Apa Perbedaan Garis Lintang dan Bujur?

Oleh: Abdul Hadi - 18 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Meskipun memiliki fungsi yang saling melengkapi, garis lintang dan garis bujur memiliki beberapa perbedaan.
tirto.id - Jika memperhatikan peta, terutama globe, maka akan terlihat garis-garis yang saling bersilangan, yaitu garis lurus (vertikal) dan melingkar (horizontal) pada peta tersebut. Garis yang berbentuk vertikal dikenal dengan sebutan garis bujur, sementara itu garis yang horizontal disebut garis lintang.

Kita tidak bisa menemukan garis bujur dan lintang di permukaan bumi. Sebab, kedua garis tersebut adalah hasil khayal ahli astronomi agar mudah mengenali peta dan memiliki fungsi penting untuk kehidupan sehari-hari.

Berikut penjelasan mengenai definisi dan fungsi garis bujur dan lintang, sebagaimana dikutip dari buku Geografi (2009) yang ditulis Eko Titis Prasongko dan Rudi Hendrawansyah.

Pengertian Garis Bujur

Garis bujur atau longitude adalah garis khayal lurus berbentuk vertikal yang mengelilingi bumi. Garis ini menghubungkan bumi dari kutub utara hingga kutub selatan.

Dalam kajian astronomi, titik nol bujur sebagai lokasi tolaknya adalah kota Greenwich, London, Inggris. Karena itulah, dua garis bujur, yaitu garis bujur barat (BB) terletak di barat Greenwich dan garis bujur timur (BT) berada di sebelah timur Greenwich.

Penetapan patokan Greenwich ini berdasarkan Konferensi Meridian Internasional yang digelar di kota Greenwich Inggris pada 1884. Dari situ, Greenwich ditetapkan sebagai meridian utama universal dalam penentuan titik bujur astronomis.

Pengertian Garis Lintang

Garis lintang juga dikenal dengan istilah latitude adalah garis khayal yang melingkari bumi secara horizontal.

Sebagaimana garis bujur yang terbagi dua, garis lintang juga ada dua yaitu lintang utara dan lintang selatan. Garis lintang utara (LU) ada di sebelah utara khatulistiwa, lalu garis lintang selatan (LS) ada di sebelah selatan khatulistiwa.

Kedua garis itu disebut garis astronomis yang digunakan untuk mempermudah dalam penentuan posisi suatu tempat di muka bumi. Koordinatnya digunakan melalui garis bujur dan garis lintang.

Perbedaan Garis Bujur dan Garis Lintang

Kedua garis astronomis di atas sebenarnya memiliki fungsi saling melengkapi satu sama lain, terutama dalam menentukan absolut dari sebuah tempat, daerah, atau objek geografi tertentu.

Namun, terdapat sejumlah perbedaan antara keduanya. Garis lintang kerap digunakan sebagai penanda pembagian zona iklim di muka bumi. Misalnya, garis lintang antara 23 ½ ° LU - 23 ½ ° LS adalah wilayah tropis karena mendapat cukup banyak sinar matahari sehingga iklimnya dua musim yaitu musim kemarau dan hujan.

Sementara itu, garis bujur berfungsi sebagai penanda pembagian zona waktu, termasuk tanggal dan jam di antara suatu tempat ke tempat lainnya. Setiap 15 derajat ke arah bujur timur atau ke arah bujur barat akan menunjukkan selisih waktu sebanyak satu jam (60 menit).

Karena itulah, perbedaan derajat garis bujur di Indonesia menjadikannya terbagi menjadi tiga zona waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT) yang masing-masing memiliki selisih satu jam.

Laman Kemdikbud menuliskan contoh penerapan penggunaan garis bujur dan lintang dalam menetukan letak absolut Indonesia. Derajat garis astronomisnya adalah 6ºLU- 11ºLS dan antara 95º BT 141ºBT.

Dari situ dapat disimpulkan bahwa Indonesia adalah wilayah beriklim tropis, dengan curah hujan yang tinggi, menerima penyinaran matahari sepanjang tahun, dan banyak penguapan sehingga kelembapan udaranya tinggi.


Baca juga artikel terkait GARIS LINTANG atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight