Apa Itu Sindrom Dispepsia, Gejala, Penyebab dan Cara Mencegahnya?

Kontributor: Ega Krisnawati - 14 Mar 2022 16:50 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Apa itu sindrom dispepsia, gejala, penyebab dan cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
tirto.id - Sindrom dispepsia dikenal juga sebagai gangguan pencernaan yang disebabkan oleh pola makan kurang baik.

Sindrom ini bisa terjadi ketika jumlah asam lambung meningkat, sehingga membuat dinding lambung iritasi.

Gangguan pencernaan yang biasa dialami seperti mual, muntah, kembung, begah/adanya perasaan penuh di ulu hati atau perut, perasaan cepat kenyang, sendawa, dan perasaan tidak nyaman atau nyeri yang dirasakan pada ulu hati.

Dilansir dari laman Medical News Today, sindrom dispepsia bukanlah penyakit tapi hanya kumpulan gejala.

Apa itu sindrom dispepsia?


Gangguan pencernaan adalah nama yang diberikan untuk kumpulan gejala pencernaan, termasuk perasaan penuh atau tidak nyaman di perut bagian atas, mulas, dan mual.

Istilah medis untuk gangguan pencernaan adalah dispepsia. Seseorang sering mengalami gangguan pencernaan setelah banyak makan.

Namun, beberapa faktor lain juga dapat menyebabkan Anda mengalami gejala gangguan pencernaan.

Gejala sindrom dispepsia


Beberapa gejala sindrom dispepsia, menurut situs Healthline, dapat menyebabkan:

    • sakit perut atau kembung
    • maag
    • mual
    • muntah

Sementara gejala umum untuk sindrom dispepsia antara lain:

    • cepat merasa kenyang saat makan
    • sensasi terbakar di perut atau kerongkongan
    • mengalami gas yang berlebihan atau bersendawa
Gangguan pencernaan dapat menyertai gejala parah seperti:

    • muntah yang berdarah atau terlihat seperti ampas kopi
    • penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
    • kesulitan menelan
Jika Anda mengalami salah satu gejala parah ini, segera dapatkan bantuan medis.

Penyebab sindrom dispepsia


Gangguan pencernaan dapat disebabkan oleh gaya hidup atau kebiasaan diet, kondisi medis, atau penggunaan beberapa obat.

Penyebab umum gangguan pencernaan meliputi:

    • faktor makanan
    • merokok
    • kegemukan
Jika tidak ada penyebab struktural atau metabolik yang dapat diidentifikasi, dokter akan mendiagnosis dispepsia fungsional.

Dispepsia juga bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi kesehatan, termasuk:

    • GERD
    • penyakit ulkus peptikum
    • kanker perut atau jenis kanker lainnya
    • obat-obatan, seperti antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
    • kegemukan
    • pankreatitis
    • batu empedu
    • penyakit hati
    • gastritis, atau radang lambung
    • hernia hiatus
    • infeksi, terutama dengan H. pylori
    • penyakit celiac
    • penyakit iritasi usus besar
    • sindrom iritasi usus

Dispepsia sering terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir. Ini karena perubahan hormonal dan cara janin menekan perut.

Dokter atau apoteker biasanya akan merekomendasikan cara yang aman untuk mengelola gangguan pencernaan selama kehamilan.

Cara mencegah sindrom dispepsia


Obat bukan satu-satunya pengobatan untuk gangguan pencernaan. Anda mungkin dapat memperbaiki sindrom dispepsia dan meredakan gejala tidak nyaman dengan perubahan gaya hidup.

Beberapa cara di bawah ini akan sangat membantu untuk mencegah sindrom dispepsia:

  • hindari makanan yang bisa memicu sakit maag;
  • makan lebih lambat;
  • jangan makan sebelum berbaring;
  • cobalah untuk berhenti merokok, jika Anda merokok;
  • cobalah untuk mempertahankan berat badan yang sedang;
  • kurangi jumlah kopi, minuman ringan, dan alkohol yang Anda konsumsi;
  • kurangi stres melalui yoga atau terapi relaksasi.


Baca juga artikel terkait SINDROM DISPEPSIA atau tulisan menarik lainnya Ega Krisnawati
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Dhita Koesno

DarkLight