Hari Pendidikan Nasional 2021

Apa Itu Semboyan Tut Wuri Handayani: Sejarah, Arti, & Maknanya?

Oleh: Iswara N Raditya - 5 Mei 2021
Dibaca Normal 2 menit
Apa itu arti semboyan Tut Wuri Handayani, makna, dan bagaimana sejarahnya?
tirto.id - Semboyan Tut Wuri Handayani tersemat pada lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia. Apa itu Tut Wuri Handayani dan arti serta maknanya? Sejarah semboyan ini bermula dari mana?

Istilah Tut Wuri Handayani amat lekat dengan sosok Ki Hajar Dewantara, tokoh bangsa yang berperan besar dalam sejarah pendidikan Indonesia. Ki Hajar Dewantara adalah pendiri Taman Siswa, Menteri Pendidikan RI pertama, juga pahlawan nasional dengan julukan Bapak Pendidikan Nasional.

Ki Hajar Dewantara lahir pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang ningrat Jawa dari Kadipatan Pakulaman Yogyakarta.

Perjuangan Ki Hajar Dewantara lewat jalur pendidikan sejak era kolonial Hindia Belanda menjadi alasan tanggal lahirnya diabadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas.


Sejarah dan Arti Tut Wuri Handayani

Istilah Tut Wuri Handayani merupakan bagian dari semboyan dalam bahasa Jawa yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara untuk Taman Siswa yang ia dirikan di Yogyakarta pada 1922 dan kemudian tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Semboyan lengkapnya berbunyi: Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, yang artinya “di depan memberi contoh yang baik, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”.

Dikutip dari Dasar-Dasar Pendidikan (2020) yang disusun Haudi dan kawan-kawan, Tut Wuri Handayani dikumandangkan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai asas pendidikan yang diterapkan dalam pembelajaran di Perguruan Taman Siswa.

Adapun dua asas lainnya, yakni Ing Ngarsa Sung Tuladha dan Ing Madya Mangun Karsa dikembangkan oleh R.M.P Sosrokartono, seorang pemikir dan ahli bahasa yang juga kakak kandung dari R.A. Kartini, pahlawan pejuang emansipasi perempuan Indonesia yang termasyhur.


Makna Tut Wuri Handayani

Lantas, apa makna Tut Wuri Handayani sebagai asas pendidikan nasional yang diserukan oleh Ki Hajar Dewantara?

Asas Tut Wuri Handayani merupakan inti dari asas yang menegaskan, setiap orang punya hak untuk mengatur dirinya sendiri.

Tut Wuri Handayani mengandung arti bahwa seorang guru atau pendidik dengan kewibawaan yang dimilikinya mengikuti dari belakang dan memberi pengaruh yang baik kepada anak-anak didiknya.

Seorang guru, pamong, atau pendidik, dalam konsep Tut Wuri Handayani, tidak menarik-narik murid-muridnya dari depan, melainkan membiarkan anak-anak didiknya mencari jalan sendiri, mengambil langkah dan keputusan sesuai pemikiran sendiri.

Yang harus dilakukan guru, pamong, atau pendidik hanya memberikan dorongan atau bimbingan supaya anak-anak didiknya tetap berada di jalur yang benar.


Ki Suratman melalui buku berjudul Tut Wuri Handayani (1980) menafsirkan semboyan Tut Tut Wuri Handayani yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara, sebagai berikut:

“Secara harafiah, tut wuri berarti mengikuti dari belakang, tetapi tidak melupakan anak didik dari pengawasan. Berjalan di belakang berarti memberi kebebasan kepada anak-anak untuk melatih mencari jalan sendiri, sebagai pendidik wajib memberi koreksi di mana perlu (handayani).”

“Misalnya jika anak didik mendapat masalah tentang pikiran dan tenaga yang
tak dapat dipecahkan, pendidik wajib memberi arahan dan solusi bagaimana cara
menyelesaikannya dengan tepat,” tulis Ki Suratman.

“Kebebasan inilah yang merupakan demokrasi, sedangkan pimpinan yang wajib terus
mengawasi tidak lain daripada kebijaksanaan sang pamong (guru). Atau kata lain di dalam kehidupan anak-anak harus ada demokrasi dan leaderschap (kepemimpinan),” tambahnya.


Baca juga artikel terkait HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2021 atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Agung DH
DarkLight