Asam Lambung yang Tak Boleh Disepelekan

Oleh: Aulia Adam - 30 Desember 2016
Dibaca Normal 2 menit
Punya asam lambung? Jangan sepelekan. Penyakit yang sering dianggap tak serius ini bisa mendekatkan seseorang pada kematian.
tirto.id - Keringat dingin keluar dibarengi dengan rasa perut mulas, pandangan mata yang awalnya terang perlahan mulai gelap. Sekujur tubuh seolah menjadi es. Perasaan panik makin menjalar, rasa hati makin tak karuan.

Barangkali ini yang dirasakan oleh Jean Patty sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Jean yang merupakan Puteri Indonesia Maluku 2016 meninggal di usia 26 tahun pada Kamis (29/12). Seperti dilansir dari Antara, Jean Patty meninggal akibat penyakit asam lambung. Para pengikutnya di Instagram banyak yang bersimpati. Rekan-rekannya juga tak menyangka Jean begitu cepat meninggalkan mereka.

Penyebab kematian Jean, asam lambung merupakan gangguan yang paling sering dialami orang dewasa. Situs kesehatan Heatlh Line menyebutkan, 60 persen populasi orang dewasa akan mengalami masalah asam lambung dalam hidupnya. Ini yang membuat kebanyakan orang tak terlalu serius menanggapi penyakit ini.

Padahal, di tingkat tertentu, asam lambung bisa menyebabkan komplikasi masalah kesehatan, kanker, dan kematian. Di Amerika Serikat, tercatat 1.150 kematian pada 2004 yang penyebabnya didiagnosis terkait asam lambung. Di Indonesia, memang tak ada data resmi tentang jumlah penderita penyakit ini.

Asam lambung yang punya nama gastroesophageal reflux disease (GERD) dalam bahasa Inggris, sederhananya adalah masalah pencernaan. Secara etimologi, gastroesophageal berarti perut dan esophagus. Sementara reflux berarti mengalir bolak-balik. Sehingga WebMD, salah satu situs kesehatan AS, mengartikan GERD sebagai gangguan yang membuat isi perut masuk naik ke esophagus.

Dalam proses pencernaan normal, bagian bawah esophagus, disebut lower esophageal sphincter (LES), terbuka agar makanan bisa masuk ke perut dan kembali tertutup untuk mencegah makanan dan asam di lambung mengalir lagi ke esophagus. GERD alias gangguan asam lambung terjadi karena LES yang lemah dan susah menutup.

Penelitian menemukan, gaya hidup dan konsumsi makanan jadi fakor pemicu munculnya asam lambung. Selain menyebabkan kanker, gangguan paru-paru, kemandulan, dan marabahaya lainnya, merokok ternyata juga bisa bikin LES kendur. Sementara dari departemen makanan, cokelat, daun mint, gorengan, makanan berlemak, kopi, dan minuman beralkohol bisa memicu mulas dan naiknya asam lambung.

Gejala paling awam yang terjadi pada penderita asam lambung adalah mulas, yang ditandai dengan rasa terbakar di dada dan rasa asam di mulut. Lebih dari 60 juta orang dewasa di AS merasakan setidaknya mulas sekali dalam sebulan. Sementara 15 juta orang di antaranya mengalami mulas setiap hari.

Infografik Asam Lambung


Selain kasus Jean Patty, cerita Mike McCord dari Inggris juga patut didengar. Ia yang sudah sering mengalami mual-mual sejak usia 10 tahun, tak pernah menganggap serius gejala itu. Ia menolak untuk mengurusi perkara mulasnya dan merasa tak perlu ke dokter. Ia bahkan bilang, “Jangan khawatir, kau tak akan bisa mati cuma karena mulas,” kata Mike kepada istrinya saat diingatkan tentang penyakit itu.

Dua puluh tujuh tahun kemudian, mulas-mulas McCord berkembang jadi kanker tenggorokan yang baru diketahuinya 9 minggu sebelum kematiannya.

“Banyak orang, seperti yang saya takutkan, tak mengerti kaitan antara mulas dan kanker,” kata Rebecca Fitzgerald, ahli gastroesophageal di Inggris pada Daily Mail.

“Kalau mulas sekali dua kali itu normal. Tapi kalau sudah berkali-kali, dan asam terus naik dari perut, artinya tubuh kita sedang melindungi kerongkongan dan membuat jaringan baru. Kondisi ini disebut Barrette Oesophagus (alias Kerongkongan Barrette). Sialnya, jaringan baru itu adalah jaringan abnormal dan cenderung bersifat kanker,” tambah Fitzgerald.

Kerongkongan Barrette adalah dampak paling buruk dari asam lambung. Kondisi ini bisa memicu kanker kerongkongan pada penderitanya. The New York Times menyebutkan, 10 persen pasien dengan gejala GERD punya Kerongkongan Barrette. Tapi tak semua pasien Kerongkongan Barrette punya gejala GERD. Bahkan ada studi yang menyebutkan hampir 50 persen penderita Kerongkongan Barrette tak punya gejala GERD sama sekali.

Sebagai masalah pencernaan, asam lambung erat dengan persoalan makanan, demikian pula cara penanggulangannya. Caranya menghindari makanan-makanan yang punya kecenderungan merusak fungsi LES, juga tak kalah penting mengatur pola makan.

WebMD menyarankan, mengurangi porsi makan juga dapat mengontrol gejala asam lambung. Makan dua hingga tiga jam sebelum tidur dapat mengurangi asam di dalam perut.

Bagi Anda yang sudah terkena penyakit ini, mengatur pola makan jadi rumus yang wajib. Kelebihan berat badan juga punya efek langsung pada penderita asam lambung. Jadi, jangan menunggu asam lambung datang dan menghinggapi diri Anda.

Baca juga artikel terkait PENNYAKIT PENCERNAAN atau tulisan menarik lainnya Aulia Adam
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Aulia Adam
Penulis: Aulia Adam
Editor: Suhendra