ASI Bukan Penyebab Ruam Susu pada Bayi, Ketahui Cara Mengobatinya

Oleh: Nasywa Humaira - 20 Agustus 2019
Dibaca Normal 2 menit
Ruam susu pada bayi ternyata bukan disebabkan oleh ASI. Lalu apa penyebab dan bagaimana cara mengobatinya?
tirto.id - Masalah kulit yang biasanya dialami oleh bayi ASI adalah adalah ruam susu. Biasanya, ruam kemerahan dan gatal muncul di bagian pipi serta leher.

Banyak ibu yang berpikir bahwa ruam susu tersebut disebabkan oleh ASI. Namun, ternyata ruam tersebut tak disebabkan oleh ASI.

Lalu, apakah penyebab ruam susu dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab ruam susu pada bayi

Dilansir dari Cussons Baby, ruam susu atau dermatitis atopik, ditunjukkan dalam bentuk bintik-bintik merah di pipi bayi.

Disebut sebagai ruam susu, karena banyak orang yang berpikir itu adalah gangguan kulit yang disebabkan oleh menyusui. Padahal, ruam susu bukan disebabkan oleh ASI.

Ruam susu umumnya dialami oleh bayi dengan orang tua yang memiliki riwayat alergi. Ruam dapat terjadi pada bayi yang disusui setelah sang ibu mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan alergi seperti telur atau ayam.

Tetapi hal ini bisa berbeda pada setiap orang. Selain itu, ruam susu juga dapat dipicu oleh polusi udara, suhu panas, tungau atau kuman kecil yang ada di udara atau benda-benda di rumah seperti bantal dan selimut.

Ruam susu menyebabkan gatal, kulit kering dan pecah-pecah. Karena letaknya di pipi, ruam susu mudah tergores oleh tangan bayi Anda.

Hal ini bisa memicu ruam yang melepuh pada kulit dan menyebabkan luka terbuka. Luka ini dapat menyebabkan bakteri dan infeksi jika tidak segera ditangani.

Menurut laman Healthfully, ruam susu pada bayi tidak melulu muncul di bagian pipi. Ruam juga bisa muncul di berbagai bagian tubuh lainnya, seperti hidung, dahi, lipatan leher, bahu, lengan, siku, dada, lutut bahkan pantat.

Dermatitis atopik adalah kondisi kambuhan (hilang-timbul) dan dapat berlangsung lama. Selain itu, karena menyebabkan gatal bisa mengganggu tidur bayi Anda.

Itu sebabnya, penting untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk mencegah kondisi semakin memburuk.

Cara mengatasi ruam Susu pada bayi

Pada dasarnya, prinsip dari pengobatan ruam susu bayi atau dermatitis atopik adalah menghindari segala hal yang bisa memicu alergi. Ada berbagai hal yang bisa memicu alergi, mulai dari makanan atau bahan iritan seperti debu, tungau, polusi udara, suhu panas, kosmetik bayi, dan deterjen pakaian.

Berikut ini adalah berbagai cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengatasi ruam susu bayi menurut Web MD, yaitu:

- Memandikan bayi dengan sabun khusus bayi yang sangat lembut dengan pH netral, mengandung pelembab, dan tidak mengandung pewangi.

- Hindari penggunaan deterjen yang mengandung pewangi ataupun pelembut pakaian. Pakaian bayi Anda harus dibilas dengan baik dan sampai bersih.

- Oleskan pelembap khusus bayi setelah mandi untuk menjaga kelembapan kulitnya. Namun, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dulu agar mendapatkan rekomendasi pelembap yang aman dan sesuai kebutuhan bayi Anda.

- Hindari memakai pakaian terlalu tebal, ketat, atau berbahan kaku seperti wool dan nilon untuk menghindari dari keringat yang bisa memperparah ruam pada kulit bayi. Sebagai gantinya, Anda lebih baik memakaikan pakaian yang berbahan katun lembut.

- Jangan lupa selalu memperhatikan dan menjaga kebersihan popok bayi Anda. Gantilah popok yang sudah kotor atau basah sesegera mungkin dan juga bersihkan pantat bayi secara menyeluruh. Anda bisa mengganti popok bayi setiap 2 jam sekali, dan setelah buang air besar atau kecil.

- Mandikan bayi Anda pada dua kali sehari maksimal 10 menit, hindari menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu dingin karena dapat membuat kulit semakin kering. Selain itu, tepuk-tepuk (jangan menggosok) bagian tubuhnya menggunakan handuk yang lembut.

- Bila bayi minum ASI, ibu harus menghindari makanan yang dapat memicu alergi. Dalam banyak kasus, produk susu sapi dan olahannya bisa jadi pemicu utama. Konsultasikan ke dokter untuk memastikan faktor pemicu terjadinya ruam pada bayi.

- Apabila ruam susu bayi Anda tidak juga kunjung membaik, segeralah berkonsultasi langsung ke dokter anak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan diberikan penanganan yang tepat.


Baca juga artikel terkait ASI atau tulisan menarik lainnya Nasywa Humaira
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Nasywa Humaira
Penulis: Nasywa Humaira
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight