Menuju konten utama

Apa Itu Robot Trading dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Robot trading adalah teknologi yang marak digunakan dalam kegiatan transaksi di pasar berjangka (futures market), berikut cara kerjanya.

Apa Itu Robot Trading dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Ilustrasi Robot Trading. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Robot trading adalah teknologi yang marak digunakan dalam kegiatan transaksi di pasar berjangka (futures market). Teknologi robot trading bekerja dengan cara menghimpun semua informasi yang dibutuhkan untuk memaksimalkan keuntungan trading.

Belakangan istilah robot trading semakin populer setelah penangkapan Wahyu Kenzo yang dijuluki “Crazy Rich Surabaya.” Ia ditetapkan Polda Jawa Timur (Jatim) sebagai tersangka kasus penipuan robot trading Ato Trade Gold (ATG) pada Minggu (5/3/2023).

Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto mengungkapkan, kasus tersebut telah merugikan banyak korban, dengan total kerugian mencapai 9 triliun.

"Dari hasil keterangan di proses penyidikan sementara, jumlah korbannya kurang lebih 25 ribu orang. Total kerugiannya hampir 9 triliun," kata Toni Hermanto mengutip Antara News.

Tentu kasus penipuan Wahyu Kenzo ini semakin menambah panjang kasus penipuan berkedok robot trading di Indonesia. Lalu, apa sebenarnya robot trading itu dan bagaimana cara kerjanya?

Mengenal Apa Itu Robot Trading dan Cara Kerjanya

Melansir Asktraders, robot trading atau robot forex dikembangkan sebagai alat untuk trading otomatis. Teknologi ini juga dikenal sebagai Expert Advisors (EA), yang berguna untuk mengontrol perdagangan saat melakukan aktivitas lainnya, bersiap untuk melakukan langkah terbaik di waktu terbaik.

Robot trading menjadi populer di industri broker karena dipasarkan sebagai solusi untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat dan efektif. Mereka dirancang untuk menghimpun semua informasi, pengetahuan, dan keterampilan untuk memberi keuntungan.

Meskipun fakta bahwa robot sangat cerdas dan memiliki kemampuan dalam memantau pasar lebih hati-hati daripada mata manusia, namun demikian tetap akan ada risiko kekeliruan dan kerugian.

Trading biasanya paling baik dilakukan dengan kecerdasan nyata. Kecerdasan buatan seperti EA memang membantu, namun kurang bisa memberikan kesimpulan untuk membentuk strategi yang sesuai dengan tujuan trading.

Jika trading otomatis didasarkan pada teknik yang dipersonalisasi, tampaknya lebih layak untuk menggunakan metode ini. Karena robot memiliki data dan teknik sendiri yang diprogram ke dalamnya, metode perdagangan otomatis ini tidak dapat diterapkan pada robot forex.

Selain itu, pemahaman alami yang dimiliki manusia saat pasar berubah dan berfluktuasi hampir tidak mungkin ditiru oleh robot. Kekurangan ini justru memberikan ruang bagi robot trading mengalami kekeliruan atau bahkan kerugian.

Robot trading bekerja dengan cara mencari peluang trading baik itu jual maupun beli dengan menggunakan algoritma. Kemudian algoritma itu dikelola sehingga muncul perkiraan tindakan apa yang harus trader lakukan. Trading robot berjalan otomatis tanpa campur tangan manusia.

Karena robot trading hanya menggunakan data terdahulu sebagai referensi mengambil keputusan, ini kerap tidak berjalan baik untuk pasar yang fluktuatif.

Cara Menghindari Penipuan Robot Trading

Menanggapi kasus penipuan robot trading yang marak terjadi belakangan ini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan imbauan dan cara menghindari penipuan tersebut.

Menurut Polri ada beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat agar meminimalisir keterlibatan dengan penipuan yang berkedok robot trading, yaitu:

  • Dalam investasi tidak ada satupun keuntungan mutlak, jika ada iming-iming 100 persen maka dipastikan tawaran tersebut kita harus tolak.
  • Penggunaan robot trading yang hanya bisa dikendalikan broker tertentu, padahal seharusnya dengan bantuan expert advisor, bisa juga dikendalikan oleh broker forex yang lain.
  • Jika dalam proses mencari nasabah menggunakan skema member get member (MLM), atau money game ala skema ponzi maka sudah harus diwaspadai. Logikanya tanpa perlu menggunakan member get member bisa menggunakan robot trading.
  • Jika menggunakan bantuan robot trading, maka harus mempelajari cara kerja robot tersebut, system keamanan, resiko dan sebagainya.
  • Pelajari keabsahan pengelola, legalitasnya, perizinanya,dan melakukan cek dan ricek ke Lembaga otoritatif, seperti Bappebti, Bapepam, OJK dan Kementerian Perdagangan.

Baca juga artikel terkait ROBOT TRADING atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Teknologi
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Yonada Nancy