Menuju konten utama

Apa Itu Perbudakan Modern, Bentuk, dan Contohnya?

Contoh perbudakan modern kerap kita temui, misalnya melalui pemberitaan media massa. Lantas, apa itu perbudakan modern? Simak penjelasannya di artikel ini.

Apa Itu Perbudakan Modern, Bentuk, dan Contohnya?
Contoh perbudakan modern. Aktivis Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) bersama Greenpeace Indonesia dan BEM BREGAS (Brebes, Tegal, Slawi) menggelar aksi teatrikal saat unjuk rasa damai Setop Perbudakan Modern di Laut, di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/12/2021). ANTARA FOTO/Aji Styawan.

tirto.id - Perbudakan adalah sistem stratifikasi sosial yang secara harfiah menjadikan seseorang, sekelompok, atau segolongan manusia, sebagai properti milik manusia lain. Kondisi tersebut membuat orang yang diperbudak terampas kebebasan hidupnya.

Meskipun sistem perbudakan secara resmi telah dihapuskan di dunia, mengacu pada Universal Declaration of Human Rights (DUHAM), praktiknya masih banyak ditemukan di era modern. Eksploitasi manusia di masa modern itu dikenal dengan istilah perbudakan modern.

Berdasarkan data yang dikumpulkan International Labour Organization (ILO) pada 2021, setidaknya ada 49,6 juta orang yang hidup dalam perbudakan modern. 27,6 juta orang terkungkung dalam kerja paksa sedangkan 22 juta sisanya ada dalam pernikahan paksa.

Apa Itu Perbudakan Modern?

Dikutip dari situs web resmi Oxford City Council, definisi perbudakan modern adalah segala bentuk eksploitasi dengan menggunakan kekerasan, penahanan dokumen, sumpah ritual, pengendalian keuangan, ijon, penculikan, pemerasan, penyalahgunaan kerentanan, penipuan, pembatasan pergerakan, ancaman, dan stigma sosial.

Tujuannya bisa beragam, mulai dari eksploitasi seksual, eksploitasi tenaga kerja dan kerja ijon, perbudakan rumah tangga, eksploitasi kriminal, penipuan paksa, kawin paksa, hingga pengambilan organ tubuh.

Praktik perbudakan modern ini secara langsung merampas hak asasi para korbannya, sehingga tentu saja termasuk sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Bentuk Perbudakan Modern dan Contohnya

Dikutip dari situs web resmi Anti-Slavery International, berikut bentuk-bentuk perbudakan modern:

1. Perdagangan Manusia

Perdagangan manusia merujuk pada penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk mengangkut, merekrut, atau menampung individu dengan maksud mengeksploitasi mereka dalam berbagai konteks, seperti prostitusi paksa, kerja paksa, kriminalitas, perkawinan yang dipaksakan, atau pengambilan organ tubuh.

Contoh perbudakan modern berupa perdagangan orang masih marak ditemukan. Di Indonesia saja, pada 2019, terdapat 191 kasus dengan 226 korban perdagangan manusia.

2. Kerja Paksa

Kerja paksa adalah situasi di mana seseorang dipaksa melakukan pekerjaan atau jasa tertentu tanpa persetujuannya, sering kali di bawah ancaman hukuman. Ini mencakup kondisi di mana individu kehilangan kebebasan mereka untuk menentukan pilihan pekerjaan dan hidup mereka.

Contoh perbudakan modern kategori kerja paksa ada banyak. Salah satunya kasus perbudakan Benjina, yang dialami ratusan anak buah kapal berkewarganegaraan asing di Pulau Benjina, Kepulauan Aru, Maluku. Kasus ini terungkap pada 2015.

3. Jeratan Hutang/Kerja Terikat

Jeratan hutang atau kerja terikat adalah bentuk perbudakan yang melibatkan individu yang terjebak dalam kemiskinan, meminjam uang, dan terpaksa bekerja untuk melunasi utang mereka. Akibatnya, mereka kehilangan kendali atas kondisi pekerjaan dan utang mereka.

Perbudakan modern jenis kerja terikat ini sering kali tidak disadari oleh korbannya. Contohnya, si Fulan bekerja di perusahaan A. Karena kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi, Fulan mengambil kredit di perusahaannya sendiri. Setiap bulan, Fulan terpaksa hanya menerima seperempat gaji, sisanya terpotong otomatis untuk membayar utangnya.

4. Perbudakan Berbasis Keturunan

Perbudakan berbasis keturunan terjadi ketika seseorang dilahirkan dalam status perbudakan, di mana mereka dianggap sebagai properti dan status "budak" diturunkan dari garis keturunan ibu.

Contoh perbudakan modern ini pernah menimpa Nelson dan keluarganya. Ceritanya pernah diterbitkan di The Guardian dalam laporan berjudul "Slept Floor Flat Near Harrods Stories Modern Slavery" (2017), yang ditulis Annie Kelly dan Kate Hodal.

Nelson mengalami perbudakan berupa kerja paksa di perkebunan kopi di Minas Gerais, Brasil. Ia bekerja sebagai buruh paksa dan terjebak di sana bersama istri keturunan alias kerabatnya, yakni keponakan bernama Keila.

5. Perbudakan Anak

Perbudakan anak terjadi ketika seorang anak dieksploitasi untuk keuntungan orang lain. Ini mencakup perdagangan anak, tentara anak, pernikahan anak, dan perbudakan rumah tangga anak.

Contoh perbudakan modern anak ini banyak ditemukan di Kongo. Di sana, anak-anak dipaksa bekerja di tambang kobalt, bahan baku utama baterai yang kini dipakai sebagai penggerak mobil listrik.

6. Pernikahan Paksa dan Dini

Pernikahan paksa dan dini terjadi ketika seseorang dinikahkan tanpa persetujuannya dan tidak memiliki kemampuan untuk meninggalkan pernikahan tersebut. Pernikahan anak sering kali dianggap sebagai bentuk perbudakan modern. Contoh perbudakan modern ini tidak jarang ditemui di kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

7. Pekerjaan Rumah Tangga

Pekerjaan rumah tangga dapat menjadi sumber pendapatan penting bagi banyak orang, tetapi ketika dilakukan di rumah orang lain, pekerja tersebut dapat rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, dan perbudakan karena mungkin tersembunyi dari pandangan dan kurangnya perlindungan hukum.

Contoh perbudakan modern jenis ini adalah kasus yang menimpa Elvira, perempuan 50 tahun asal Filipina. Dikutip dari laporan jurnalistik The Guardian, Elvira adalah korban perbudakan modern sebagai pekerja rumah tangga di Qatar. Di rumah majikannya, ia dipaksa bekerja 20 jam sehari, dengan upah hanya sepotong roti.

Baca juga artikel terkait PERBUDAKAN MODERN atau tulisan lainnya dari Yunita Dewi

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Yunita Dewi
Penulis: Yunita Dewi
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Penyelaras: Fadli Nasrudin