Apa Itu Penyakit Anosmia, Jenisnya dan Obat Anosmia Alami

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif, tirto.id - 22 Des 2021 14:05 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Apa itu penyakit anosmia, apakah anosmia bisa menular, dan daftar obat alami anosmia.
tirto.id - Salah satu kendala kesehatan yang akhir-akhir ini merebak di seluruh penjuru dunia, terutama seiring memburuknya COVID-19 adalah Anosmia.

Arti Anosmia


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anosmia adalah kehilangan daya penciuman.

Kehilangan daya penciuman dapat diartikan dengan hilangnya efektifitas indra penciuman untuk mengidentifikasi bau.


Dikutip dari laman Medical News Today, bau adalah proses kompleks yang melibatkan komunikasi antara otak dan hidung.

Ketika seseorang mengendus bau, udara masuk ke hidung, dan molekul bau menempel pada reseptor pada saraf yang merasakan bau, yang disebut saraf penciuman.

Anosmia dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan jenis, yakni anosmia sementara dan anosmia permanen.

Anosmia sementara merupakan jenis gangguan pada indera penciuman dalam beberapa waktu. Sedangkan, anosmia permanen dapat terjadi sebagai bawaan dari lahir dan keadaan penuaan.

Laman NHS UK menyebutkan, perubahan indra penciuman paling sering disebabkan oleh beberapa keadaan meliputi dingin atau flu, sinusitis (infeksi sinus), alergi, seperti hay fever dan pertumbuhan di hidung (polip hidung).

Obat Anosmia Alami


Anosmia dapat disembuhkan menggunakan pengobatan alami, terutama pada gangguan yang lebih ringan (anosmia sementara).

Sedangkan, pada penanganan anosmia permanen sepertinya perlu penangan secara intensif dari dokter.

Seperti dilansir Healthline, terdapat beberapa pengobatan alami bagi gangguan anosmia ringan. Berikut adalah penjelasannya:

1. Pelatihan Penciuman

Pelatihan penciuman merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam pengobatan anosmia ringan.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan menciumkan beberapa bau kuat yang berada di rumah. Setiap aroma dihirup selama kurun waktu 20 detik. Kemudian, proses dilaksanakan sebanyak tiga kali sehari selama 6 minggu.

Pelatihan penciuman dapat berlangsung lebih efektif jika memilih empat bau yang sama setiap hari.

Pasien sebaiknya melakukan pelatihan penciuman dengan konsentrasi penuh pada bau wewangian selama 20 detik.

Beberapa aroma yang dapat dipilih selama proses pelatihan penciuman seperti kopi giling, mawar, jeruk, kayu putih, vanilla, cengkeh, dan daun mint.

Selama proses pelatihan penciuman, pasien mungkin akan merasakan fenomena mencium bau yang tidak sedap seperti karet terbakar atau kotoran tubuh.

Hal tersebut dikenal dengan parosmia. Parosmia dapat terjadi selama beberapa minggu, namun bersifat sementara.

2. Minyak Jarak

Minyak jarak juga memiliki kemampuan menyembuhkan anosmia. Hal tersebut dapat terjadi karena minyak jarak memiliki komponen akif berupa asam risinoleat. Asam tersebut memiliki fungsi untuk membantu melawan infeksi.

Selain itu, minyak jarak juga dapat meredakan terjadinya pembengkakan dan peradaan saluran hidung akibat pilek serta alergi.

Penggunaan minyak jarak sebagai pengobatan alami anosmia dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

    • Panaskan minyak jarak dengan lembut di atas kompor atau microwave. Pastikan hangat dan tidak panas.
    • Tempatkan dua tetes minyak di setiap lubang hidung dua kali sehari: sekali saat bangun tidur dan tepat sebelum tidur.
3. Jahe

Jahe memiliki sifat yang mendukung dalam penyembuhan anosmia, yakni adanya aroma khas dan tajam.

Jahe yang digunakan dapat berupa jahe bubuk maupun mentah. Mengonsumsi jahe melalui minuman dapat menyembuhkan peradangan pada saluran hidung.

Selain itu, jahe juga dapat meredakan pembentukan lendir berlebihan yang berdampak menghilangkan efektifitas penciuman.

Cara untuk membuat minuman jahe untuk anosmia dapat mengikuti langkah sebagai berikut:

    • Kupas dan potong jahe mentah.
    • Seduh satu sendok makan jahe mentah dalam dua cangkir air panas selama sekitar 15 menit.
4. Irigasi Garam

Anosmia berupa adanya alergi dan penyumbatan hidung dapat menyebabkan hilangnya fungsi indra penciuman.

Anosmia jenis ini dapat diobati menggunakan air asin. Air asin berfungsi untuk mengeluarkan alergen dan lendir dari rongga hidung.

Langkah menggunakan air garam dalam penyembuhan anosmia sebagai berikut:

    • Tuangkan 1 cangkir air suling atau air keran yang direbus ke dalam wadah yang baru dicuci.
    • Tambahkan sendok teh garam dan sendok teh soda kue ke dalam air.
    • Isi botol peras atau jarum suntik medis dengan campuran tersebut.
    • Miringkan kepala Anda ke belakang.
    • Semprotkan larutan ke satu lubang hidung, arahkan ke bagian belakang kepala, bukan bagian atas kepala.
    • Biarkan mengalir keluar dari lubang hidung atau mulut Anda yang lain.
    • Ulangi beberapa kali sehari.


Baca juga artikel terkait ANOSMIA ADALAH atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Dhita Koesno

DarkLight