Apa Itu Kampanye Aman-Iman-Imun untuk Cegah Covid-19?

Oleh: Yantina Debora - 27 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
"Dengan tiga kata kunci Aman, Iman dan Imun, kita bisa tetap sehat dan bisa beraktivitas tanpa tertular Covid-19"
tirto.id - Aman, Iman dan Imum gencar dikampanyekan pemerintah dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk mencegah penularan virus corona.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Hery Trianto, menegaskan ketiga kunci utama tersebut diharapkan semakin menekan angka kasus positif di Indonesia.


"Dengan tiga kata kunci Aman, Iman dan Imun, kita bisa tetap sehat dan bisa beraktivitas tanpa tertular Covid-19," ucap Trianto.

Dikutip dari Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19, Iman yakni beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Sementara Aman yakni patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sering dikenal dengan istilah 3M:

- Memakai masker;

- Menjaga jarak dan menghindari kerumumnan;

- Mencuci tangan pakai sabun.

Sedangkan Imum yakni istirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik, bergembira dan mengonsumsi makanan bergizi seiimbang.

Strategi pencegahan Covid-19 oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (STPC19) Bidang Perubahan Perilaku difokuskan pada peningkatan kepatuhan 3M.

Setiap orang harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku kepatuhan 3M sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Saat ini makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang penting.

Orang yang berisiko tinggi adalah mereka yan gmemiliki penyakir penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma hingga gagal ginjal.

Selain itu, orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, berusia lanjut yakni di atas 60 tahun dan mereka yang mengalami obesitas atau berat badan berlebihan.

Virus SARS-CoV-2 atau virus corona menyerang sistem pernapasan manusia dan menimbulkan gangguan ringan sampai berat, bahkan kematian.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini disebut Covid-19. Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasukanak muda.

Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orangorang di sekitarnya (silent killer).

Covid-19 ditularkan melalui cipratan liur (droplet) yang dikeluarkan seseorang dari mulut atau hidung ketika bersin, batuk, bahkan saat berbicara.

Droplet dapat jatuh dan menempel pada benda-benda di sekitar kita. Oleh karena itu, ketika kita memegang benda-benda tersebut, tangan kita berpotensi menjadi jalur transmisi penularan Covid-19 jika menyentuh hidung, mulut, dan mata.



----------
Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight