Bahasa Indonesia

Apa Itu Morfologi: Cabang Ilmu Linguistik?

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 8 Agu 2022 20:32 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Morfologi adalah ilmu bahasa tentang seluk belum bentuk kata (struktur kata).
tirto.id - Pernahkah Anda mendengar kata morfologi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), morfologi adalah cabang linguistik tentang morfem dan kombinasinya.

Sedangkan morfem adalah satuan bentuk bahasa terkecil yang mempunyai makna secara relatif stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil.

Praptomo Baryadi dalam buku Morfologi dalam Ilmu Bahasa menuliskan, kata morfologi diadaptasi dari kata morphology dalam bahasa Inggris. Kata morphology berasal dari morph yang artinya "bentuk", sedangkan logy adalah "ilmu".

Jadi secara harfiah, dengan mengutip ahli bahasa Abdul Chaer, morfologi adalah ilmu tentang bentuk. Sedangkan dalam ilmu bahasa, morfologi adalah salah satu cabang linguistik atau ilmu bahasa yang mengkaji morfem dan kata.

Morfologi juga mempelajari kata, terutama dari sisi proses pembentukannya. Dalam morfologi, lata "anak" dipandang sebagai bentuk dasar yang dapat dilekati awalan "ber-" sehingga membentuk kata "beranak" yang artinya memiliki anak.

Selain itu, dapat pula diulang sehingga menjadi kata ulang "anak-anak" yang artinya banyak anak.

Zaenal Arifin dan Junaiyah dalam buku Morfologi, Bentuk, Makna dan Fungsi menuliskan, morfologi adalah ilmu bahasa tentang seluk belum bentuk kata (struktur kata). Sedangkan morfem adalah satuan bahasa terkecil yang mengandung makna.

Ada dua jenis morfem, yakni morfem bebas dan morfem terikat. Lantas apa itu?

Morfem bebas

Morfem bebas adalah morfem yang bisa berdiri sendiri sebagai kata bermakna. Contohnya seperti jual, beli, duduk dan tidur. Morfem jual, beli, duduk dan tidur adalah satuan terkecil yang memiliki makna.

Morfem terikat

Morfem terikat adalah morfem yang tidak bisa berdiri sendiri sebagai kata dan selalu terikat pada bentuk lain. Ada dua jenis morfem terikat, yakni morfem terikat morfologis dan morfem terikat sintaksis.

Nani Darmayanti dalam buku Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Madia menuliskan, morfem terikat morfologis adalah morfem yang selalu terikat dengan morfem lain, seperti imbuhan (afiks), klitik dan partikel.

Sedangkan morfem terikat sintaksis adalah morfem yang selalu terikat dengan morfem lain dalam frase atau kalimat, salah satunya adalah kata tugas seperti lalu, karena, di, ke, untuk dan lain-lain.


Baca juga artikel terkait MORFOLOGI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight