Apa Maksud Yusril Bongkar Chat dengan Rizieq Shihab Sekarang?

Oleh: Felix Nathaniel - 4 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Badan Pemenangan Nasional merasa apa yang dilakukan Yusril hanya demi mengambil simpati pendukung Prabowo, yang, sepertinya, tak berhasil.
tirto.id - Pernyataan Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dalam acara News Maker di Metro TV, 14 Februari lalu, berbuntut panjang. Rizieq Shihab, yang kabarnya kini sedang ada di Arab Saudi, tak terima.

"Saya komunikasi sama Habib Rizieq," aku Yusril dalam acara itu. Ia kemudian mengatakan ulang apa yang menurutnya pernah diucapkan Rizieq tentang capres nomor urut 02, Prabowo Subianto: "Prabowo itu Islamnya enggak jelas."

Pernyataan inilah yang kemudian dipermasalahkan. Rizieq lantas membuat klarifikasi lewat video yang diunggah ke Youtube Front TV, Senin (1/4/2019) kemarin. Dia menyatakan kalau pengakuan Yusril bohong belaka.

Rizieq kemudian menegaskan komunikasi dengan Yusril terjadi dua tahun lalu, tepatnya pada 2017, via sambungan telepon.

"Saya hanya berkomunikasi lewat telepon dengan Yusril satu kali, itu pun bukan dalam konteks soal Prabowo, karena komunikasi ini terjadi dua tahun lalu," katanya. "Jadi kalau Pak Yusril mengatakan sering telepon saya, sering komunikasi, itu bohong. Tidak ada komunikasi selain itu."

Setelah video klarifikasi berdurasi hampir satu jam ini tayang, Yusril kembali membalas. Kali ini dengan cara menyebar tangkapan layar percakapan antara dia dan Rizieq via WhatsApp.

Dalam percakapan yang menurut Yusril asli itu, Rizieq memang bilang kalau keislaman Prabowo sebenarnya tidak terlalu kuat.

Manuver?


Rizieq dan Yusril kini ada di dua kubu yang tengah bertarung. Yusril merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf, sementara Rizieq masih setia mengusung Prabowo-Sandiaga.

Keributan ini bisa dikaitkan dengan konstelasi tersebut.


Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, menuduh apa yang dilakukan Yusril adalah bukti kalau petahana kewalahan. Usaha Yusril, menurut Andre, adalah upaya merebut kelompok Islam yang telah mendukung Prabowo-Sandiaga. Meski hal itu tak akan berpengaruh banyak, katanya.

"Mereka kalap, panik, takut kalah, kepada kubu kami. Ngapain lagi Yusril kebakaran jenggot? Dia takut kalah. Masalah ini enggak perlu diperpanjang lagi," kata Andre kepada reporter Tirto, Kamis (4/4/2019).

"Dia, kan, berharap ini bisa mendiskreditkan Prabowo di [mata] umat Islam, tapi saya percaya rakyat akan tetap memilih Pak Prabowo," tegasnya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan hal serupa, bahwa manuver Yusril tak banyak pengaruhnya. Dengan catatan: terhadap mereka yang memang telah menjatuhkan pilihan.

"Karena pendukung Prabowo-Sandiaga itu lebih militan," kata Adi kepada reporter Tirto.

Pernyataan Adi didukung temuan terbaru dalam survei Indikator Politik Indonesia yang menemukan pemilih yang masih mungkin mengubah dukungannya (swing voters) memang lebih banyak ada di kubu Jokowi-Ma'ruf.

Survei tersebut menunjukkan swing voters di kalangan pendukung Jokowi-Ma'ruf mencapai 8,8 persen, sementara Prabowo-Sandiaga cuma 8,1 persen.

Sebaliknya, manuver Yusril mungkin berpengaruh terhadap mereka yang belum memilih. Indikator Politik Indonesia menyebut dalam survei terakhir ada 7,2 persen responden yang belum menentukan pilihan.


"Dia yang Mulai"


Kepada reporter Tirto, Yusril mengatakan kalau tangkapan layar yang tersebar luas benar adanya. Tak ada rekayasa sama sekali dari itu.

"Perhatikan dalam WA di atas. Rizieq yang bilang 'PS [Prabowo Subianto] lemah tentang Islam dan lingkarannya pun masih banyak yang islamofobia' dan seterusnya. Itu tulisan Rizieq sendiri dalam WA yang jejak digitalnya bisa dijadikan bukti yang sangat sulit untuk dibantah," kata Yusril.

Ia membantah pernyataan Rizieq yang menyebut kalau keduanya hanya berbicara sekali lewat telepon.

"Pembicaraan telepon Yusril dan Rizieq tidak ada rekamannya, tetapi komunikasi via WA di atas telah cukup menunjukkan bahwa Habib Rizieq yang menuding Yusril berbohong, ternyata dirinya adalah SI RAJA BOHONG yang sesungguhnya."

Sayangnya, Yusril tidak menjelaskan motif menyebar tangkapan layar yang sebetulnya dibuat tahun 2018 itu sekarang, ketika dia dan partainya telah merapat ke kubu Jokowi.

"Anda tanya Rizieq, dong. Dia yang mulai nyerang, kok!" katanya.

Baca juga artikel terkait KASUS RIZIEQ SHIHAB atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Rio Apinino