Apa Arahan Jokowi di Rapat Tertutup Polri?

Oleh: Aditya Widya Putri - 11 November 2016
Dibaca Normal 1 menit
Saat mengunjungi PTIK, Jokowi yang didampingi Kapolri memberikan pengarahan kepada para Perwira Tinggi (Pati), seluruh Kapolda, serta komandan peleton Mabes Polri. Pertemuan digelar di Auditorium PTIK
tirto.id - Setelah kerusuhan demo 4 November, Presiden Jokowi secara khusus mendatangi prajurit militer dan kepolisian di dua tempat strategis masing-masing institusi. Pada Senin (7/11/2016), Presiden mendatangi Markas Besar TNI AD dan memberi pengarahan kepada 2.185 prajurit. Keesokan harinya, Selasa (8/11/2016), dia mendatangi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), di Jalan Tritayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat mengunjungi PTIK, Jokowi yang didampingi Kapolri memberikan pengarahan kepada para Perwira Tinggi (Pati), seluruh Kapolda, serta komandan peleton Mabes Polri. Pertemuan digelar di Auditorium PTIK.

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian membuka acara dan memberikan pengarahan kepada jajarannya. Begitu Presiden Jokowi hendak memberi pengarahan, para wartawan yang berada di Auditorium PTIK dipersilakan keluar meninggalkan ruang.

Beberapa wartawan sempat mendengar secara samar kalimat yang dilontarkan Presiden. “Tidak boleh institusi sebesar Polri ragu, takut kalah apalagi terhadap kelompok kecil, organisasi-organisasi apapun, tokoh-tokoh siapapun,” kata Presiden Jokowi.

Bagaimana sebenarnya pengarahan yang disampaikan Presiden Jokowi kepada seluruh jajaran elite Polri tersebut? Berikut kutipan pengarahan Jokowi kepada elite Polri, seperti diterima tirto.id:

Assalamualaikum...
Selamat pagi...
Salam sejahtera....

Yang saya hormati Kapolri beserta Pati jajaran Polda yang hadir pada pagi hari ini.

Pertama-tama saya ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Polri, anggota Kepolisian Republik Indonesia atas kewaspadaan, atas soliditas, atas sikap profesionalisme yang ditunjukkan dalam mengamankan aksi demo 4 November 2016 lalu, sehingga akhirnya demo itu berjalan dengan tertib dan damai sampai maghrib.

Saya juga ingin menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada anggota Polri/TNI yang jadi korban kekerasan dalam menjalankan tugas pada saat itu. Tadi Kapolri sudah sampaikan, ada 18 yang luka, yang tadi juga dibisikkan ada yang kena bambu runcing, ada yang kena panah. Saya kira hal-hal seperti ini yang perlu diselesaikan dengan sebuah penegakan hukum tegas.

Saudara-saudara sekalian yang saya hormati, negara kita ini negara yang besar, 17 ribu pulau, ratusan suku, ratusan bahasa lokal, 516 kabupaten dan kota. Sangat besar sekali. Dan sebagai sebuah institusi, Polri itu juga institusi yang besar dengan 430 ribu anggota. Institusi yang besar sekali.

Oleh sebab itu, jangan ragu dalam bertindak untuk penegakan hukum yang tegas. Tidak boleh institusi sebesar Polri ragu, kalah, apa lagi terhadap kelompok-kelompok kecil, terhadap organisasi apapun, tokoh siapa pun. Karena dengan penegakan hukum yang tegas, negara ini akan kuat. Dan Itu terletak di tangan Saudara semua. Negara harus kuat. Marwah institusi Polri harus dijaga. Negara harus dijaga. Sebab itu saya ingin ingatkan penegakan hukum yang jelas, yang tegas, harus dilakukan.”

Baca juga artikel terkait DEMO 4 NOVEMBER atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Politik)

Reporter: Aditya Widya Putri
Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Kukuh Bhimo Nugroho