Apa Itu Perbudakan Modern, Termasuk Pelanggaran HAM, dan Contohnya

Kontributor: Yunita Dewi - 2 Mar 2022 12:20 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Perdagangan manusia adalah suatu bentuk dari perbudakan modern.
tirto.id - Perbudakan modern telah menjadi istilah umum untuk mendeskripsikan tindak perdagangan manusia, eksploitasi manusia, pekerja paksa, seks komersial, ikatan utang (ijon), dan pernikahan paksa.

Perdagangan manusia adalah suatu bentuk dari perbudakan. Dikutip dari laman Oxford City Council, perdagangan manusia memiliki 3 elemen, di antaranya:

1. Tindakan (perpindahan manusia)

Tindakan berupa pengerahan, pengangkutan, transfer, menyembunyikan, dan menerima orang untuk bekerja.

2. Cara (perilaku pemaksaan)

Terdapat perilaku pemaksaan berupa ancaman atau penggunaan kekerasan, penipuan, penculikan, penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan posisi, kerentanan, memberi atau menerima, dan melakukan pembayaran atau manfaat.

3. Tujuan (Eksploitasi)

Tujuan dari perdagangan manusia yaitu eksploitasi yang berupa eksploitasi prostitusi sendiri/atau orang lain, kerja paksa atau layanan perbudakan, pengangkatan organ tubuh, pernikahan paksa, dan lainnya.

Praktik perbudakan modern ini secara langsung merampas hak asasi para korbannya dan termasuk dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

HAM menurut UU No. 39 tahun 1999 merupakan seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

HAM meliputi hak asasi pribadi, hak asasi politik, hak asasi ekonomi, hak asasi sosial dan kebudayaan, hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum dan pemerintahan, serta hak asasi manusia untuk mencapatkan perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan.

Mengutip kembali dari laman Oxford City Council, berikut merupakan 5 contoh perbudakan modern yang terjadi di Inggris:

1. Eksploitasi Tenaga Kerja

Para pekerja korban eksploitasi tenaga kerja dipaksa untuk bekerja secara terus menerus dengan waktu istirahat yang sedikit, serta data-data pribadi pekerja dikuasai dan dikendalikan oleh pelaku bisnis (majikan). Eksploitasi tenaga kerja dilakukan dengan tidak membayar atau membayar para korban dengan upah yang rendah secara ilegal.

2. Pembantu Rumah Tangga

Para korban dipaksa untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga dengan jam kerja yang melebihi batas, mengasuh anak-anak majikan, hingga dikurung di dalam rumah.

3. Eksploitasi Seksual

Para pekerja seks dipaksa untuk bekerja di industri seks komersial seperti pornografi, melakukan Lap dancing, dll. Korban dipaksa untuk melakukan aktivitas seksual dalam bentuk apapun untuk keuntungan orang lain (pemiliki indutri seks komersial).

4. Eksploitasi Kriminal

Para korban dipaksa atau diperdagangkan untuk melakukan kegiatan ilegal seperti perdagangan narkoba, merampok, mencuri, mengemis, menanam ganja, dan lainnya. Bahkan terdapat ekploitasi kriminal yang bersifat ekstrem yakni berupa jual-beli organ tubuh manusia.

5. Eksploitasi Budaya

Dalam eksploitasi budaya, para korban dipaksa untuk menggunakan kepercayaaan, sosial atau budayanya dengan melakukan radikalisasi, pernikahan paksa, terorisme, dan lain sebagainya.


Baca juga artikel terkait PERBUDAKAN MODERN atau tulisan menarik lainnya Yunita Dewi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Yunita Dewi
Penulis: Yunita Dewi
Editor: Dipna Videlia Putsanra

DarkLight