Apa Itu Silent Treatment, Tanda dan Cara Mengatasinya

Kontributor: Yonada Nancy - 20 Jan 2021 15:03 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Silent treatment merupakan tindakan menolak berkomunikasi secara verbal dengan orang lain.
tirto.id - Komunikasi merupakan salah satu aspek terpenting dalam mempertahankan suatu hubungan. Komunikasi yang tidak sehat atau bahkan tidak ada komunikasi sama sekali bisa menimbulkan masalah dalam hubungan.

Salah satu contoh paling populer adalah tindakan silent treatment. Dilansir dari Medical News Today, silent treatment merupakan tindakan menolak berkomunikasi secara verbal dengan orang lain (atau dalam konteks hubungan berarti relasi dengan pasangan).

Pada banyak kasus pelaku silent treatment bahkan menolak mengakui keberadaan pasangannya. Kalimat sederhananya "mendiamkan pasangan." Diam setelah mengalami sebuah konflik memang wajar, apalagi sebagai reaksi spontan dan sebagai maksud meredakan konflik. Namun, silent treatment bisa jadi akar dari sebuah hubungan yang tidak sehat.

Bagaimana silent treatment bisa merusak hubungan?


Menurut jurnal yang dipublikasikan oleh Communication Monographs pada 2013, kebanyakan orang mendiamkan pasangannya untuk menghentikan perilaku atau kata-kata pasangannya, bukan untuk memancing emosi.

Namun di sisi lain, perilaku mendiamkan tak jarang juga digunakan untuk memanipulasi pasangannya hingga untuk membangun kekuasaan atas pasangan.

Silent treatment juga bisa berubah menjadi senjata yang digunakan untuk memutus percakapan sehat dan menghentikan arus informasi yang berujung melukai pasangan.

Hal ini karena setiap orang membutuhkan perhatian emosional khususnya dari pasangan. Tindakan silent treatment dapat memblokir akses kebutuhan itu. Dilansir dari Very Well Mind, perilaku mengabaikan dapat mengaktifkan suatu area otak yang juga aktif ketika mengalami rasa sakit fisik.

Silent treatment juga dapat digunakan sebagai tindakan 'menuntut.' Sikap ini mau tak mau mengharuskan seseorang untuk patuh selama beberapa hari agar pasangannya berhenti mengabaikannya.

Tindakan ini tentu salah karena merupakan salah satu bentuk pelecehan emosional. Akibatnya, seseorang yang sering mengalami silent treatment dari pasangan memiliki harga diri yang rendah dan merasa tidak berdaya dalam hubungan. Orang yang pernah beberapa kali mengalami silent treatment juga cenderung tidak puas terhadap hubungan dan kurang bisa membangun keintiman.

Cara mengatasi silent treatment


Banyak kasus silent treatment merupakan indikasi bahwa satu atau kedua orang membutuhkan sedikit ruang untuk menyelesaikan masalah. Namun, jika silent treatment terjadi secara berlarut-larut sudah waktunya pasangan mulai memperbaiki situasi tersebut.

Komunikasi dan keterbukaan merupakan kunci untuk mengatasi situasi krisis yang diakibatkan oleh silent treatment. Untuk dapat membangun kembali komunikasi dan keterbukaan pasangan bisa melakukan langkah-langkah berikut ini.

1. Akui perasaan pasangan

Minta pasangan untuk menceritakan bagaimana perasaannya. Langkah ini membuatnya paham bahwa perasaan mereka benar-benar ada dan penting. Langkah ini juga sebagai langkah membuka jalan untuk percakapan lainnya. Dalam situasi ini jadilah pendengar yang berempati dengan pasangan. Jangan melakukan tindakan defensif atau buru-buru masuk ke mode pemecah masalah.

2. Sebutkan bahwa situasi ini menyulitkan

Jujurlah pada pasangan bawa tindakan diamnya menyebabkan diri Anda sedih dan bingung. Katakan kesulitan-kesulitan yang Anda hadapi selama pasangan menjauh dan mendiamkan Anda. Nyatakan dengan jelas bahwa Anda tidak dapat menyelesaikan masalah dengan cara ini dan perilaku semacam ini hanya menimbulkan konflik bagi hubungan.

3. Hindari tindakan saling menyalahkan

Pastikan untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang perlu dibahas. Cara ini membantu percakapan tetap fokus dan tidak terjebak dalam permainan saling menyalahkan. Berkomunikasi setelah silent treatment merupakan hal yang sensitif, jadi tetap rendah hati dan nyatakan batasan diri pada pasangan untuk menghindari konflik tambahan.


Baca juga artikel terkait SILENT TREATMENT atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight