APABI Unjuk Rasa Tolak Kebijakan Ganjil Genap Pemprov DKI Jakarta

Oleh: Haris Prabowo - 27 Agustus 2019
Ratusan orang mengatasnamakan Aliansi Pengemudi Angkutan Barang Indonesia (APABI) ramai-ramai mendemo Pemprov DKI Jakarta di kantor Balaikota DKI Jakarta, Selasa (27/8/2019) siang.
tirto.id - Ratusan orang mengatasnamakan Aliansi Pengemudi Angkutan Barang Indonesia (APABI) ramai-ramai mendemo Pemprov DKI Jakarta di kantor Balaikota DKI Jakarta, Selasa (27/8/2019) siang.

APABI melakukan unjuk rasa untuk menolak kebijakan ganjil genap diterapkan Pemprov DKI Jakarta untuk kendaraan, termasuk angkutan barang.

Koordinator Aliansi Pengemudi Angkutan Barang Indonesia (APABI), Rusli Sudin menyebut jika ganjil genap diterapkan kepada kendaraan angkutan barang maka akan menyengsarakan para pengemudi angkutan barang yang beroperasi ataupun yang melintas di wilayah DKI Jakarta.

"Kebijakan ini akan menghambat kelancaran distribusi barang yang berujung pada kerugian bagi para pengemudi angkutan barang, masyarakat maupun pelaku usaha," ujar Rusli berorasi di depan Balaikota DKI Jakarta, Selasa (27/8/2019) siang.

Ia mengatakan babwa Jakarta sebagai kota bisnis dan jasa memerlukan kecepatan dan kelancaran dalam distribusi barang. Hal ini sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing para pelaku usaha.

"Peraturan Ganjil genap sangat merugikan para pengemudi angkutan barang yang berprofesi sebagai pengantar barang. Ini juga akan menyulitkan untuk sekedar mencari nafkah bagi keluarga," katanya.

Maka itu secara tegas APABI menyatakan sikap menolak peraturan ganjil genap, karena mobil angkutan barang adalah unjung tombak distribusi barang.

"Menghambat distribusi barang berarti menyusahkan para pengemudi dan masyarakat," paparnya.

Kata Rusli, demo menolak peraturan ganjil genap untuk kendaraan barang didukung oleh para ketua komunitas pengemudi angkutan barang di Jabodetabek dan di luar Jabodetabek yang tergabung dalam APABI.


Baca juga artikel terkait GANJIL GENAP atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Maya Saputri
DarkLight