Menuju konten utama

Apa Itu Penyakit Kusta: Penyebab, Gejala, dan Ciri-Cirinya

Penyakit kusta: gejala, ciri-ciri, dan cara mengobatinya.

Apa Itu Penyakit Kusta: Penyebab, Gejala, dan Ciri-Cirinya
Penyakit Kulit Kusta. FOTO/Istockphoto

tirto.id - Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini menyebabkan kerusakan pada kulit dan sistem saraf tepi.

Lepra, sebutan lain kusta, menyerang seseorang secara perlahan (gejalanya dimulai dari 6 bulan hingga 40 tahun) dan menyebabkan lesi atau luka pada kulit serta kelainan bentuk. Luka dan kelainan ini paling sering menyerang bagian tubuh yang lebih dingin, misal mata, hidung, daun telinga, tangan, kaki, dan testis.

Penyakit kusta menular lewat droplet atau percikan cairan dari saluran pernapasan, seperti batuk dan bersin. Akan tetapi, binatang tertentu seperti simpanse, monyet mangabey, dan armadillo juga bisa menularkannya pada manusia.

Ciri-Ciri Penyakit Kusta

Penyakit kusta termasuk dalam tipe penyakit granulomatosa kronis, mirip dengan tuberkulosis, karena menghasilkan nodul atau benjolan inflamasi di kulit dan saraf tepi, dari waktu ke waktu.

Tanda dan gejala awal penyakit kusta terjadi secara perlahan, biasanya selama bertahun-tahun. Gejalanya mirip dengan gejala sifilis, tetanus, dan leptospirosis.

Berikut adalah ciri-ciri penyakit kusta yang dilansir dari laman MedicineNet.

1. Mati rasa di kulit (gejala awal)

2. Kehilangan kemampuan merasakan suhu (gejala awal)

3. Kehilangan kemampuan merasakan sentuhan (gejala awal)

4. Sensasi tertusuk jarum (gejala awal)

5. Nyeri sendi

6. Kehilangan kemampuan merasakan tekanan

7. Cedera saraf

8. Penurunan berat badan

9. Lepuh dan ruam pada kulit

10. Bisul

11. Munculnya lesi kulit yang menebal dan pucat

12. Mata menjadi kering dan jarang berkedip

13. Rambut rontok (misalnya, kehilangan alis)

14. Luka di kulit yang bernanah, meradang, dan matinya jaringan kulit (gejala selanjutnya)

15. Kehilangan jari tangan atau kaki (gejala selanjutnya)

16. Wajah mengalami kecacatan, misalnya, kehilangan hidung (gejala selanjutnya)

17. Komplikasi imunologi kusta yang serius

Menyitat keterangan di laman resmi The Leprosy Mission Internasional, orang dengan risiko tinggi terkena penyakit kusta adalah mereka yang tinggal di daerah endemik kusta, seperti sebagian India, Cina, Jepang, dan Nepal, serta Mesir.

Kendati demikian, risiko tertinggi tentu dipegang oleh orang yang melakukan kontak erat dan terus menerus dengan orang terinfeksi penyakit kusta.

Pengobatan Penyakit Kusta

Melalui laman resminya, WHO menjelaskan bahwa pengobatan kusta saat ini bisa dilakukan dengan mengkonsumsi obat MDT (Multi Drugs Therapy), kombinasi dapson, rifampisin, dan clofazimine. MDT bekerja dengan cara membunuh patogen dan menyembuhkan pasien.

Adapun MDT direkomendasikan oleh WHO pertama kali pada 1981.

Perawatan dengan mengkonsumsi obat-obatan ini berlangsung selama 6 bulan untuk kusta pauci-bacillary dan 12 bulan untuk kusta multi-bacillary.

Sebelumnya, sekitar tahun 1940-an, perawatan berlangsung selama bertahun-tahun bahkan seringkali seumur hidup hanya dengan mengkonsumsi dapson.

Baca juga artikel terkait KUSTA atau tulisan lainnya dari Dwi Nursanti

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Dwi Nursanti
Penulis: Dwi Nursanti
Editor: Dipna Videlia Putsanra