Apa Manfaat Zakat, Hikmah Serta Tujuannya dalam Agama Islam

Kontributor: Nurul Azizah - 23 Apr 2022 12:46 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Berikut ini adalah penjelasan tentang pengertian zakat, manfaat, tujuan dan hikmahnya dalam agama Islam.
tirto.id - Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang hukumnya wajib. Pelaksanaan zakat di Indonesia telah didukung oleh berbagai aspek.

Dari segi regulasi, pemerintah telah menyusun UU Zakat, yakni UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelola Zakat.

Kemudian perkembangan lembaga-lembaga zakat lainnya diatur dalam UU Zakat, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014 tentang pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2011.

Pengertian Zakat dan Hukumnya


Melansir dari E-Book Pedoman Zakat (Kemenag), kata zakat berasal dari bahasa Arab atau zakah yang berarti bersih, suci, subur, berkat, dan berkembang.

Sedangkaan menurut istilah, zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya sesuai dengan syarat yang ditetapkan.

Zakat merupakan bentuk ibadah sebagaimana salat, puasa, dan lainnya yang telah diatur berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunah.

Perintah zakat telah ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah: 43 sebagai berikut:

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Selain itu, perintah zakat juga terdapat dalam QS. At-Taubah: 11:

“Jika mereka bertaubat, mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS. At-Taubah: 11)

Sementara itu, hukum menunaikan zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat zakat.

Adapun syarat wajib zakat, antara lain:

  • Islam
  • Berakal dan baligh
  • Dimiliki secara sempurna
  • Mencapai nisab

Ibadah zakat juga merupakan kegiatan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang bisa berkembang sesuai dengan perkembangan manusia.

Manfaat Zakat dalam Islam


Menurut laman Baznas Bengkalis, berikut ini merupakan manfaat dari zakat dalam agama Islam:

1. Menyempurnakan Iman

Zakat merupakan salah satu pilar agama Islam yang disebut dengan rukun Islam. Setiap muslim pasti berusaha melaksanakan amalan ini dengan tujuan melengkapi kewajiban yang diamanatkan agamanya.

2. Bukti Keimanan dan Ketaatan

Melaksanakan zakat merupakan wujud keimanan pada Allah. Dengan berzakat, umat Islam tidak mengharapkan imbalan duniawi, melainkan ketenangan hati dan pahala dari Alah.

3. Membersihkan Hati dan Diri

Umat Islam yang melaksanakan zakat tergolong sebagai kelompok orang dermawan. Dengan kata lain, mereka memisahkan diri dari dari kelompok orang-orang kikir.

Alasannya, jika seseorang sudah terbiasa memberi dalam bentuk apa pun, seperti pengetahuan, uang, atau kebaikan, dirinya akan merasa lebih 'lengkap' ketika telah memberikan sesuatu yang berarti untuk orang lain.

4. Menenangkan Hati

Berzakat akan melatih umat Islam untuk menjadi pribadi yang ikhlas. Apabila umat Islam berzakat dengan ikhlas tanpa paksaan, maka secara perlahan akan terbentuk pribadi yang tulus dalam melakukan kebajikan bagi orang lain.

5. Terbiasa Membantu Sesama

Melalui zakat, rasa persaudaraan umat Islam meningkat, saling membantu satu sama lain. Empati saat berzakat menimbulkan perasaan bahwa kita memiliki saudara sesama yang harus diperlakukan dengan baik, sebagaimana kebaikan yang telah Allah SWT berikan kepada kita. A

llah SWT berfirman QS. Al-Qashash ayat 77 berikut:

“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain), sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. Al-Qashash: 77)

Hikmah dan Tujuan Zakat dalam Islam


Hikmah dan tujuan zakat tidak hanya kepada mereka yang menunaikan atau yang menerima, tetapi kepada banyak komponen.

Dikutip dari E-Book Panduan Zakat Praktis Kemenag, berikut ini adalah hikmah dan tujuan zakat:

a. Perwujudan Iman

Melalui zakat, umat Islam mampu mensyukuri nikmat, menumbuhkan akhlak mulia dengan memiliki rasa kepedulian yang tinggi, menghilangkan sifat kikir dan rakus, menumbuhkan ketenangan hidup, sekaligus mengembangkan dan mensucikan harta yang dimiliki.

b. Mendidik Berinfak dan Memberi

Zakat mensucikan jiwa seorang muslim dari sifat kikir dan mendidik umat muslim untuk mempunyai rasa ingin memberi dan berinfak. Zakat akan berdampak pada akhlak dan cara pandang hidup manusia.

c. Mengobati Hati dari Cinta Dunia

Amalan zakat dapat menjadi peringatan untuk hati bahwa setiap manusia memiliki kewajiban kepada Tuhannya. Selain itu, zakat juga berperan sebagai obat agar hati tidak tenggelam pada cinta harta dan dunia secara berlebihan.

d. Menarik Rasa Simpati

Zakat mampu menarik rasa simpati bagi umat Islam. Di dalam zakat ada pelajaran tolong menolong, penuh cinta, dan memupuk persaudaraan.

Amalan zakat memberi kecukupan dan kesejahteraan pada penerima zakat, dengan cara menghilangkan atau memperkecil penyebab kehidupan mereka menjadi miskin dan menderita.

e. Menghindarkan Diri dari Kekufuran

Zakat merupakan hak bagi mustahik dan berfungsi untuk tolong-menolong, membantu, dan membina golongan penerima zakat ke arah hidup yang lebih baik.

Adanya zakat bisa membuat para mustahik terhindar dari bahaya kekufuran, sekaligus menghilangkan sifat iri, dengki, dan hasad.

f. Sumber Dana Pembangunan Sarana Prasarana

Zakat bisa menjadi sumber pembangunan sarana prasarana, seperti pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi, dan terlebih lagi peningkatan kualitas sumber data manusia.


Baca juga artikel terkait ZAKAT atau tulisan menarik lainnya Nurul Azizah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Maria Ulfa

DarkLight