Aplikasi FakeApp, Wajah Palsu Selebritas di Video Porno

Oleh: Ahmad Zaenudin - 6 Februari 2018
Dibaca Normal 2 menit
Aplikasi FakeApp memungkinkan siapapun menciptakan video porno dari wajah orang lain, tak kecuali para wajah para selebritas.
tirto.id - Bagi Anda yang pernah berselancar ke situs-situs porno seperti Pornhub dan situsweb video pornografi lainnya, tentu tak asing dengan kanal khusus “celebrity”. Pada kanal ini menyajikan video porno dengan tema-tema para selebritas.

Video bocoran atau hanya rekaan biasanya tersedia di kanal khusus itu. Wajah seorang selebritas sering kali menjadi obsesi banyak orang. Pada 2016 lalu misalnya, selebritas Kim Kardashian dicari lebih dari 28,8 juta kali di Pornhub. Berturut-turut, Kylie jenner dan Angelina Jolie dicari 4,4 juta kali dan 4,3 juta kali di situsweb esk-esek tersebut.


Nah, belakangan ini muncul pembahasan mengenai video porno hasil rekaan, Deepfakes—nama alias untuk pengguna Reddit, sebagai layanan forum online yang populer di AS. Deepfakes sukses menciptakan video porno dengan wajah palsu selebritas. Nama-nama selebritas top seperti Gal Gadot, Meisie Williams, dan Taylor Swift jadi korbannya.

Laporan Motherboard menyebutkan bahwa tindakan Deepfakes itu tak menggunakan teknologi khusus yang mahal. Deepfakes, memanfaatkan machine learning sumber terbuka (open source) TensorFlow. Sementara itu, wajah selebritas yang ditempelkan pada video porno diperoleh melalui pencarian gambar Google, foto stok, dan video yang tersedia di YouTube. Itu kemudian dijadikan basis data bagi algoritma memahami wajah selebritas yang dijadikan target.

“Saya hanya menemukan cara cerdik bagaimana melakukan penukaran wajah. Dengan ribuan gambar wajah (selebritas), saya dapat dengan mudah menghasilkan jutaan gambar yang terdistorsi untuk mengajari jaringan (machine learning),” ungkap Deepfakes pada Motherboard.

Kerja jail Deepfakes berbuah ketenaran padanya. Akun Reddit-nya telah memiliki lebih dari 15 ribu pengikut. Selain itu, kata “deepfakes” kini diartikan sebagai “video porno berwajah selebritas palsu.”

Tindakan Deepfakes menginspirasi pengguna Reddit lain bernama alias Deepfakesapp. Deepfakeapp lalu menciptakan aplikasi bernama FakeApp. Aplikasi user-friendly yang dapat digunakan untuk menciptakan video berwajah palsu siapapun. Alias, aplikasi khusus untuk membuat deepfakes.

Pengguna tak memerlukan keahlian khusus di bidang bahasa pemrograman maupun TensorFlow. Seperti yang dilakukan Deepfakes. Secara sederhana, aplikasi ini memungkinkan video porno berwajah selebritas palsu bisa semakin mudah dibuat, tak kecuali oleh orang awam di bidang teknologi sekalipun. Namun, sang pencipta aplikasi ini lebih menaruh perhatian pada penyebaran teknologi machine learning untuk semua orang, bukan semata pada rekaan video porno.

“Harapan saya, dalam beberapa tahun ke depan alat machine learning seperti ini menjadi lebih banyak tersedia dan orang awam yang tidak terlalu paham teknologi punya kesempatan untuk mengeksplorasi dan menciptakan teknologi manipulasi digital yang selama ini didominasi oleh perusahaan besar,” kata Deepfakesapp kepada Motherboard.

Dalam pengakuan Deepfakeapp yang ditulis Motherboard, Deepfakeapp membandingkan dua teknik penukaran wajah khususnya pada aktris Carrie Fisher di film Rogue One. Pada produksi asli, wajah artifisial Carrie Fisher dibuat oleh perusahaan khusus berbiaya US$200 juta menggunakan teknologi CGI. Sementara memanfaatkan aplikasi FakeApp tanpa biaya. FakeApp seketika jadi populer. Dari thread Reddit-nya, aplikasi itu diklaim telah memperoleh 100 ribu unduhan.



Infografik Fakeapp


FakeApp dan Aplikasi Sejenis


FakeApp bekerja dengan tiga langkah dasar. Menurut thread di Reddit, langkah dasar tersebut ialah: align, train, dan merge. Pada tahap align, FakeApp mengumpulkan wajah yang hendak dijadikan target. Di langkah train, aplikasi itu belajar bagaimana bentuk dan posisi wajah target. Pada tahap merge, aplikasi bekerja memasang wajah palsu pada video yang telah disiapkan.

Di luar langkah dasar itu, ada tiga tahapan proses aplikasi FakeApp bekerja. Itu adalah extraction, training, dan conversion. Masing-masing tahapan waktu itu berhubungan dengan mesin aplikasi bekerja memahami wajah tokoh yang ditarget. Waktu yang dibutuhkan bervariasi, antara 5 menit hingga 12 jam. Tergantung spesifikasi komputer yang digunakan.

Aplikasi FakeApp merupakan bagian dari populernya aplikasi proses gambar berbasis machine learning. Salah satu aplikasi populer di bidang ialah Snapchat. Di aplikasi itu, pengguna bisa memasang filter-filter unik tertentu yang terpasang di wajahnya.

Kartik Kapur, mahasiswa pada University of California, Berkeley, dalam rubrik tanya jawab di Forbes, menyatakan bahwa aplikasi Snapchat bekerja memanfaatkan teknologi computer vision. Computer vision, bekerja untuk menciptakan bentuk 3D dari data gambar. Mirip seperti pengumpulan gambar wajah yang dilakukan Deepfakes. Sub-bidang computer vision yang dimanfaatkan Snapchat ialah image processing.



Ini merupakan teknologi yang mengubah gambar menjadi operasi matematika pada tiap piksel yang membentuknya. Lalu, selepas gambar sukses dikonversi, aplikasi perlu menentukan di mana wajah si pengguna. Pada titik inilah, algoritma bernama Viola-James bekerja.

Algoritma Viola-James diciptakan oleh dua peneliti bernama Paul Viola dan Michale J. Jones. Peneliti dari Microsoft dan Mitsubishi. Dalam paper mereka berjudul “Robust Real-Time Face Detection” menyatakan bahwa algoritma tersebut diklaim dapat menentukan wajah target 15 kali lebih cepat dibandingkan teknik lainnya.

Algoritma Viola-James, bekerja dengan memanfaatkan tiga tahapan. Itu ialah integral image (berguna untuk mendeteksi objek cepat), AdBoost (mengklasifikasi visual dengan memilih bagian yang dianggap penting), dan Cascade (menghapus latar belakang gambar untuk memudahkan pemrosesan).

Terakhir, selepas sukses menentukan wajah si pengguna, aplikasi Snapchat kemudian memasangkan wajah penggunanya dengan filter-filter unik yang dipilih.

Perkembangan aplikasi yang memakai machine learning semakin berkembang. Setelah FakeApp barangkali bakal banyak lagi aplikasi sejenis bermunculan, untuk mengatasi proses yang dahulu tak mudah dan mahal, bisa jadi sebaliknya.

Baca juga artikel terkait FILM PORNO atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin
(tirto.id - Teknologi)

Reporter: Ahmad Zaenudin
Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Suhendra