Apa Arti Vaksin Sinovac Curah yang Dikirim dari Cina ke Indonesia?

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 22 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Apa arti vaksin curah Sinovac yang diterima Indonesia pada tahun ini?
tirto.id - Produsen vaksin asal Cina Sinovac mengirimkan 15 juta dosis vaksin COVID-19 dalam bentuk curah ke Indonesia. Vaksin tersebut diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Beijing, Selasa (12/1/2021) pukul 06.33 waktu setempat (05.33 WIB).

“Pengiriman bentuk bulk (curah) dalam kontainer berpendingin khusus, nantinya akan dikembangkan dan dikemas lebih lanjut oleh Biofarma,” kata Wakil Duta Besar RI untuk Cina Dino Kusnadi, seperti dikutip Antara News.

Menurut situs web covid19.go.id, yang dimaksud vaksin curah adalah bahan baku vaksin COVID-19 yang selanjutnya akan diproses dan dikemas oleh PT. Bio Farma menjadi vaksin jadi yang siap digunakan.

PT. Bio Farma sendiri adalah BUMN dengan reputasi pembuatan vaksin kelas dunia. Ia diakui sebagai 1 dari 29 produsen vaksin di dunia yang dapatkan prakualifikasi dari WHO sebagai syarat Good Manufacturing Practices (GMP) dan berbagai reputasi lainnya.

Sebelumnya Sinovac telah dua kali mengirimkan vaksin ke Indonesia dalam bentuk kemasan, masing-masing 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis sehingga totalnya 3 juta dosis.

Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang mendapatkan vaksin dalam bentuk curah setelah Sinovac dan Biofarma menandatangani kesepakatan kerja sama di Hainan pada Agustus 2020.

Pengiriman tersebut melibatkan Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar RI di Beijing terutama untuk memperlancar proses perizinan ekspor vaksin dalam bentuk curah.

Indonesia menjadi negara importir terbesar vaksin COVID-19 buatan Cina hingga order per Januari 2021. Indonesia memesan 125 juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac, sedangkan Brazil di peringkat kedua dengan 100 juta dosis

Dalam survei tersebut, media yang dikelola partai berkuasa di Cina itu jumlah pemesanan vaksin Sinovac lebih besar dibandingkan Sinopharm.

Selain Indonesia dan Brazil, Sinovac juga diimpor oleh Chile sebanyak 60 juta dosis, Turki (50 juta), Filipina (25 juta), Malaysia (14 juta), Hong Kong (7,5 juta), Thailand (2 juta), dan Ukraina (1,91 juta).

Sementara Mesir menjadi negara terbesar importir vaksin yang dikembangkan oleh Sinopharm sebanyak 40 juta dosis.

Disusul kemudian Argentina (38 juta), Maroko (10 juta), Arab Saudi (3 juta), Pakistan (1,2 juta), Serbia (1 juta), Peru (1 juta), Hungaria (1 juta), dan Senegal (200 ribu).

"Industri vaksin Cina memasuki era keemasan karena vaksin COVID-19 Cina makin populer di pasar internasional," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Vaksin Cina (CVIA) Feng Duojia.

Di Cina terdapat 18 industri vaksin yang akan memaksimalkan kapasitas produksinya. Sinopharm akan meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 1 miliar dosis pada 2021. Demikian halnya dengan Sinovac juga akan menambah kapasitas produksinya hingga 1 miliar dosis.

"Pasar internasional punya standar mutu yang sangat tinggi. Sebelum muncul pandemi COVID-19, di Cina hanya ada empat perusahaan yang mendapatkan persetujuan masuk pasar internasional," ujar Feng dikutip Economic Daily.

Sampai saat ini Indonesia sudah menerima tiga kali pengiriman vaksin dari Sinovac.


Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight