Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menyatakan akan tetap bekerja sebagai menteri hingga ada keputusan Presiden Jokowi terkait pengganti dirinya.

"Masih kerja, besok pagi kalian masih bisa ketemu saya di sini," kata Menteri Asman, dalam konferensi pers pengunduran dirinya dari jabatan menteri, di kantor Kementerian PAN-RB, di Jakarta, Selasa (14/8/2018) malam.

Asman Abnur menyatakan tetap akan menjalani agenda-agenda yang telah dijadwalkan sebagai menteri.

Berdasarkan informasi, Rabu (14/8/2018) pagi, Menpan-RB dijadwalkan akan menghadiri Konferensi Pers bersama KPK, Kepala Kantor Staf Presiden, Menteri PPN/Bappenas dan Mendagri, tentang Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi pasca Perpres 58 Tahun 2018.

Pada hari yang sama, Menpan juga dijadwalkan menghadiri Rapat Koordinasi Internalisasi Reformasi Birokrasi di Lingkup Satuan Kerja Kemendagri di kantor Kemendagri, Jakarta.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Syafruddin memastikan diri akan menggantikan posisi Asman Abnur sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Syafruddin akan dilantik Di Istana Negara pada hari ini, Rabu (15/8/2018).

"[Jadi] Menteri[PAN-RB], benar," katanya singkat kepada Tirto, Selasa malam.

Ia belum mau merinci cerita di balik penunjukan itu. Yang jelas, Asman dikabarkan mundur karena desakan dari lingkaran pendukung Jokowi.

Wasekjen PAN Saleh Daulay adalah orang yang mengatakan bisa jadi Jokowi tak ingin mengganti Asman. Tapi, katanya kepada Tirto, "mungkin karena lingkaran di sekitarnya, bisa saja beliau didesak. Mudah-mudahan keputusannya membawa kebaikan buat semua."

Saleh enggan memperjelas siapa yang ia sebut lingkaran di sekitar Jokowi. Ia hanya menyatakan, "kami serahkan kepada masyarakat untuk menilai hal itu. Bagi PAN, berbuat untuk masyarakat bisa dari dalam dan juga dari luar pemerintahan."

Kabar pelantikan Syafruddin awalnya datang dari Ketua DPR Bambang Soesatyo. Politisi Partai Golkar ini menyampaikan pada Tirto bahwa ia sudah menerima kabar bahwa ada undangan pelantikan yang diberikan kepadanya.

Syafruddin mengaku masih belum tahu mengenai sosok yang akan menggantikannya di Polri. Beberapa nama yang beredar antara lain Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis dan Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto.