Apa Arti dari "I am Not Robot" Saat Mengunjungi Sebuah Situs

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 4 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
CAPTCHA adalah sistem verifikasi dari Google, untuk membedakan pengguna antara manusia dan robot.
tirto.id - Saat mengakses sebuah situs, kita seringkali harus mengisi sistem verifikasi atau penghadang CAPTCHA, berupa kombinasi huruf dan angka.

Tampilan CAPTCHA akan terus mengulang hingga seseorang bisa menjawab dengan tepat kode-kode huruf dan angka yang disajikan.

Melansir laman Howstuffworks, CAPTCHA adalah sebuah tes atau akronim yang merupakan singkatan dari Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart atau Tes Turing Publik Otomatis, untuk membedakan komputer dan manusia.

Kini, Google telah mengubah CAPTCHA versi lama, dan menggantinya dengan versi yang bisa bekerja secara senyap.

Teknologi tersebut akan diterapkan pada layanan baru bernama reCAPTCHA atau “Invisible reCAPTCHA.

Sama seperti fungsi awalnya, reCAPTCHA adalah layanan gratis dari Google yang membantu melindungi situs web dari spam dan penyalahgunaan.

Mudah bagi manusia untuk menyelesaikannya, tetapi sulit untuk "bot" dan perangkat lunak berbahaya lainnya untuk mengetahuinya.

Ini adalah salah satu alat yang digunakan Running Room untuk memastikan keselamatan dan keamanan.

Saat Anda memilih "I am Not Robot" atau Saya Bukan Robot, Anda akan diminta untuk memilih elemen serupa sebelum masuk ke situsweb.

CAPTCHA atau beberapa netizen di Indonesia menyebutnya Capcay karena sulit dilafalkan, merupakan pelindung bagi suatu situsweb dari serangan Bot atau Botnet dan SPAM.

Penggunaan CAPTCHA salah satunya dilakukan untuk mengamankan resource yang dimiliki sebuah situsweb.

Akses bertubi-tubi yang dilakukan bukan manusia alias Bot terhadap suatu situsweb, akan menghancurkan situsweb tersebut.

Dalam bahasa teknis, aksi ini disebut sebagai Distributed Denial of Service.
Selain itu, terutama bagi situsweb yang memiliki fitur komentar atau kolom sejenis, penggunaan CAPTCHA dilakukan guna menghindarkan dari fitur komentar atau kolom sejenis diisi oleh suatu mesin otomatis.

Di dunia internet, penyedia layanan CAPTCHA terbesar adalah reCAPTCHA dari Google. reCAPTCHA dikembangkan oleh sebuh tim yang dipimpin oleh Luis von Ahn dari Carnegie Mellon University. Kemudian, pada tahun 2009 Google mengambil alih kepemilikan reCAPTCHA.

Luis von Ahn sebagaimana diwartakan The New York Times mengungkapkan bahwa ia mengestimasi reCAPTCHA telah digunakan 70 persen hingga 90 persen situsweb yang memakai CAPTCHA.

Dikutip dari Techopedia, bots bisa digunakan untuk tugas yang produktif, akan tetapi bots juga sering digunakan untuk tujuan yang tidak baik.

Salah satu contoh baik dari mesin bot adalah adalah laba-laba mesin pencari. Bot seperti itu menjebak Web dan mengindeks halaman baru untuk mesin pencari.

Contoh lain termasuk bot Internet Relay Chat (IRC) yang sempat populer beberapa tahun lalu dikarenakan bisa menjadi tempat komunikasi kelompok dan juga komunikasi secara pribadi.

Selain itu, bot yang lain adalah chatterbots yaitu program komputer yang dirancang untuk simulasi percakapan denga satu atau beberapa manusia yang bisa dilakukan dengan audio atau teks, biasanya hal ini dilakukan untuk bantuan online, layanan personal dan lain-lain.

Namun ada juga bot yang memiliki tujuan yang tidak baik dan berbahaya.

Melansir Techopedia, biasanya datang sebagai bagian dari virus atau worm, ada juga bot yang digunakan dalam pencurian identitas user atau untuk menyerang berbagai komputer yang saling terhubung.

Hal ini sangat lazim terjadi di botnet, yaitu kumpulan komputer yang terinfeksi bot yang tidak baik atau jahat biasanya bot datang dari komputer master atau komputer yang menjadi pusat komputer-komputer lainnya.

Secara teknis, di awal kemunculan reCAPTCHA, mereka menggunakan kata dan angka untuk ditebak oleh pengguna internet.

Kata yang ditampilkan reCAPTCHA berasal dari proyek buku digital Google. Saat Google melakukan proyek digitalisasi buku, terkadang ada kata atau kalimat yang tidak bisa dibaca atau dideteksi oleh mesin yang mereka gunakan.

Kata atau kalimat yang tidak bisa terbaca atau terdeteksi memiliki beberapa sebab.

Kehadiran “Invisible reCAPTCHA” akan semakin membuat nyaman pengguna internet di seluruh dunia.

Mengutip slogan awal reCAPTCHA, marilah kita para pengguna internet untuk “stop spam, read books.”


Baca juga artikel terkait CAPTCHA atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH
DarkLight