Apa itu Sosiologi Sastra dan Pendekatannya?

Oleh: Abraham William - 16 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Karya yang menjadi bagian dari lembaga sosial ini dapat dikaji melalui sosiologi sastra.
tirto.id - Karya sastra dibuat oleh seorang seniman (sastrawan). Sastrawan sendiri adalah anggota dari masyarakat, ia terikat oleh kelompok sosial tertentu yang menyangkut pendidikan, agama, adat istiadat, dan segenap lembaga sosial yang ada di sekitarnya.

Maka daripada itu, sebuah karya tidak bisa lepas dari pembuatnya yang merupakan bagiannya sebagai anggota masyarakat. Sebab, sebagai pembuat karya sastra, sastrawan adalah bagian dari sebuah lembaga sosial.

Karya yang menjadi bagian dari lembaga sosial ini dapat dikaji melalui sosiologi sastra. Ilmu yang mengkaji sastra sebagai bagian dari lembaga kemasyarakatan tertentu.


Pengertian Sosiologi Sastra

Sapardi Djoko Damono dalam buku Sosiologi Sastra (2020:5) menyatakan, pendekatan terhadap sastra yang mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan ini, oleh beberapa penulis, disebut sebagai sosiologi sastra.

Istilah tersebut pada dasarnya tidak berbeda dari sosio-sastra, pendekatan sosiologis, atau pendekatan sosio-kultural terhadap sastra. Sosiologi sastra dalam pengertian ini mencakup berbagai macam pendekatan yang didasarkan pada pandangan teoritis tertentu.

Namun, semua pendekatan tersebut menunjukkan satu kesamaan yaitu perhatian terhadap sastra sebagai lembaga sosial, yang diciptakan oleh sastrawan sebagai anggota masyarakat yang hidup di dalam sebuah lembaga sosial tertentu.


Pendekatan Sosiologi Sastra

Pendekatan dalam sosiologi sastra mempunyai berbagai macam sudut pandang. Ian Watt dalam esainya berjudul Literature and Society (1964:300) menyatakan klasifikasi dalam pendekatan ilmu sosiologi sastra. Esai tersebut membicarakan tentang hubungan timbal balik antara sastrawan, sastra, dan masyarakat secara keseluruhan.

  • Konteks sosial pengarang

Konteks sosial pengarang berbicara tentang hubungan posisi sosial sastrawan dalam masyarakat dan kaitannya dengan masyarakat pembaca. Dalam pokok ini juga termasuk faktor-faktor sosial yang mempengaruhi si pengarang sebagai perseorangan di samping mempengaruhi isi karya sastranya.

  • Sastra sebagai cermin masyarakat

Sampai sejauh mana sebuah karya sastra dapat dianggap mencerminkan keadaan masyarakat. Seperti misalnya, sastra yang berusaha menampilkan keadaan masyarakat secermat-cermatnya, mungkin saja tidak bisa dipercaya sebagai cermin masyarakat.

Demikian juga sebaliknya, karya yang sama sekali tidak dimaksudkan mencerminkan masyarakat masih dapat dipergunakan untuk mengetahui keadaan masyarakat. Hal ini disebabkan karena pandangan sosial pengarang masih diperhitungkan sebagai cerminan masyarakatnya.

  • Fungsi sosial sastra

Di sini kita terlibat dalam pertanyaan seperti: “Sampai berapa jauh nilai sastra berkaitan dengan nilai sosial?” dan “Sampai berapa jauh nilai sastra dipengaruhi nilai sosial?”. Seperti misalnya dalam sudut pandang kaum Romantik yang menyatakan sastra mempunyai nilai seperti ucapan nabi. Atau mungkin sastra hanya sekadar hiburan saja.


Baca juga artikel terkait SOSIOLOGI SASTRA atau tulisan menarik lainnya Abraham William
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Abraham William
Penulis: Abraham William
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight