Apa Itu Tuberkulosis, TB dan Cara Cegah Penularannya Menurut Dokter

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari - 25 Mar 2022 13:09 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Tuberkulosis disebabkan ingeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui percik renik saat bersin/batuk, berbicara hingga menyanyi.
tirto.id - Indonesia hingga saat ini masih menduduki peringkat ketiga di dunia dengan kasus tuberkulosis berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022.

Dokter spesialis penyakit mikrobiologi klinik dr. Dimas Seto Prasetyo, Sp.MK(K) menjelaskan, penularan penyakit tuberkulosis atau TB di rumah bisa dicegah, salah satunya dengan menempatkan pasien di ruangan terpisah dari anggota keluarga lain.

"Pasien sebaiknya ditempatkan dalam kamar terpisah, serta menggunakan ruangan yang berbeda dengan penghuni rumah lain (misalnya kamar mandi terpisah)," ujar dia yang berpraktik di Rumah Sakit Univesitas Indonesia (RSUI) seperti dilansir dari Antara.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan TB di rumah yakni anggota keluarga yang merawat termasuk memberikan obat (jika ada) sebaiknya mengenakan masker bedah ketika memasuki kamar pasien.

Hal lainnya yaitu, memastikan ventilasi kamar pasien dan rumah dijaga baik dan melakukan pembersihan area yang mungkin terkena percikan droplet pasien TB dengan desinfektan yang sesuai.

Dimas juga membagikan beberapa tips menjaga udara di rumah tetap sehat antara lain jika aman maka sebaiknya buka pintu dan jendela supaya udara masuk, lalu jika memungkinkan, buka beberapa jendela dan pintu.

"Jika kondisi tidak aman misalnya risiko anak jatuh, polusi udara tinggi, tercetus asma, jangan buka jendela," kata dia.

Selain itu, gunakan kipas angin untuk mengarahkan udara ke luar rumah, jika tersedia gunakan exhaust dan apabila rumah memiliki AC sentral dengan filter, pastikan ukuran filter dan bersihkan filter secara rutin.

Apa itu tuberkulosis atau TB dan bagaimana penularannya?



TB disebabkan ingeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui percik renik saat bersin/batuk, berbicara, menyanyi.

Karakteristik umum bakteri ini antara lain dapat bertahan di benda mati selama berbulan-bulan, jika tidak terpajan sinar matahari, kemudian dapat dimatikan dengan pemanasan 60 derajat Celcius selama 4 menit, serta dapat dinonaktifkan dengan desinfektan yang mengandung klorin (misalnya hipoklorit), alkohol dan chlorohexidine.

Dimas mengatakan, siklus penularan TB dimulai saat bakteri M. tuberculosis yang masuk ke paru-paru, kemudian terjadi respons sel imun makrofag paru-paru yang kemudian menginaktivasi bakteri. Setelahnya, timbul kekebalan primer yang ditandai tes Mantoux positif. Namun saat kekebalan turun, bakteri TB dapat kembali aktif, menyebar ke seluruh tubuh.

Menurut Dimas, udara menjadi media transmisi penyakit, sehingga secara umum tidak steril karena bisa saja dapat mengandung percik renik yang dihasilkan ketika berbicara, menyanyi, bersin, debu dan spora jamur.

Menurut Permenkes No.1077 Tahun 2011 terkait Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah), terdapat parameter kontaminan biologi dalam rumah yang mengindikasikan kondisi kualitas biologi udara dalam rumah yaitu jamur dengan kadar maksimal yaitu 0 CFU/m3, bakteri patogen maksimal 0 CFU/m3, dan kuman yaitu yaitu <700 CFU/m3.

"Jadi jika di rumah kita ada kuman sebenarnya tidak apa-apa, yang tidak boleh yaitu patogen dan jamur," tutur dia.

Selain tuberkulosis, beberapa penyakit yang juga dapat menular melalui udara yakni varicella (cacar air), measles (campak), COVID-19 dan virus respiratori lain semisal influenza.


Baca juga artikel terkait PENYEBAB TUBERKULOSIS atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight