilakukan karena Asmaul Husna memiliki banyak rahasia keutamaan dan manfaat bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Dilansir dari laman NU Online, Asmaul Husna memiliki banyak keistimewaan seperti satunya sebagai doa. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Allah swt melalui firmanNya dalam Surah Al A’raf ayat 180 berikut:

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ - ١٨٠

Arab Latin:

Wa lillāhil-asmā`ul-ḥusnā fad'ụhu bihā wa żarullażīna yul-ḥidụna fī asmā`ih, sayujzauna mā kānụ ya'malụn

Artinya:

“Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. Al A'raf [7]: 180)


Asmaul Husna Al Baqi Apa Artinya?



Al Baqi merupakan satu dari 99 Asmaul Husna yang dimiliki oleh Allah swt. Asmaul Husna Al Baqi artinya ialah Yang Maha Kekal.

Akar kata Al Baqi dalam bahasa Arab Klasik memiliki beberapa arti lain seperti melanjutkan, tetap, dan bertahan, permanen, abadi dan konstan, bertahan hidup selamanya, serta menjadi gencar, terus-menerus, dan tak ada habisnya.

Asmaul Husna Al Baqi secara sederhana memiliki makna bahwa Allah swt. merupakan Dzat yang selalu ada tidak akan pernah menghilang atau lenyap. Dzat Al Baqi ialah satu-satunya yang keberadaanya tidak memiliki awal dan akhir.

Persitiwa alam seperti gunung meletus, banjir, hingga kerusakan lingkungan merupakan tanda bahwa seluruh yang ada di alam ini tidak kekal dan pasti rusak. Kerusakan juga melanda manusia berupa adanya kematian. Sementara itu, Dzat Al Baqi selalu kekal dan tidak pernah hancur maupun meninggal.

Penyebutan terkait pemahaman Asmaul Husna Al Baqi ditampilkan beberapa kali di dalam Al Qur’an. Adapun beberapa contoh penyebutan Al Baqi seperti dalam Surah Al Taha ayat 73.


Dalil Asmaul Husna Al Baqi dalam Al Quran



1. Surah Taha Ayat 73

اِنَّآ اٰمَنَّا بِرَبِّنَا لِيَغْفِرَ لَنَا خَطٰيٰنَا وَمَآ اَكْرَهْتَنَا عَلَيْهِ مِنَ السِّحْرِۗ وَاللّٰهُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى - ٧٣

Arab Latin:

Innā āmannā birabbinā liyagfira lanā khaṭāyānā wa mā akrahtanā 'alaihi minas-siḥr, wallāhu khairuw wa abqā

Artinya:

“Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya).”(QS. Al Taha [20]: 73).


Makna Membaca Asmaul Husna Al Baqi



Asmaul Husna Al Baqi dapat digunakan sebagai wirid dan zikir dalam mengingatkan diri, bahwa hanya Allah SWT yang kekal dan tidak memiliki akhir. Di samping itu, Asmaul Husna Al Baqi juga dapat dijadikan sebagai contoh sifat dan sikap dalam menjalani kehidupan di dunia.

Pengamalan Asmaul Husna Al Baqi dalam diri seorang muslim dapat diwujudkan dengan menerapkan berbagai perilaku seperti hanya memohon dan meminta kepada Allah swt, tidak sombong dan tinggi hati, serta membantu kepada sesama.


Baca juga artikel terkait ASMAUL HUSNA atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani

DarkLight