Menuju konten utama

Apa Bedanya Pasang Surut Air Laut Purnama dan Perbani?

Peristiwa pasang naik dan pasang surut dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pasang purnama (spring tides) dan pasang perbani (neap tides).

Apa Bedanya Pasang Surut Air Laut Purnama dan Perbani?
Ilustrasi Laut. foto/istockphoto

tirto.id - Peristiwa pasang naik dan pasang surut air laut dipengaruhi oleh interaksi antara bumi dengan benda-benda langit, yaitu bulan dan matahari. Peristiwa ini adalah periode gelombang ketika laut mengalami penarikan yang disebabkan oleh gaya tarik (gravitasi) bulan dan matahari.

Meskipun keduanya berpengaruh, gaya tarik bulan secara khusus paling berdampak terhadap peristiwa pasang yang ada di bumi. Menurut Dewi Surinati dalam "Pasang Surut dan Energinya" hal ini dapat terjadi karena jarak bulan ke bumi jauh lebih dekat dibanding jarak matahari ke bumi.

Peristiwa alam ini merupakan peristiwa yang dapat di prediksi periodenya. Oleh karena itu, nelayan biasanya memanfaatkan prediksi periode tersebut untuk menentukan waktu melaut.

Perbedaan pasang purnama dan pasang perbani

Peristiwa pasang naik dan pasang surut dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pasang purnama (spring tides) dan pasang perbani (neap tides). Keduanya juga terjadi akibat dua peristiwa yang berbeda.

1. Pasang purnama

Pasang purnama dikenal dengan istilah spring tides. Peristiwa ini dapat terjadi ketika posisi bumi, bulan, dan matahari sedang berada dalam satu garis lurus.

Menurut modul "Geografi" yang dipublikasikan oleh Kemendikbud, peristiwa ini biasanya terjadi pada awal bulan dan pertengahan bulan ketika kemunculan bulan baru dan purnama.

Pasang purnama menyebabkan pasang naik dan pasang surut yang ekstrem. Ini artinya jika sedang pasang naik maka gelombang laut akan sangat tinggi, sementara jika sedang pasang surut maka gelombang akan sangat rendah.

Menurut Surinati, ekstremnya peristiwa pasang-surut pada periode ini dikarenakan kombinasi antara gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi.

2. Pasang perbani

Pasang perbani juga dikenal dengan istilah neap tides. Peristiwa ini terjadi ketika posisi bulan dan matahari saling membentuk sudut 90°. Dengan kata lain, peristiwa ini disebabkan pada saat bumi, bulan, dan matahari berada dalam posisi tegak lurus.

Posisi tersebut menyebabkan gravitasi yang dihasilkan antara bulan dengan matahari terhadap bumi saling berlawanan. Akibatnya, pasang-surut yang dihasilkan dalam periode ini merupakan peristiwa pasang-surut yang terendah.

Sama dengan pasang purnama, pasang perbani juga terjadi dalam dua waktu, yaitu ketika bulan seperempat dan ketika bulan tiga perempat.

Manfaat laut bagi kehidupan

Laut memiliki manfaat yang besar bagi keberlangsungan hidup di bumi. Laut sendiri sangat luas, yaitu mendominasi sekitar 71 persen luas permukaan bumi.

Laut, menurut data dari Ocean menampung sekitar 1,3 miliar kilometer kubik air. Dengan area yang begitu luas, laut menampung lebih dari 99 persen kehidupan di bumi, baik berupa kenampakan geologi hingga makhluk hidup.

Dilansir dari Rumah Belajar, laut memiliki sejumlah manfaat bagi manusia serta makhluk hidup lainnya, antara lain:

  • Tempat wisata serta olahraga air yang bernilai ekonomi
  • Penghubung antar daratan
  • Wilayah penghasil ikan dan garam
  • Wilayah penghasil mineral serta bahan tambang seperti minyak bumi
  • Bisa dimanfaatkan sebagai pertanian laut, temasuk tambak rumput, budidaya kerang mutiara, dan sebagainya.
  • Dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga ombak
  • Berfungsi sebagai pengatur iklim Bumi.
  • Sebagai wilayah konservasi alam, objek penelitian penelitian, serta pendidikan
  • Sebagai wilayah pertahanan dan keamanan suatu negara.

Baca juga artikel terkait AIR LAUT PASANG atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Nur Hidayah Perwitasari