Menuju konten utama
Tips Parenting

Apa Itu Pincer Grasp pada Bayi dan 7 Tips Meningkatkannya

Mengenal apa itu Pincer Grasp pada bayi dan berikut ini tips meningkatkannya.

Apa Itu Pincer Grasp pada Bayi dan 7 Tips Meningkatkannya
Ilustrasi Pincer Grasp. foto/istockphoto

tirto.id - Pincer grasp merupakan keterampilan motorik halus pada bayi yang melibatkan pengambilan suatu benda dengan menggenggamnya di antara ibu jari dan telunjuk.

Menurut laman Parents, biasanya, ketika si kecil menggunakan pincer grasp, mereka akan mengambil banyak benda kecil, seperti mainan bahkan potongan makanan.

Kemampuan pincer grasp yang sudah dikuasai oleh si kecil merupakan langkah pertama yang penting dalam keterampilan motorik lainnya, seperti belajar memegang pensil saat ia sudah memasuki usia sekolah.

Kapan Bayi Mulai Pincer Grasp?

Bayi mulai melakukan pincer grasp saat mereka memasuki usia 7 dan 12 bulan. Biasanya, selama bulan-bulan awal tahap ini si kecil akan menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya, tapi belum bisa mengambil benda dengan baik.

Kemudian, mereka akan berlatih pincer grasp pada usia 9 hingga 12 bulan. Pincer grasp atau genggaman penjepit mereka akan terus disempurnakan sehingga mereka bisa meraih dan melepaskan banyak benda kecil untuk main bahkan makan sendiri.

Tips Meningkatkan Pincer Grasp

Latihan yang rutin agar bisa si Kecil bisa melakukan pincer grasp adalah cara terbaik. Orang tua bisa memanfaatkan banyak benda di dalam maupun di sekitar rumah sehingga bisa membantu mendorong penggunaan pincer grasp atau genggaman penjepit mereka.

Berikut beberapa kegiatan menyenangkan dan bermanfaat agar si Kecil bisa terbiasa dalam melakukan pincer grasp, dilansir dari laman Napa Center.

1. Bermain dengan blok

Ilustrasi anak bermain

Bayi perempuan bermain toy di rumah. FOTO/iStockphoto

Untuk mengasah kemampuan pincer grasp, orang tua bisa mengajak si Kecil untuk bermain balok-balok dengan ukuran dan tekstur yang beragam.

Dengan begitu nantinya, ia akan menggunakan jari-jari untuk untuk menumpuk, memindahkan, atau mengetuk balok-balok itu secara bersamaan.

2. Makan sendiri atau tanpa disuapi

Ilustrasi Bayi makan bubur

Ilustrasi Bayi makan bubur. foto/Istockphoto

Makan sendiri atau tanpa disuapi merupakan cara yang tepat untuk mengembangkan kemampuan pincer grasp pada si Kecil.

Dalam hal ini, sebaiknya orang tua menjauhkan makanan keras dari si Kecil untuk menghindari kemungkinan tersedak.

3. Mainan tarik

Mainan tarik bisa mendorong penggunaan pincer grasp bahkan jika si Kecil belum bisa berjalan.

Dalam hal ini, Ibu atau Ayah bisa menarik tali mainan di depan si Kecil dan lihatkan apakah ia akan menirukannya.

4. Bermain dengan puzzle berkancing

Anak Autis

Ilustrasi. foto/istockphoto

Dalam hal ini, Ibu atau Ayah bisa mencari puzzle kayu besar dengan kenop di bagian depan setiap kepingnya. Pertama-tama ajarkan si Kecil terlebih dahulu cara melakukannya.

Permainan ini bermanfaat agar si Kecil bisa terbiasa dengan banyak benda kecil tanpa harus khawatir akan bahaya tersedak.

Ketika menggunakannya, pastikan Ibu membeli puzzle dengan kualitas tinggi dan sering-seringlah untuk memeriksa kondisi kenopnya.

5. Latihan menunjuk

Ilustrasi Anak Bermain di Rumput

Ilustrasi anak menunjuk kupu-kupu saat sedang bermain di rumput. FOTO/iStockphoto

Bila si Kecil belum mulai pincer grasp, cobalah untuk mencontohkannya. Ketika Ibu berbicara tentang sesuatu, cobalah untuk menekankannya dan menunjuk dengan jari yang lurus.

6. Pakai selotip pelukis

Cara ini bisa dilakukan dengan cara menempelkan beberapa selotip di area rumah, seperti dinding, lantai, atau tempat lainnya yang bisa dijangkau si Kecil.

Lalu, tempelkan selotip secara longgar di ujungnya sehingga si Kecil bisa dengan muda memegangnya lalu melepaskannya dari permukaan.

7. Sediakan mainan kecil

Ilustrasi Middle Child Syndrome

Ilustrasi. foto/IStockphoto

Ketika si Kecil sedang melatih kemampuan tangan dan jari-jarinya, biasanya ia akan mulai menarik benda-benda kecil secara alamiah.

Jadi, cobalah untuk memberikan beberapa mainan kepada si Kecil agar ia bisa berlatih untuk menggenggam.

Dalam hal ini, Ibu perlu memberikan pengawasan pada si Kecil agar ia bisa dengan hati-hati memegang benda tersebut.

Lantaran, mainan kecil tertentu berpotensi memunculkan bahaya tersedak untuk anak-anak di bawah usia 3 tahun.

Baca juga artikel terkait APA atau tulisan lainnya dari Ega Krisnawati

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Dhita Koesno