Apa Saja Contoh Sumber Sejarah Primer dan Sekunder?

Kontributor: Alhidayath Parinduri, tirto.id - 12 Agu 2022 22:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Apa saja contoh sumber sejarah primer dan sekunder? Berikut ini penjelasan singkatnya.
tirto.id - Sejarah merupakan salah satu cabang ilmu humaniora yang mengkaji peristiwa-peristiwa di masa lampau. Kuntowijoyo di buku Pengantar Ilmu Sejarah (2012:14) menyebut sejarah sebagai bentuk rekonstruksi atas masa lalu. Yang direkonstruksi adalah apa saja yang telah dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh orang.

Dalam merekonstruksi peristiwa masa lalu, sejarawan perlu menerapkan metode sejarah. Terdapat empat tahap dalam metode sejarah, yaitu heuristik (pencarian sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan sejarah).

Mengutip dari buku Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia (1982:96) karya Sartono Kartodirdjo, dalam studi sejarah penggunaan sumber sebagai pemahaman peristiwa masa lampau bersifat mutlak. Pencarian sumber memiliki peran fundamental dalam riset sejarah.

Heuristik (pencarian sumber) merupakan proses pertama yang harus dijalani peneliti sejarah saat menghimpun jejak-jejak masa lalu yang hendak dianalisis dan ditulis. Kuntowijoyo (2012:73) pun menjelaskan, sumber atau data yang dikumpulkan mesti sesuai dengan jenis sejarah yang ditulis. Hal ini penting untuk memudahkan peneliti dalam memilah sumber yang benar-benar layak.

Sumber dalam penelitian sejarah dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Jenis-jenis sumber itu bergantung pada kategorisasi yang diterapkan.

Jika dibedakan berdasarkan cara memperolehnya ada 2 jenis sumber sejarah. Kedua jenis tersebut adalah sumber primer dan sekunder.

Apa itu sumber primer dan sekunder dalam ilmu sejarah? Berikut ini penjelasan dan contohnya.

Sumber Sejarah Primer dan Contohnya

Sumber primer merupakan sumber yang didapatkan dari tangan pertama atau dapat juga disebut sebagai sumber utama dari objek penelitian. Sumber primer dapat berupa keterangan langsung dari pelaku dan saksi sejarah, arsip, dokumen asli, laporan atau catatan, foto, benda peninggalan, film, dan artefak.

Mona Lohanda dalam Membaca Sumber Menulis Sejarah (2011:3) menerangkan, berdasar disiplin metodologi sejarah, sumber primer yang paling tinggi posisinya adalah arsip. Hal ini dikarenakan arsip tercipta pada waktu yang bersamaan dengan kejadian.

Dengan kata lain, informasi apa pun yang terdapat di dalam arsip dapat menggambarkan suasana dan situasi kontekstual yang menyebabkan lahirnya dokumen tersebut.

Berikut contoh-contoh sumber sejarah primer:

  • Arsip tertulis periode VOC dan Pemerintah Kolonial Belanda.
  • Arsip tertulis periode Pemerintahan Inggris di Jawa dan Sumatra.
  • Arsip pada masa revolusi kemerdekaan RI.
  • Koleksi foto-foto proklamasi Kemerdekaan RI.
  • Rekaman suara proklamasi Kemerdekaan RI.
  • Prasasti Ciareteun dari abad 5 M tentang Raja Purnawarman.
  • Kesaksian dari veteran perang kemerdekaan 1945.


Sumber Sejarah Sekunder dan Contohnya

Mengutip dari Sartono Kartodirdjo (1982:35), sumber sekunder merupakan kesaksian seseorang yang bukan merupakan saksi mata atau tidak hadir pada waktu terjadinya peristiwa.

Sumber sekunder dapat juga dikatakan sebagai sumber yang diperoleh tidak langsung dari pelaku sejarah. Sumber sejarah sekunder ini dapat berupa buku, skripsi, tesis, desertasi, jurnal penelitian, dan referensi lain.

Contoh sumber sejarah sekunder adalah:

  • Buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid I-VI
  • Skripsi tentang sejarah peristiwa tertentu
  • Artikel jurnal tentang sejarah peristiwa tertentu
  • Laporan penelitian tentang sejarah peristiwa tertentu.

Baca juga artikel terkait ILMU SEJARAH atau tulisan menarik lainnya Alhidayath Parinduri
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Alhidayath Parinduri
Penulis: Alhidayath Parinduri
Editor: Addi M Idhom

DarkLight