Apa yang Dimaksud Puasa Ayyamul Bidh dan Kapan Jadwalnya Bulan Ini?

Oleh: Abdul Hadi - 4 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Puasa ayyamul bidh adalah ibadah sunah pada setiap pertengahan bulan dalam kalender hijriyah.
tirto.id - Puasa Ayyamul Bidh adalah ibadah puasa yang dianjurkan untuk dilaksanakan selama tiga hari di setiap pertengahan bulan dalam penanggalan hijriah. Bagi umat Islam, hukum menjalankan puasa Ayyamul Bidh adalah sunah.

Pada bulan Zulhijah 1441 H, jadwal puasa Ayyamul Bidh jatuh pada tanggal 4, 5, dan 6 Agustus 2020. Berbeda dari bulan-bulan hijriah lainnya, pada Zulhijah, puasa Ayyamul Bidh dikerjakan usai hari tasyrik. Sebab, pada tiga hari setelah Idul Adha, atau tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah, umat Islam dilarang berpuasa.

Jadi, pada kebanyakan bulan hijriah, puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15. Namun pada bulan Zulhijjah, puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 14, 15, dan 16, atau setelah tiga hari tasyrik. Adapun tanggal 14, 15, dan 16 Zulhijah 1441 Hijriah bertepatan dengan hari Selasa (4/8/2020), Rabu (5/8/2020), dan Kamis (6/8/2020).


Asal Usul dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Dalam bahasa Arab, kata "Ayyamul Bidh" artinya hari-hari putih. Terdapat dua versi soal asal-usul penamaan puasa Ayyamul Bidh, sebagaimana dijelaskan dalam artikel yang dilansir NU Online, dan isinya mengutip kitab 'Umdatul Qari' Syarhu Shahihil Bukhari.

Berdasarkan versi pendapat pertama, asal usul istilah Ayyamul Bidh berasal dari kisah Nabi Adam AS ketika ia diturunkan ke bumi untuk pertama kalinya.

Pendapat ini didasarkan pada riwayat Abdullah Ibn Abbas yang mengatakan bahwa saat Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, seluruh tubuhnya terbakar sinar matahari sehingga menjadi hitam.

Kemudian, Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Adam AS agar berpuasa selama 3 hari pada hari-hari putih atau Ayyamul Bidh. Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badan Nabi Adam AS menjadi putih. Lalu, saat berpuasa pada hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Dan saat melakukan puasa pada hari ketiga, sepertiga anggota badan sisanya menjadi putih.

Oleh karena itu, puasa pada 13, 14, dan 15 setiap bulannya di penanggalan hijriah dikenal dengan sebutan puasa Ayyamul Bidh.

Sementara menurut versi pendapat kedua, hari-hari putih atau Ayyamul Bidh dinamakan demikian karena pada malam-malam pertengahan bulan itu terdapat purnama sehingga keadaannya terang benderang. Kondisi terang itulah yang dikenal dengan hari-hari putih.

Mengenai kesunahan dan keutamaan puasa Ayyamul Bidh dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim berikut:

"Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari di setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang kamu lakukan. Karena itu, maka puasa Ayyamul Bidh sama dengan berpuasa setahun penuh," (HR Bukhari-Muslim).


Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, berikut niat yang dapat dibaca:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Bacaan latin: "Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala"

Artinya: "Saya berniat berpuasa besok pada Ayyamul Bidh, sunah karena Allah Ta’ala."

Sebagaimana niat untuk puasa sunah lainnya, niat puasa Ayyamul Bidh juga bisa diucapkan ketika fajar sudah terbit, sepanjang belum melakukan semua hal yang bisa membatalkan ibadah puasa.

Jika niat puasa Ayyamul Bidh diucapkan usai terbitnya fajar, bacaannya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta’ala"

Artinya: "Saya berniat puasa Ayyamul Bidh, sunah karena Allah ta’ala."


Baca juga artikel terkait PUASA atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight