Menuju konten utama

Apa itu Mindful Snacking dan Cara Mempraktikannya?

Mindful snacking adalah upaya sadar mengontrol saat makan camilan. Kebiasaan tersebut sepenuhnya dikontrol kesadaran, bukan pemenuhan hasrat makan.

Apa itu Mindful Snacking dan Cara Mempraktikannya?
Ilustrasi Camilan. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Snacking atau ngemil telah menjadi kebiasaan makan yang tersebar luas di seluruh dunia. Kebanyakan orang dewasa memiliki satu hingga dua camilan setiap hari.

Shopping for Health mencatat bahwa di Amerika kebanyakan orang ngemil 1 sampai 3 kali sehari, dengan camilan yang menyediakan 22% kalori harian. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan makan camilan dalam masyarakat yang serba cepat sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan emosional.

Prinsip makan yang cermat dapat membantu orang untuk fokus tidak hanya pada makanan ringan apa yang harus dipilih tetapi juga pada mengapa dan bagaimana mereka makan camilan. Akibatnya mereka dapat lebih selaras dan sadar dalam memilih makanan, demikian melansir Mondelēz International.

Kesadaran adalah cara yang ampuh untuk menyeimbangkan hasrat makan camilan. Hal itu menumbuhkan kesadaran tentang bagaimana tubuh dan pikiran bereaksi dalam memanfaatkan informasi nutrisi dengan lebih bijaksana untuk memuaskan kebutuhan dan preferensi.

Berikut cara mempraktikkan mindful snacking atau ngemil dengan sadar menurut Mindful Organization.

Berhenti sejenak dan berpikir dengan sadar

Berhenti sejenak dan ambil napas seraya memikirkan apa yang membuat rasa ingin ngemil itu muncul. Lalu tanyakan beberapa pertanyaan pada diri sendiri seperti “apakah saya lapar secara fisik? seberapa lapar? atau apakah hanya stres? atau bosan? atau mungkin karena baru saja melihat sekotak biskuit di atas meja?”.

Mungkin ada beberapa pemicu keinginan ngemil. Cukup perhatikan keinganan tersebut. Jika memang lapar secara fisik, maka makan camilan memang bisa menjadi pilihan. Tetapi jika tidak, sebaiknya keinginan itu diabaikan.

Pilih camilan dengan cermat

Pertimbangkan camilan apa yang harus dimakan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Apakah agar bisa membuat kenyang? Atau apakah agar membuat rileks? Atau agar menyegarkan?.

Memikirkan kebutuhan camilan dapat membantu agar bisa mengontrol jumlah makanan yang harus dikonsumsi, tidak semata membabi buta memenuhi kepuasan.

Gunakan kebijaksanaan lahiriah

Hal yang menjadi perhatian saat ngemil adalah bersikap bijaksana dengan mempertimbangkan seberapa banyak yang harus dimakan.

Salah satu aturan yang baik adalah makan sekitar 100 kalori per jam untuk mengisi perut di sela waktu makan berikutnya. Namun perlu diperhatikan, aturan ini juga mempertimbangkan seberapa banyak tubuh membakar kalori selama waktu tersebut.

Gunakan kebijaksanaan batin

Nikmati makanannya, makan perlahan dan tanpa melakukan apapun. Hindari makan sambil melakukan pekerjaan lain. Dengan begitu saat ngemil akan mudah terasa puas walaupun camilan yang dimakan lebih sedikit. Hal ini terjadi karena kita hanya fokus pada camilan.

Baca juga artikel terkait CAMILAN atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Agung DH