Apa yang Dimaksud dengan Genosida Pengertian dan Contohnya

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 25 Oktober 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sejarah genosida di Indonesia: Sekitar 40 ribu rakyat Sulawesi Selatan terbunuh karena menolak tunduk pada Belanda.
tirto.id - Pada genosida terjadi aksi pemusnahan kelompok oleh kelompok lain akibat kebencian bangsa, ras, hingga agama.

Genosida adalah sisi kelam dari hilangnya rasa kemanusiaan oleh sebagian pihak. Dalam genosida terjadi aksi memusnahkan sekelompok masyarakat tertentu karena seluruh atau sebagian kelompok lain menaruh kebencian terhadap bangsa, ras, kelompok, hingga agama.

Aksi genosida termasuk dalam kategori pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat, bersama dengan aksi kejahatan kemanusiaan.

Pelaku genosida bisa menggunakan satu hingga beberapa cara untuk memusnahkan lawan. Demikian seturut Undang-Undang RI nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM yang dikutip dari modul PPKn kelas XI (2020) terbitan Kemdikbud.
  1. Membunuh setiap anggota kelompok.
  2. Menciptakan penderitaan fisik dan mental yang berat terhadap anggota kelompok.
  3. Membuat sebuah kondisi kehidupan kelompok yang dapat berakibat kemusnahan fisik seluruhnya, atau sebagian.
  4. Melakukan pemindahan paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke dalam kelompok lain.
Pada Konvensi tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida, seperti tertera dalam situs Balitbang HAM, genosida juga termasuk beberapa upaya lain, seperti:
  1. Mencegah kelahiran di dalam kelompok.
  2. Larangan paksa untuk tidak menambah keturunan pada sebuah kelompok

Dalam resolusi 96 (I) tertanggal11 Desember 1946 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), genosida ditetapkan sebagai bentuk kejahatan hukum internasional.

Genosida bertentangan dengan jiwa dan tujuan PBB dan dikutuk dunia yang beradab. Aksi tersebut juga membawa kerugian sangat besar pada kemanusiaan.


Contoh Peristiwa Genosida

Salah satu contoh genosida yang pernah terjadi di Indonesia adalah pembunuhan massal oleh tentara Belanda pimpinan Kapten Raymond Pierre Paul Westerling pada 12 Desember 1946.

Sekitar 40 ribu rakyat Sulawesi Selatan terbunuh massal.

Pemerintahan Belanda kala itu tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Rakyat dipaksa tunduk, setiap pejuang kemerdekaan atau mereka yang membelot jadi sasaran pembunuhan.

Para pria dewasa dipaksa membuat galian di tengah lapangan, lalu mereka ditembaki dan jasadnya dikubur pada galian tersebut.

Genosida lain pernah terjadi saat pengerjaan Jalan Raya Pos (1808-1811) di Pantai Utara Pulau Jawa.

Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels di zaman pendudukan Belanda membuat jalan sepanjang 1,316 kilometer yang menghubungkan Anyer dengan Panarukan. Tujuannya untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris.

Selama periode pengerjaan jalan tersebut sekitar 12 ribu jiwa pekerja pribumi tewas.

Mereka dipaksa bekerja melebihi kemampuan fisik dan hanya diberikan makanan ala kadarnya. Banyak pula yang tewas akibat serangan malaria dan dikubur dengan cara tidak layak.


Baca juga artikel terkait GENOSIDA atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Aditya Widya Putri
DarkLight