Menuju konten utama
Pendidikan Geografi

Apa Itu Pengertian Efek Rumah Kaca dan Apa Saja Dampaknya?

Berikut ini adalah pengertian efek rumah kaca dan beberapa dampak efek rumah kaca yang kerap terjadi.

Apa Itu Pengertian Efek Rumah Kaca dan Apa Saja Dampaknya?
Ilustrasi Ozon. foto/istockphoto

tirto.id - Efek rumah kaca merupakan peningkatan suhu bumi yang disebabkan oleh konsentrasi karbon dioksida dan karbon monoksida yang tinggi di atmosfer.

Karbon dioksida dan karbon monoksida akan membentuk semacam lapisan yang akan menahan panas bumi keluar, sehingga panas yang ditimbulkan bumi akan terkungkung di dalam seperti pada rumah kaca.

Kendati demikian, sebenarnya di atmosfer bumi terdapat banyak sekali gas-gas rumah kaca alami seperti siklus air, karbon dioksida, dan metana. Gas-gas tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan bumi.

Infografik Efek Rumah Kaca

Infografik Efek Rumah Kaca. tirto.id/Tino

Bumi tidak akan layak huni jika tidak terdapat gas-gas rumah kaca di atmosfernya. Hal itu karena bumi akan menjadi sangat dingin karena tidak adanya gas-gas rumah kaca tersebut, bumi tidak bisa menghantarkan panas.

Akan tetapi, jika gas-gas tersebut terus bertambah banyak dan semakin tidak terkendali, maka suhu pada bumi akan terus meningkat sehingga menyebabkan Pemanasan Global.

Tingginya polusi udara, pembakaran bahan bakar fosil serta banyaknya penebangan hutan merupakan penyebab utama jumlah karbon dioksida semakin meningkat.

Karena karbon dioksida merupakan salah satu gas rumah kaca, maka dengan meningkatnya kadar karbon dioksida, menyebabkan Efek Rumah Kaca berubah menjadi dampak yang negatif yaitu Pemanasan Global.

Dampak Efek Rumah Kaca

Berikut ini adalah beberapa dampak efek rumah kaca yang kerap terjadi, seperti dikutip modul IPA SMP Kelas VII (2017):

1. Perubahan Iklim yang Ekstrem

Temperatur di bumi menjadi sangat tinggi sehingga menyebabkan beberapa wilayah mengalami perubahan iklim yang cukup ekstrim.

Beberapa wilayah bumi yang cenderung hangat akan berubah menjadi lembab. Hal ini disebabkan oleh uap air yang merupakan gas pada rumah kaca, sehingga menyebabkan meningkatnya edek insulasi pada atmosfer.

Selain itu, dengan banyaknya uap air, tentu jumlah awan akan semakin banyak sehingga akan menyebabkan curah hujan yang tinggi, badai yang semakin kering, dan air aakan lebih cepat menguap dari dalam tanah.

2. Meningkatnya Permukaan Air Laut

Lapisan es atau gletser di benua antartika akan mencair karena dampak dari pemanasan global. Bahkan disebutkan bahwa lapisan es tersebut menurun 2,7 persen per dekade. Dengan demikian, pantai yang tadinya landai, lama-kelamaan akan hilang tertutup air laut.

3. Kepunahan Spesies Tertentu

Peningkatan suhu bisa menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Sampai saat ini hilangnya spesies semakin meluas dan daftar spesies yang terancam punah terus berkembang dan bertambah.

4. Kegagalan Panen Besar-besaran

Terdapat 90 persen kemungkinan bahwa 3 miliar orang diseluruh dunia harus memilih antara pergi bersama keluarganya ke tempat yang beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan iklim ekstrim sehingga menyebabkan gagal panen dalam kurun waktu 100 tahun.

5. Menipisnya Lapisan Ozon

Lapisan yang melindungi bumi dari bahaya radiasi sinar Ultra Violet (UV) adalah lapisan ozon.

Berdasarkan penelitian dan pengamatan satelit, lapisan ozon yang ada di stratosfer yaitu sekitar 17-25km diatas permukaan bumi ini, lama kelamaan mengalami penipisan semenjak tahun 1970-an.

Baca juga artikel terkait GEOGRAFI atau tulisan lainnya dari Robiatul Kamelia

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Robiatul Kamelia
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Maria Ulfa