Apa itu Konjungsi Bulan dan Saturnus yang Akan Terjadi Nanti Malam?

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 6 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
Fenomena konjungsi adalah kondisi saat posisi planet-planet, atau bintang-bintang, saling berdekatan.
tirto.id - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menerangkan bahwa akan ada setidaknya 16 fenomena alam yang menghiasi langit di Juli 2020 ini.

Salah satunya adalah konjungsi bulan dan Saturnus yang diperkirakan terjadi pada tanggal 6-7 Juli. Lantas, apa itu fenomena konjungsi bulan dan Saturnus?

Mengutip Planetarium Jakarta, fenomena konjungsi adalah kondisi saat posisi planet-planet, atau bintang-bintang, saling berdekatan.

Bulan, bintang, dan semua planet dalam sistem tata surya selalu bergerak mengelilingi matahari pada bidang orbitnya. Lintasan orbit tersebut berbentuk lonjong (ellips) dengan matahari berada pada salah satu titik fokusnya.

Kecepatan gerak benda-benda langit tersebut berbeda-beda, ada yang cepat pun sebaliknya.

Akibatnya, jika mengamati kubah langit dalam waktu tertentu, membuat bulan tampak bergeser menyusul planet, dan antar planet pun demikian.

Melihat kondisi ini, tidak dipungkiri suatu saat posisi mereka saling berdekatan atau disebut dengan konjungsi itu sendiri.

Nah, pada pergantian malam 6-7 Juli 2020 ini, akan terjadi fenomena konjungsi bulan dan Saturnus. Dengan kata lain, posisi bulan dan Saturnus akan saling berdekatan dan searah di dalam sistem tata surya.

Penting untuk diingat, bahwa konjungsi tersebut terjadi hanya dari sudut pandang di bumi. Dengan kata lain, objek-objek tata surya tidak pernah benar-benar berdekatan.

Sebagaimana ditulis In the Sky, fenomena konjungsi Saturnus dan bulan akan terlihat di waktu pagi dari Surabaya.

Selanjutnya, fenomena ini dapat dilihat sekitar pukul 18.59 WIB ketika bulan dan Saturnus naik ke ketinggian 7 derajat di atas cakrawala timur. Keduanya akan mencapai titik tertinggi di langit sekitar pukul 00.39 WIB, 76 derajat di atas cakrawala selatan.

Kunjungsi Saturnus dan bulan ini akan berangsur-angsur menghilang saat fajar sekitar 05.29 WIB, sekitar 19 derajat di atas ufuk barat.

Sementara itu, bulan akan berada di garis magnitudo -12,6 dan Saturnus ada di magnitudo 0,1, di rasi bintang Sagitarius. Untuk melihat fenomena ini, Anda dapat mengenakan mata telanjang atau menggunakan teropong untuk memperjelas pandangan.

Beberapa peristiwa astronomi lainnya yang dapat Anda saksikan di Juli 2020 ini antara lain sebagai berikut:

1. Konjungsi bulan dan Jupiter: 5-6 Juli

2. Konjungsi bulan dan Saturnus: 6-7 Juli

3. Konjungsi bulan dan Mars: 12 Juli

4. Konjungsi Venus-Aldebaran: 12 Juli

5. Fenomena Apgee bulan: 13 Juli

6. Fase Perbani: 13 Juli

7. Oposisi Jupiter: 14 Juli

8. Konjungsi bulan dan Venus: 17 Juli

9. Konjungsi bulan dan Merkurius: 19 Juli

10. Fase bulan Baru: 21 Juli

11. Oposisi Saturnus: 21 Juli

12. Elongasi Merkurius: 23 Juli

13. Perigee bulan: 24 Juli

14. Puncak Meteor Delta Aquarid: 28-29 Juli

Di samping itu, Anda dapat juga melihat rasi bintang Scorpius pada paruh kedua minggu ini di bagian selatan saat langit malam tak berbulan.

Rasi bintang klasik ini memang paling baik dilihat pada musim panas di Juli menurut Forbes.

Dari garis lintang utara-tengah, hanya beberapa rasi bintang terkenal yang terlihat. Akan tetapi, Anda pun dapat dengan jelas melihat bintang super merah Antares, yang dapat berubah menjadi supernove kapan saja, pada pandangan ke arah selatan.

Letakkan teropong tepat di sebelah kanan Antares, maka Anda akan melihat gugus globular M4 yang terdiri dari 1.000 bintang.


Baca juga artikel terkait FENOMENA ALAM atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight