Maulid Nabi Muhammad SAW

Arti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam

Penulis: Dhita Koesno, tirto.id - 30 Sep 2022 04:00 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Arti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam dan menurut tradisi yang berkembang di Indonesia.
tirto.id - Maulid Nabi Muhammad merupakan peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad salallaahu 'alaihi wasallam, di mana menurut penanggalan hijriah jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal.

Dalam bahasa Arab, kata maulid artinya adalah hari lahir, atau biasa disebut juga dengan istilah milad.

Peringatan Maulid Nabi di sebagian kalangan umat muslim menjadi salah satu momen yang dirayakan yang tujuannya untuk ekspresi kegembiraan dan sebagai penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Namun, perayaan maulid nabi sendiri merupakan tradisi yang ada dan berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Menurut Moch Yunus dalam jurnal "Peringatan Maulid Nabi (Tinjauan Sejarah dan Tradisinya di Indonesia)", peringatan maulid nabi bagi masyarakat muslim adalah penghormatan dan pengingatan kebesaran serta keteladanan Nabi Muhammad dengan berbagai bentuk kegiatan budaya, ritual dan keagaamaan.

Meski demikian, masih ada perbedaan pendapat dari beberapa ulama yang memandang bahwa peringatan tersebut merupakan Bid'ah atau bukan Bid'ah.

Saat ini, maulid nabi diperingati secara luas di seluruh dunia termasuk tradisi budaya Indonesia. Semangatnya terletak pada momentum untuk menyatukan semangat dan gairah keislaman.

Sejarah Maulid Nabi


Menurut sejarah, awal munculnya tradisi Maulid Nabi pertama kali diadakan oleh khalifah Khaizuran (170 H/786 M), ia ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid yang datang ke Madinah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad di Masjid Nabawi.

Seperti dikutip situs NU yang merujuk pada catatan Ahmad Tsauri "Sejarah Maulid Nabi" (2015), Khaizuran juga mendatangi Makkah dan melakukan perintah yang sama kepada penduduk di sana agar merayakan kelahiran Nabi Muhammad.

Hanya Khaizuran memerintahkan kepada penduduk Makkah untuk merayakan Maulid di rumah-rumah, bukan di masjid seperti di Madinah.

Tujuan peringatan maulid nabi ini dilakukan agar teladan, ajaran, dan kepemimpinan mulia Nabi Muhammad bisa terus menginspirasi warga Arab dan umat Islam pada umumnya.

Khaizuran merupakan salah satu sosok yang mempunyai perhatian besar terhadap Nabi Muhammad beserta situs-situs sejarah peninggalan Nabi. Termasuk memprakarsai penghormatan terhadap kelahiran Rasulullah SAW.

Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan berbagai ekspresi menurut tradisi yang berkembang di wilayahnya.

Salah satunya tradisi masyarakat Jawa yang merayakan maulid nabi dengan membaca Manakib Nabi Muhammad dalam Kitab Maulid Barzanji, Maulid Simtud Dhurar, Diba’, Saroful Anam, Burdah, dan lain-lain.

Selesai membaca Manakib Nabi Muhammad, biasanya masyarakat menyantap makanan bersama-sama yang disediakan secara gotong royong oleh warga.

Masyarakat Muslim di Jawa tidak hanya bergembira merayakan kelahiran Nabi, tetapi juga bersyukur atas teladan, jalan hidup, dan tuntunan yang dibawa oleh Nabi.


Baca juga artikel terkait MAULID NABI MUHAMMAD SAW atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Addi M Idhom

DarkLight