Apa Itu White Day yang Dirayakan 14 Maret Sebulan Usai Valentine

Oleh: Nika Halida Hashina - 13 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Apa itu White Day? Perayaan ini sebenarnya adalah upaya para pengusaha toko kudapan untuk mendongkrak penjualan mereka.
tirto.id - Apa itu White Day atau dalam bahasa Jepang disebut Howaito dē? White Day adalah hari ketika seorang pria yang menerima cokelat pada hari Valentine membalas budi. Mereka gantian memberikan cokelat kepada gadis yang menghadiahinya saat hari Valentine lalu. Perayaan ini digelar pada 14 Maret, atau sebulan persis setelah Valentine.


Jack Adelstein dalam pernyataan di Forbes, menyampaikan bahwa menurut Departemen Perdagangan Amerika Serikat dan sumber lain, White Day mulanya diprakasai oleh toko kudapan kecil, Ishimura Manseido, di wilayah Hakata pada 1970-an. Perayaan ini sebenarnya dilakukan untuk meningkatkan penjualan permen mereka.

Masih menurut Adelstein, pada 1977, seorang eksekutif perusahaan, Zengo Ishimura, mendapatkan inspirasi setelah membaca sebuah majalah wanita. Ada satu surat dari seorang wanita yang menarik perhatiannya,


"Tidak adil jika pria mendapatkan cokelat dari wanita pada Hari Valentine tetapi mereka tidak membalas budi. Mengapa mereka tidak memberi kita sesuatu? Saputangan, permen, bahkan marshmallow ... " sebut isi surat tersebut seperti diungkap Adelstein.

Zengo pun berinisiatif membuat hari khusus pria mengungkapkan terima kasih. Ia mengajak karyawan perempuan berdiskusi, dan terpilihlah satu bulan setelah hari Valentine. Pada 1978, bekerja sama dengan Toserba, dengan acara promosi kue marshmallow merek Tsuru no Ko (鶴乃子), White Day pertama kali dilaksanakan dengan nama "Marsmallow Day".

Putih dari Marsmallow inilah yang membuat diciptakannya nama White Day. Pada 1980 mereka berkolaborasi dengan Asosiasi Industri Kudapan Nasional. Dengan slogan "Jawab cintanya pada White Day". Selanjutnya White Day secara bertahap menjadi perayaan tahunan yang dikenal nasional dan identik dengan "Pria yang membalas budi".

White Day lambat laun juga mulai dirayakan di luar Jepang, terutama di Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, China, dan lain-lain. Bentuk hadiah dalam White Day bebas, seperti permen, marsmallow, kue kering, Aksesoris Wanita, Baju, dan lainnya. Uniknya pemberian kudapan manis dalam White Day juga memiliki arti.

Dilansir dari Matcha, beberapa makanan manis yang diberi saat White Day ini memiliki maksud, seperti Marsmallow yang berarti "aku tidak menyukaimu"; cookie yang berarti "kamu hanya temanku"; dan permen yang berarti "aku menyukaimu."

Popularitas White Day di Jepang

Masih menurut Adelstein, Kaori Shoji seorang penulis mengatakan saat ini popularitas White Day mulai berkurang. Sebabnya, pria dan wanita sama-sama menganggap kewajiban memberi hadiah seperti itu membosankan. Terlebih sedikit wanita yang memberikan cokelat untuk mengungkapkan "cinta sejati" kepada siapa pun.

Laboratorium Budaya Kinenbi Jepang juga menyebutkan, transaksi kudapan atau makanan manis White Day pada 2018 menyusut 10% dibanding 2017. Lembaga yang meneliti bagaimana orang menikmati dan mengkonsumsi selama liburan di Jepang ini mencatat, total transaksi saat White Day hanya menembus $500 juta dolar.

Dengan kenyataan seperti itu White Day di Jepang, pada akhirnya bergantung pada pria yang menerima hadiah untuk Hari Valentine. Walau begitu, perayaan White Day ini dapat dijadikan refleksi untuk selalu berterima kasih atas pemberian orang lain.


Baca juga artikel terkait WHITE DAY atau tulisan menarik lainnya Nika Halida Hashina
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Nika Halida Hashina
Penulis: Nika Halida Hashina
Editor: Agung DH
DarkLight