Apa Itu Terusan Suez Tempat Kapal Tersangkut: Fakta & Sejarahnya?

Oleh: Alexander Haryanto - 30 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sejarah dan berita terkini tentang Terusan Suez yang menjadi tempat tersangkutnya kapal kontainer Ever Given.
tirto.id - Sebuah kapal kontainer raksasa, Ever Given yang sempat tersangkut dan memblokir lalu lintas di Terusan Suez selama sepekan terakhir sudah berhasil dibebaskan. Kini, kapal tersebut sudah melanjutkan perjalanannya.

"Upaya untuk mengapungkan kapal kontainer Panama, Ever Given, berhasil," kata Letnan Jenderal Osama Rabie, ketua Otoritas Terusan Suez, dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip NBC News, 29 Maret waktu setempat.

Seorang saksi mata NBC News dan data satelit dari MarineTraffic.com, kapal itu bergerak menjauh dari garis pantai menuju pusat kanal. Perusahaan penyelamat yang disewa untuk mengekstraksi kapal juga mengkonfirmasi operasi yang sukses, dengan menyatakan "Kami berhasil!"

Ever Given adalah kapal kontainer milik Jepang setinggi 1.300 kaki yang sedang dalam perjalanan dari Cina ke Eropa, tetapi terjebak di Terusan Suez selama berhari-hari. Seperti dilansir New York Times, dampak dari insiden itu ialah ada sekitar 367 kapal menunggu untuk melewati kanal.

Pakar industri maritim mengatakan, kemacetan itu bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk diselesaikan. Sementara seorang analis kapal memperkirakan, kemacetan lalu lintas laut itu telah menahan 10 miliar dolar AS dalam perdagangan setiap hari.


Pembangunan Terusan Suez Butuh 1,5 Juta Pekerja

Terusan Suez adalah jalur air buatan sepanjang 120 mil dan ini telah menjadi titik potensial untuk konflik geopolitik sejak dibuka pada tahun 1869. Kanal tersebut menghubungkan Bursaid, Mesir di Laut Mediterania ke Samudra Hindia melalui kota Suez di Mesir, Laut Merah.

Jalur ini memungkinkan lebih banyak pengiriman langsung antara Eropa dan Asia karena memotong waktu pelayaran menjadi beberapa hari atau minggu. Kanal ini awalnya dimiliki oleh investor Prancis, yang dibangun ketika Mesir berada di bawah kendali Kekaisaran Ottoman.

Konstruksi ini dimulai di Port Said atau Bursaid, kota yang terletak di Mesir dan membutuhkan waktu penggerjaan 10 tahun dan membutuhkan sekitar 1,5 juta pekerja.

Menurut Otoritas Terusan Suez, badan pemerintah Mesir yang mengoperasikan jalur air, ada sekitar 20 ribu pekerja yang direkrut setiap 10 bulan untuk membantu membangun proyek, "dengan kerja yang menyiksa dan diberi kompensasi buruk". Bahkan, banyak pekerja yang meninggal karena kolera dan penyakit lain di saat masa pembangunan ini.

Selain itu, kericuhan politik di Mesir saat melawan kekuatan kolonial Inggris dan Prancis turut memperlambat pengerjaan kanal ini. Biaya akhir dari pengerjaan ini, kira-kira dua kali lipat dari proyeksi awal 50 juta dolar AS.

Menurut laman Britannica, ketika pertama kali dibuka pada tahun 1869, kanal tersebut hanya sedalam 8 meter (26 kaki), lebar dasar 22 meter (72 kaki) dan lebar permukaan 61 sampai 91 meter (200 hingga 300 kaki). Untuk memungkinkan kapal bisa melewati satu sama lain, teluk itu dibangun setiap 8-10 km (5 hingga 6 mil).

Namun, antara tahun 1870 dan 1884, sekitar 3.000 kapal terdampar karena sempit dan tidak bisa melewati jalur tersebut. Sekarang saluran itu sudah diperlebar dan diperdalam beberapa kali dengan biaya lebih dari 8 miliar dolar AS.


Baca juga artikel terkait TERUSAN SUEZ atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight