Apa Perbedaan Hamas dan Fatah di Konflik Israel-Palestina 2021?

Oleh: Alexander Haryanto - 17 Mei 2021
Dibaca Normal 2 menit
Situasi terkini konflik Israel dan Palestina adalah tentara Israel menyerang sembilan rumah komandan Hamas.
tirto.id - Berita terbaru dari konflik Israel dan Palestina saat ini adalah: pesawat tempur milik Israel telah menyerang beberapa lokasi di Kota Gaza pada Senin, 17 Mei 2021 pagi hari. Hal ini terjadi setelah beberapa jam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan perang keempat dengan penguasa Hamas di Gaza.

Situs berita AP News menyatakan, sebuah ledakan mengguncang kota dari utara ke selatan selama 10 menit. Sementara dalam serangan udara 24 jam yang berlangsung lebih lama telah menyebabkan 42 orang Palestina meninggal dunia. Kekerasan ini terjadi antara Israel dan kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza.

Tentara Israel mengaku telah menyerang sembilan rumah komandan Hamas di seluruh Gaza. Namun, sampai saat ini tidak ada laporan soal korban luka akibat serangan itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan siaran televisi pada Minggu sembari mengatakan negaranya akan terus menyerang kelompok militan Hamas dengan kekuatan penuh.

Sementara Hamas mendesak akan meluncurkan roket dari wilayah sipil di Gaza ke arah wilayah sipil Israel.


Apa Itu Hamas & Siapa Mereka Sebenarnya?

Hamas adalah gerakan politik Islam militan yang sudah menguasai Jalur Gaza sejak tahun 2007 dan berulang kali menyerang Israel. Seperti dilansir DW, kelompok Hamas sudah berdiri sejak tahun 1980-an dan telah menjadi penentang Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang dipimpin almarhum Yasser Arafat.

Ada juga yang mengklaim, pada masa awal, pemerintah Israel membantu menyokong dana untuk Hamas, tujuannya supaya menyeimbangkan kekuatan PLO. Namun, klaim itu disangkal dan Israel tidak ikut berperan dalam mendirikan kelompok Hamas.

Perbedaan dengan PLO adalah Hamas tidak mengakui hak dan keberadaan Israel. Logo dari organisasi Hamas adalah gambar Kubah Batu di Yerusalem dan garis besar wilayah Israel, Gaza dan Tepi Barat sebagai satu negara Palestina.

Sebagai pemimpin dari PLO, Yasser Arafat pada tahun 1993 sudah berdamai dengan Israel dalam konteks kesepakatan Oslo untuk mengakhiri intifada pertama pada 1987. Di sisi lain, Hamas malah menolak rekonsiliasi tersebut dan terus menyerang Israel.

Hamas kemudian melanjutkan perang melawan Israel di jalur Gaza sembari mengklaim mereka hanya "membela diri". Dalam sejarahnya, Hamas sudah terlibat dalam perang melawan militer Israel mulai dari tahun 2008, 2009, 2012 dan 2014.

Seperti diwartakan BBC, awalnya Hamas punya tujuan untuk melakukan perjuangan bersenjata melawan Israel yang dipimpin oleh sayap militernya, Brigade Izzedine al-Qassam. Mereka juga menyampaikan program kesejahteraan sosial.

Sejak tahun 2005, tepat di saat Israel menarik pasukannya dari Gaza, Hamas mulai masuk ke dalam dunia politik Palestina. Mereka memenangkan pemilihan legislatif di tahun 2006. Dalam beberapa kasus sayap militernya, Hamas disebut sebagai kelompok teroris oleh Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Inggris.

Hamas menjadi terkenal setelah intifada pertama karena menjadi kelompok yang menentang perjanjian perdamaian yang ditandatangani oleh Isral dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada awal 1990-an.

Antara bulan Februari sampai Maret 1996, Hamas melakukan bom bunuh diri dengan bus dan menewaskan hampir 60 orang Israel. Hal itu mereka lakukan setelah pembunuhan pembuat bom Hamas bernama Yahya Ayyash pada Desember 1995.

Di sisi lain, Hamas membuat klinik dan sekolah untuk warga Palestina yang merasa kecewa dengan Otoritas Palestina yang korup dan didominasi oleh faksi Fatah.

Hamas menguasai Jalur Gaza, yang merupakan salah satu wilayah terpadat di dunia. Sebagian penduduk Gaza hidup dalam kemiskinan dan bergantung pada bantuan kemanusiaan dari luar negeri.

Hamas sering meluncurkan serangan roket ke Israel dalam wilayah pemukiman dan mengoperasikan komando di blok apartemen. Praktik ini secara efektif menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.


Apa Perbedaan Hamas dengan Fatah?

Meskipun sama-sama berasal dari organisasi Palestina, Hamas dan Fatah memiliki riwayat konflik. Sebagaimana diwartakan The Conversation, ketegangan antara Hamas dan Fatah ini terjadi dalam politik Palestina sejak tahun 2006, tepat ketika Hamas menang dalam pemilihan legislatif.

Kemenangan itu mengakhiri dominasi Fatah secara keseluruhan. Setelah konflik bersenjata antara dua faksi, kepemimpinan Palestina terbelah sejak 2007. Fatah mengatur wilayah Tepi Barat, sementara Hamas mengatur Jalur Gaza. Walapun ada upaya rekonsiliasi selama 15 tahun terakhir, konflik itu masih tetap ada.

Dilansir Aljazeera, Hamas dan Fatah adalah dua partai yang paling dominan dalam dunia politik di Palestina. Dilaporkan pada Oktober 2017 lalu, kedua organisasi ini pernah mengumumkan kalau mereka sudah sama-sama bersepakat untuk mengakhiri konflik selama satu dekade yang membuat mereka saling angkat senjata pada 2007.

Kendati demikian, Hamas dan Fatah memiliki tujuan yang sama, yakni membangun negara Palestina di daerah yang diduduki Israel pada 1967, yang terdiri dari Yerusalem Timur, Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Fatah didirikan oleh beberapa orang, terutama almarhum Presiden Otoritas Palestina Yasser Arafat, ajudan Khalil al-Wasir, Salah Khalaf dan Mahmoud Abbas. Gerakan ini didasarkan pada perjuangan bersenjata melawan Israel untuk membebaskan Palestina.


Baca juga artikel terkait HAMAS atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight